My WordPress Blog

Korban Perampokan Sadis Boyolali Pulang Usai Alami 22 Luka Sayat

Korban Perampokan Sadis di Pengkol, Karanggede, Mulai Pulih

Daryanti (33), korban selamat dari perampokan sadis yang terjadi di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, kini telah berhasil melewati masa kritis dan menjalani perawatan lanjutan di rumahnya. Ibu muda ini sebelumnya sempat mengalami luka parah akibat serangan brutal pelaku yang diketahui bernama Agus Ratmono.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari lalu, saat pelaku datang ke rumah korban dengan berpura-pura melunasi utang. Namun, niat jahat pelaku terungkap ketika ia menggunakan senjata tajam untuk menyerang korban. Dari hasil visum medis, Daryanti mengalami 22 luka sayat di sekitar leher, 5 luka tusukan di bagian leher, serta 5 luka tusuk di tengkuk. Luka-luka tersebut diduga kuat akibat serangan brutal yang dilakukan oleh pelaku.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyampaikan bahwa Daryanti kini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan sedang menjalani rawat jalan di kediamannya. Meski kondisinya mulai membaik, ia masih membutuhkan pendampingan keluarga serta pemantauan medis secara rutin.

Motif Pelaku Masih Didalami

Agus Ratmono, pelaku perampokan, diduga nekat melakukan aksinya karena kalah dalam judi online. Selain itu, ia juga datang ke rumah korban dengan niat merampok sepeda motor. Pihak kepolisian kini sedang mendalami motif pelaku, termasuk apakah ada keterlibatan orang lain dalam kasus ini. Saat ini, hanya satu tersangka yang diamankan, yaitu AG (30 tahun).

Identitas pelaku telah diketahui oleh keluarga korban. Wahyudi (60), salah seorang anggota keluarga korban, menyebut bahwa AG merupakan warga Dukuh/Desa Pengkol, meskipun tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Namun, antara korban dan pelaku saling mengenal, bahkan hubungan mereka cukup baik. Istri pelaku bahkan sering berkunjung ke rumah korban.

Anak Sulung Selamat karena Tidak Ada di Rumah

CF (12), anak sulung korban, berhasil selamat dari insiden perampokan berdarah karena tidak berada di rumah saat kejadian. Pasangan suami istri Purwanto–Daryanti memiliki dua anak perempuan, CF dan AO. Saat peristiwa terjadi, Daryanti hanya bersama anak keduanya, AO. Sementara itu, CF tidak berada di rumah.

Keberadaan CF saat kejadian memiliki dua versi. Warga yang tinggal di sebelah barat rumah korban menyebut CF berada di rumah neneknya, sementara warga di sebelah timur menyebut CF pergi mengaji. Meski begitu, CF berhasil selamat dari ancaman maut yang menimpa keluarganya.

Kejadian Menggegerkan Warga

Perampokan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, membuat geger warga setempat. Suasana mencekam terlihat dari kondisi lokasi kejadian. Awalnya, Ngatirin, paman korban, dihubungi oleh Purwanto, suami korban, yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat. Setelah sampai di lokasi, ia kaget karena Daryanti mengalami luka parah, sementara anaknya yang berusia 6 tahun meninggal dunia.

Lokasi kejadian terletak jauh dari rumah tetangga, sehingga tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah tersebut terjadi. Lingkungan sekitar juga terdapat pekarangan yang luas, serta dikelilingi pagar. Hanya terdapat satu rumah tetangga yang berjarak sekitar 20 meter.

Warga Mengetahui Saat Sore Hari

Kepala Dusun (Kadus) Pengkol, Sarjono, mengatakan dirinya mendapat informasi kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah menerima kabar, ia langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba, banyak warga telah berkumpul, serta aparat dari Polsek maupun Polres sudah hadir. Ibu korban yang mengalami luka parah telah dievakuasi ke rumah sakit.

Sarjono menyebut korban meninggal dunia adalah anak kedua dari keluarga tersebut. Sampai saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku perampokan sadis tersebut. Ratusan warga tampak memadati rumah korban untuk melihat langsung lokasi kejadian. Tak sedikit warga yang menangis sedih atas peristiwa ini.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *