Kronologi Siswa SMP Tewas Dianiaya Oknum Polisi
Peristiwa yang menimpa siswa SMP AT (14) di Tual, Maluku, telah menjadi perhatian publik dan mendapat atensi khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Siswa tersebut dianiaya oleh oknum anggota Brimob Bripda Masias Siahaya hingga meninggal dunia. Kejadian ini memicu kemarahan besar dari pihak keluarga korban serta masyarakat luas.
Kapolri Marah
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rasa marahnya atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya. Ia merasa bisa merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban. “Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat,” kata Sigit dalam pernyataannya.
Ia juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bahwa pelaku akan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Saya sudah perintahkan agar kasus diusut tuntas dan memastikan hukuman setimpal bagi pelaku dan menegakkan keadilan bagi keluarga korban,” tambahnya.
Peristiwa Awal
Peristiwa bermula ketika Bripda MS bersama anggota Brimob melakukan patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara sekitar pukul 02.00 WIT. Saat itu, petugas menerima laporan adanya keributan di sekitar Tete Pancing. Aparat kemudian bergerak ke lokasi dan membubarkan aktivitas balap liar.
Beberapa menit kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai korban AT dan rekannya, NK (15), melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Ngadi menuju lokasi tersebut. Di saat itulah Bripda MS mengayunkan helm taktikal ke arah pengendara. Helm tersebut mengenai pelipis AT hingga korban terjatuh dalam posisi telungkup.
Motor yang dikendarainya kemudian menabrak kendaraan NK, menyebabkan NK mengalami patah tangan. Korban AT sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, namun dinyatakan meninggal dunia pada siang harinya.
Pelaku Jadi Tersangka, Polri Minta Maaf
Setelah kejadian, Bripda MS langsung diamankan dan menjalani pemeriksaan. Pada Sabtu (21/2/2026), ia resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Tual AKBP Whansi Asmoro mengatakan, penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk helm taktikal yang digunakan pelaku serta dua unit sepeda motor milik korban.
Bripda MS juga telah diterbangkan ke Ambon untuk menjalani pemeriksaan kode etik oleh Propam Polda Maluku. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan, tindakan pelaku tidak sejalan dengan nilai-nilai institusi dan telah mencederai kepercayaan publik.
Kapolda Maluku Beri Peringatan
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum maupun etika yang dilakukan oleh anggotanya. “Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis, proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas,” tegas Irjen Dadang dalam keterangannya Sabtu (21/2/2026).
Sebagai bentuk pengawasan dan kontrol internal, Kapolda Maluku telah memerintahkan Irwasda Polda Maluku dan Kabid Propam Polda Maluku untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penanganan dan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.
Sidang Etik Hari Ini
Oknum Anggota Brimob Polda Maluku Bripda Masias Siahaya dijadwalkan menjalani sidang kode etik di Polda Maluku, Senin (23/2/2026) siang. Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menuturkan ancaman saksi terhadap anggota tersebut yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Ancaman sanksinya adalah PTDH, PTDH itu pecat,” tegas Dadang kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, proses penanganan perkara ini dilakukan secara cepat, transparan, dan tegas. Irjen Dadang menjelaskan, pihak keluarga korban dijadwalkan hadir langsung dalam sidang etik. Keluarga akan berangkat dari Tual menuju Ambon dan terlebih dahulu memeriksakan kondisi salah satu anggota keluarga yang mengalami cedera.

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











