Peran Dewan Perdamaian dalam Rekonstruksi Gaza
Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengadakan pertemuan perdana pada Kamis 19 Februari 2026 di Washington. Meskipun AS menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan perdana, anggota Dewan Perdamaian telah bertemu bulan lalu di Swiss untuk upacara penandatanganan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia.
Pertemuan ini akan membahas rekonstruksi Gaza, meskipun masih ada pertanyaan tentang apakah Hamas akan setuju untuk melucuti senjata dan Israel akan menyetujui penarikan lebih lanjut dari Jalur Gaza sehingga rencana pembangunan kembali dapat berjalan.
Lebih dari 20 negara diperkirakan akan hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa banyak negara yang berminat dalam hal itu.
Trump dijadwalkan membuka acara tersebut dengan pidato dan akan secara resmi memimpin pertemuan di awal sebelum berangkat ke negara bagian Georgia. Pada Januari, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Menurut Gedung Putih, organisasi ini bertujuan untuk mendukung rekonstruksi Gaza dan jalan menuju perdamaian.
Hingga saat ini, 26 negara telah bergabung dan ditunjuk sebagai anggota pendiri dewan. Setidaknya 14 negara telah menolak undangan tersebut. Pertemuan ini berlangsung hampir empat bulan setelah pemerintahan Trump menengahi gencatan senjata di Jalur Gaza yang memungkinkan pembebasan semua sandera Israel yang tersisa.
Namun sejak itu, Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata hampir setiap hari dan menewaskan lebih dari 600 warga Palestina, lebih dari 100 diantaranya adalah anak-anak. Trump menulis dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya: “Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi Badan Internasional paling berpengaruh dalam Sejarah.”
Para kritikus mengecam “agenda imperialis” Trump dengan perluasan piagam dewan yang dipandang oleh banyak analis sebagai saingan PBB. Trump juga dikritik karena menawarkan kursi di dewan tersebut kepada Benjamin Netanyahu dari Israel dan Vladimir Putin dari Rusia, kedua pemimpin yang dicari karena tuduhan kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Siapa yang Akan Datang?
AS mengundang kepala negara untuk bergabung dengan Trump di konferensi Washington, tetapi banyak yang memilih untuk tidak hadir. Raja Bahrain Hamad Al Khalifa menjadi satu-satunya kepala negara Timur Tengah yang melakukan perjalanan tersebut. Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri pertemuan itu.
Hampir lima puluh negara masih akan diwakili, dengan Israel, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Turki, Qatar, dan lainnya mengirimkan menteri luar negeri atau anggota kabinet senior lainnya. Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah tidak diundang, tetapi kepala komisioner Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) Ali Shaath akan hadir.
Komite teknokrat Palestina pimpinan Shaath bertugas menggantikan Hamas di Gaza, tetapi NCAG belum memasuki Jalur Gaza. Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza Nickolay Mladenov mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak dapat melakukannya jika pelanggaran gencatan senjata terus berlanjut.
Siapa yang Membayar?
Trump mengklaim pada Ahad bahwa lebih dari US$5 miliar dalam bentuk janji untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi akan diumumkan pada pertemuan Kamis. Para penyumbang utama termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Amerika Serikat — masing-masing menyumbang lebih dari US$1 juta.
Siapa yang Mengerahkan Pasukan?
Trump juga mengatakan pada Ahad bahwa negara-negara yang telah setuju untuk menyumbangkan ribuan personel ke Pasukan Stabilisasi Internasional juga akan diumumkan pada pertemuan Kamis. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani akan berada di antara mereka yang memimpin delegasi pengamat, setelah Roma menyatakan kesediaan untuk berkontribusi pada ISF bersama dengan Indonesia.
Namun, Jakarta dan negara-negara lain yang mempertimbangkan partisipasi dalam ISF telah menekankan bahwa mereka hanya ingin pasukan mereka berpartisipasi dalam misi perdamaian yang lebih sederhana seperti mengamankan perbatasan dan bantuan kemanusiaan, bukan operasi penegakan hukum yang mungkin memerlukan pertempuran melawan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya untuk merebut senjata mereka.
Siapa yang akan Berbicara?
Pertemuan pada Kamis akan dimulai dengan sarapan pukul 9 pagi di Institut Perdamaian AS di Washington. Trump akan tiba pukul 10 pagi untuk menyampaikan sambutan pembukaan dan menandatangani sejumlah resolusi terkait Gaza.
Ketua setiap delegasi yang hadir diinstruksikan untuk menyampaikan sambutan singkat, di mana mereka didorong untuk mengumumkan kontribusi mereka terhadap upaya rekonstruksi Gaza. Akan ada juga pidato dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, para pembantu utama Trump— Jared Kushner dan Steve Witkoff— Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, dan Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov.
Pemimpin Mana yang Berada dalam Tekanan Internal soal Ini?
Dengan lebih dari 20 pemimpin berkumpul di Washington, keputusan tentang kepolisian dan pemerintahan di wilayah Palestina yang diduduki dapat berdampak politik di dalam negeri, terutama bagi pemerintah Indonesia dan Pakistan. Di Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, advokasi untuk kemerdekaan Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade. Opini tentang Dewan Perdamaian di negara itu terbagi sejak Prabowo bergabung dengan meyoritas mengecam keputusan ini. Hasil dari pertemuan di Washington akan berdampak baginya di dalam negeri. Sharif, perdana menteri Pakistan, juga kemungkinan akan menghadapi tekanan di dalam negeri, di mana masyarakat telah lama mendukung perjuangan Palestina.











