Pemain Bintang AS Roma Jadi Target Utama Inter Milan, Juventus, dan Napoli
Pemain bintang AS Roma, Lorenzo Pellegrini, kini menjadi rebutan antara Inter Milan, Juventus, dan Napoli pada musim panas mendatang. Gelandang berusia 29 tahun tersebut diperkirakan akan meninggalkan klub ibu kota sebagai pemain bebas transfer. Kontraknya dengan AS Roma akan berakhir pada bulan Juni, dan klub tidak bersedia menawarkan kontrak baru kepadanya.
Pellegrini telah bermain selama sembilan tahun bersama Giallorossi dan kini berada di ambang mengakhiri hubungannya dengan klub. Meskipun ia menerima gaji bersih hampir 12 juta euro per tahun, yang membuatnya salah satu pemain dengan penghasilan tertinggi di Serie A, AS Roma tetap memutuskan untuk melepasnya tanpa biaya transfer.
Inter Milan, Juventus, dan Napoli terus memantau situasi Pellegrini. Meski kehilangan tempat di AS Roma, ia tetap menjadi salah satu gelandang yang paling dihormati di Serie A. Dengan status bebas transfer, Inter Milan bisa mendapatkannya tanpa harus membayar biaya transfer.
Selain Pellegrini, AS Roma juga sedang memantau rekrutan lainnya seperti Manu Kone. Klub juga dikabarkan tertarik pada Jadon Sancho, striker asal Inggris yang saat ini dipinjamkan ke Aston Villa. Kontraknya dengan Manchester United akan segera berakhir, sehingga ia akan menjadi pemain bebas transfer pada akhir musim ini.
Jadon Sancho sebelumnya bermain untuk Borussia Dortmund dari tahun 2017 hingga 2021, lalu bergabung dengan Manchester United dengan harga 85 juta euro. Ia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa pada Januari 2024, dengan mencatatkan 31 penampilan, satu gol, dan tiga assist.
Sementara itu, Paulo Dybala juga menjadi target utama klub-klub Eropa. Klub Turki yang tidak disebutkan namanya, termasuk Galatasaray dan Besiktas, dilaporkan siap menawarkan kontrak tiga tahun kepada Dybala dengan nilai 6 juta euro per musim. Tawaran ini jauh lebih besar dibandingkan kemampuan finansial Boca Juniors, yang sebelumnya dikaitkan dengan upaya membawa Dybala kembali ke Argentina.
Ketegangan di Lingkungan AS Roma
Ketegangan di lingkungan AS Roma semakin meningkat setelah klub tersingkir dari babak 16 besar Liga Europa oleh Bologna. Peristiwa ini memicu konfrontasi antara pemilik bersama Ryan Friedkin, direktur Frederic Massara, dan penasihat Claudio Ranieri.
Beberapa sumber mengklaim bahwa salah satu dari Massara, Ranieri, atau pelatih kepala Gian Piero Gasperini berpotensi meninggalkan klub pada akhir musim. Masa depan Gasperini sebagai pelatih kepala AS Roma masih belum pasti, meskipun ia akan menunggu hingga akhir musim 2025/2026 sebelum membuat keputusan besar.
Gasperini merasa telah melakukan pekerjaan yang baik dengan sumber daya yang tersedia, meskipun ada cedera yang dialami pemain kunci seperti Paulo Dybala dan Matias Soule. Namun, ia merasa kesulitan dalam merekrut pemain yang diinginkannya di bursa transfer musim panas maupun Januari.
AS Roma percaya bahwa mereka telah mengambil langkah yang tepat untuk menempatkan Gasperini pada posisi yang memungkinkan klub finis di empat besar Serie A dan mengklaim tempat di Liga Champions musim depan.
Performa AS Roma dan Persiapan untuk Musim Depan
Saat ini, AS Roma memiliki 54 poin dari 30 pertandingan, yang merupakan perolehan terbaik kedua klub dalam delapan tahun pada tahap musim ini. Mereka hanya mampu menempati posisi keenam, dengan poin yang sama dengan Juventus di posisi kelima dan tertinggal tiga poin dari Como di posisi keempat.
Para anggota skuad Roma yang belum berangkat untuk tugas internasional akan melanjutkan latihan pada hari Selasa. Beberapa sumber menyebutkan adanya kemungkinan diskusi antara Gasperini, Ranieri, dan Massara pada hari itu.
Hingga saat ini, semua pihak di AS Roma sepakat untuk bersatu dan bekerja keras hingga akhir musim 2025-26. Penilaian terhadap Gasperini akan dilakukan pada akhir musim, meskipun belum ada kepastian apa pun pada tahap ini.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."










