My WordPress Blog

Detik-detik Yazid Pemuda yang Hilang Ditemukan di Bukit Mongkrang, Tubuh Utuh Setelah 18 Hari

Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Pencarian terhadap seorang pendaki yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Karanganyar, akhirnya membuahkan hasil. Yazid Ahmad Firdaus, seorang pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, ditemukan dalam kondisi meninggal di sekitar Bukit Mitis pada Selasa (10/2/2026) pagi.

Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat melakukan pendakian bersama teman-temannya. Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih 23 hari, dan akhirnya jenazah korban ditemukan oleh relawan gabungan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis. Saat ini, proses evakuasi sedang dilakukan oleh tim gabungan, dan setelah tiba di basecamp, jenazah akan langsung dibawa ke RSUD Karanganyar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Penemuan Jasad oleh Relawan Gabungan

Menurut informasi yang diperoleh, jasad Yazid ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri. Menurut Kalakhar BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, penemuan terjadi pada pukul 08.00 pagi. Ia menjelaskan bahwa jenazah masih utuh dan dikenali sebagai Yazid.

“Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus,” ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan dengan cepat, dan rencananya jenazah akan langsung dibawa ke rumah sakit setelah tiba di basecamp. Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, rencana tersebut sudah disetujui.

Operasi SAR yang Berakhir Tanpa Hasil

Operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan digelar selama sepekan, namun tidak menemukan titik terang. Pada akhirnya, operasi tersebut ditutup pada Sabtu (31/1/2026). Namun, Tim SAR menegaskan bahwa pencarian dapat kembali diaktifkan jika ada petunjuk baru terkait keberadaan korban.

Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Kami sudah melakukan perpanjangan, namun hingga saat ini tidak menemukan jejak ceceran survivor,” kata Basuki.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penutupan ini tidak bersifat permanen. “Apabila suatu hari ditemukan jejak ceceran dari survivor, kemungkinan opsar dibuka lagi,” tambahnya.

Pencarian Mandiri oleh Warga dan Pengelola Bukit Mongkrang

Setelah operasi SAR resmi ditutup, pencarian dilanjutkan secara mandiri oleh warga dan pengelola Bukit Mongkrang. Pengelola, Nuryono, mengatakan bahwa pencarian mandiri dimulai pada Rabu (4/2/2026), dan melibatkan kru petugas pendakian serta warga setempat yang mengenal medan kawasan tersebut.

“Pihak keluarga melakukan pencarian mandiri harus melakukan koordinasi dengan pengelola basecamp, nantinya pencarian bisa dilakukan oleh masyarakat dengan sambil melakukan aktivitas lain,” ujar Basuki.

Kronologi Hilangnya Yazid di Bukit Mongkrang

Yazid hilang saat mendaki bersama tiga temannya, Salman, Sukma, dan Riyan, pada Minggu (18/1/2026). Mereka memulai pendakian pukul 06.30 dan sampai di puncak sekira pukul 08.00. Saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.

Sekitar pukul 09.00, rombongan mulai turun dengan formasi Yazid–Salman–Sukma–Riyan. Jaket Yazid terjatuh, dan ia mengambilnya, lalu Salman dan Sukma menyalip sehingga posisi Yazid menjadi di belakang mereka. Salman terakhir melihat Yazid di jalur turun, dengan jarak sekitar 20 meter menurut keterangan Sukma.

Setelah itu, Yazid tidak kunjung kembali ke basecamp. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.

Ciri-ciri Yazid

Yazid memiliki tinggi 175 sentimeter, berat 68 kilogram, kulit sawo matang, mengenakan kaos dan celana pendek hitam, jaket parasut hitam, sepatu HOKA SG 6 ungu-pink, jam tangan putih. Barang bawaannya termasuk running belt hitam, dua soft flask hitam, botol Coca Cola, snack fit bar, dan headset bone conduction hitam.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *