Kasus Narkoba yang Melibatkan Pejabat Polisi: Reaksi Publik dan Komentar Komika
Kasus dugaan penguasaan narkotika jenis sabu seberat 488 gram oleh seorang Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota di rumah dinasnya memicu gelombang reaksi publik. Isu ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat luas, tetapi juga mendapat sorotan tajam dari kalangan komika tanah air. Salah satu komika ternama, Mega Salsabila, memberikan tanggapan terhadap kasus yang tengah ramai dibicarakan.
Mega mengungkapkan sindiran keras terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba. Ia menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosialnya, menyoroti siklus buruk yang sering terjadi dalam kasus-kasus seperti ini. “Ada kasat narkoba, jadi bandar narkoba dan positif narkoba, terus lu masih kaget? Lu tuh pada tinggal negara bagian mana sih, kok masih pada kaget sama yang begini-gini. Kan emang begitu siklusnya nih,” ujarnya.
Siklus Busuk dalam Peredaran Narkoba
Menurut Mega, sistem yang terjadi dalam peredaran narkoba sering kali melibatkan oknum polisi. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut berjalan dalam siklus yang tidak sehat. “Dari oknum jadi bandar, turun ke pengedar turun lagi ke pemakai. Pemakainya ditangkap lagi sama oknum. Jadi oknumnya dapat double. Dari bandar dapet, dari nangkep dapet,” katanya.
Ia juga menyoroti peran para pemakai narkoba dalam lingkaran setan ini. Mega menyebut mereka sebagai ‘mesin uang’ bagi oknum yang bermain dalam sistem tersebut. “Makanya orang yang paling kocak itu pemakai, karena lo tuh cuma jadi ternak bahan pencetak uang para oknum. Makanya enggak usah makai-makai begitu dah, lu cuma jadi bahan pencetak, yang kaya oknum. Lu makainya enggak seberape, abis duit lu. Kalau emang mau berantas narkoba, caranya berantas tuh oknum-oknum tuh, emang dia jadi bandarnya,” ujarnya.
Penangkapan Kasat Narkoba dan Pengembangan Kasus
Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 488 gram di rumah dinas AKP M, Kasat Narkoba Polres Bima Kota yang terjerat kasus narkoba. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Polisi Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa barang bukti tersebut diamankan di asrama Polres Bima Kota. Ia menyatakan bahwa sabu tersebut diduga diperoleh dari seorang bandar berinisial KI yang saat ini masih dilakukan pengembangan oleh Ditresnarkoba Polda NTB.
Kholid menambahkan bahwa rencananya narkotika tersebut akan diedarkan di wilayah Sumbawa. “Kalau dari informasi Kasat Narkoba barang tersebut akan diedarkan di daerah Sumbawa,” katanya. Hasil pemeriksaan urine terhadap AKP M menunjukkan bahwa ia positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Dengan temuan barang bukti tersebut, penyidik menetapkan AKP M sebagai tersangka dan melakukan penahanan.
Kapolres Bima Kota Juga Terlibat
Selain Kasat Narkoba, Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, juga ikut terlibat dalam kasus ini. Ia ditetapkan sebagai tersangka usai diduga memiliki sekoper narkoba. Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa dugaan tersebut dibuktikan setelah polisi melakukan penggeledahan di lokasi penyimpanan koper di kediaman Aipda Dianita Agustina, mantan anak buah Didik.
Koper tersebut berisi berbagai jenis narkotika dan psikotropika, termasuk sabu seberat 16,3 gram, 49 butir ekstasi, dua butir sisa pakai dengan berat 23,5 gram, 19 butir alprazolam, dua butir happy five, dan 5 gram ketamin. Setelah mengantongi alat bukti, penyidik menetapkan Didik sebagai tersangka kasus peredaran narkotika dengan beberapa pasal hukum yang terkait.
Penyidik juga sedang mendalami peran istri Didik, Miranti Afrina, dalam perkara tersebut. “Lakukan pengecekan darah dan rambut terhadap Miranti Afriana dan Aipda Dianita Agustina,” ujar Eko. Namun, ia tidak menjawab saat ditanya apakah Miranti turut ditangkap seperti Didik. Eko menegaskan bahwa penyidik masih mendalami peran serta unsur kesengajaan (mens rea) dari Miranti.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











