My WordPress Blog

Zaskia Mecca Nyaris Tewas Dihantam Rudal, Kenangan di Al Aqsa Terbangkit Saat Perang Iran vs AS-Israel

Pengalaman Traumatis Zaskia Adya Mecca Saat Berada di Masjid Al Aqsa

Artis ternama Zaskia Adya Mecca baru-baru ini berbagi pengalaman traumatis yang ia alami saat berada di Masjid Al Aqsa, Palestina. Pengalaman tersebut terjadi ketika ia berkunjung bersama rombongan tour guide. Pada saat itu, rudal dari Iran menyerang tentara Israel yang berada di sekitar masjid, dan Zaskia mengaku hampir terkena reruntuhan dari serangan tersebut.

“Pernah ku di Aqsa merasakan serangan rudal balasan dari Iran. IDF (tentara Israel) pada panik lari ke sana sini, tour guide kita tetap anteng menjelaskan,” tulis Zaskia dalam unggahan Instagram-nya. Ia juga menyampaikan bahwa ia justru merasa puas melihat kejadian tersebut, bahkan berharap Iran melancarkan serangan sebanyak-banyaknya ke pihak Israel.

Zaskia Adya Mecca dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan harapan kemerdekaan Palestina. Ia berharap Palestina segera bebas dari penjajahan Israel. Lebih lanjut, ia mengaku telah siap apabila gugur saat itu. “Ga perlu takut kalau kita sedang berada ditempat terbaik. Malah langsung bisa ambil barisan pejuang terdepan,” tulisnya.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Di sisi lain, kabar duka datang dari Iran. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tewas dalam operasi militer Epic Fury yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS, Donald Trump, melalui akun Truth Social, mengumumkan kematian Khamenei. Ia menyebut Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tulis Trump.

Kematian Khamenei menjadi kesempatan bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara dari kekuasaan Khamenei. Dalam waktu dekat, 88 anggota Majelis Ahli akan berkumpul dan berdiskusi tentang siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya. Ada dua skenario yang akan dijalankan. Pertama, sebelum tewas, Ali Khamenei telah memberikan empat nama penerusnya dan akan memilih salah satu di antaranya. Skenario lainnya, untuk sementara ada empat orang yang akan menjalankan negara sampai pemimpin baru terpilih.

Serangan Israel ke Iran

Israel terus membombardir Iran hingga 7 kota terdampak. Di satu sisi, Amerika Serikat mengakui terlibat dalam serangan Israel ke Iran. Kota-kota yang terkena serangan Israel adalah Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan dua wilayah tambahan yakni Lorestan dan Tabriz.

Laporan dari Fars News Agency menyebutkan suara ledakan keras terdengar di sejumlah titik strategis. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari lokasi yang diduga terkena dampak serangan. Infrastruktur jalan dan beberapa fasilitas penting dilaporkan mengalami kerusakan, meski otoritas Iran belum merinci tingkat kehancuran maupun jumlah korban.

Televisi pemerintah Iran juga menayangkan gambar asap hitam pekat dari area terdampak. Situasi di lapangan digambarkan mencekam, dengan aparat keamanan dan tim darurat bergerak cepat mengamankan lokasi serangan.

AS Akui Terlibat dalam Serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengonfirmasi bahwa militer AS turut terlibat dalam operasi militer tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial, tak lama setelah serangan dimulai.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer skala besar untuk menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat. “Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” ujar Trump, mengutip dari Al Jazeera.

Ia juga menyinggung kepemimpinan Iran di bawah Ali Khamenei yang disebutnya selama puluhan tahun mengancam stabilitas dan kepentingan AS. Pernyataan ini menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam konflik yang sebelumnya dipandang sebagai operasi militer Israel semata.

Serangan Balasan Iran

Balasan serangan Iran membuat Israel cukup khawatir dan memerintahkan warganya untuk masuk bunker. Raungan sirine yang mengingatkan warga Israel terus dinyalakan. Serangan Israel membuat amarah Iran dan semakin membuat panas Timur Tengah.

Israel juga menetapkan siaga 1 bagi warganya atas serangan balasan Iran. Langit Israel mendadak berubah menjadi zona kecemasan pada Sabtu (28/2/2026) pasca serangan rudal ke Iran. Suara raungan sirene tanda bahaya membelah kesunyian di berbagai kota, memaksa jutaan warga meninggalkan aktivitas mereka dan bergegas masuk ke dalam bunker perlindungan.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik nadir setelah militer Israel meluncurkan serangkaian rudal pencegahan (preventive missiles) untuk menghalau potensi serangan masif dari Iran. Langkah drastis ini diambil sebagai upaya proaktif pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mematahkan serangan balasan Teheran yang diprediksi akan segera menghujam jantung pemukiman sipil.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa aktivasi sistem pertahanan ini adalah bagian dari strategi “payung udara”. “Peluncuran rudal pencegahan dilakukan sebagai strategi ‘payung udara’ untuk menetralisir ancaman sebelum memasuki zona pemukiman sipil,” tegas Katz, menggambarkan betapa kritisnya ancaman keamanan yang dihadapi saat ini.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *