My WordPress Blog

Turnamen Sepak Bola Putri 3.0 TTS Ditutup, 14 Tim Baru Terbentuk

Penutupan Turnamen Sepak Bola Putri di NTT

Turnamen sepak bola putri yang diberi nama Girls Football 3.0 resmi ditutup pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Plan Indonesia bekerja sama dengan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI) NTT. Penutupan dilakukan di Lapangan Sepak Bola Kesetnana, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT.

Turnamen ini berlangsung sejak Rabu, 4 Februari 2026, dan berhasil menghasilkan sebanyak 14 tim sepak bola anak perempuan. Berbagai tim menunjukkan kemampuan mereka selama pertandingan. Empat tim sepak bola anak perempuan tingkat SMP berhasil menjadi juara dalam turnamen ini.

Banyak tokoh penting hadir dalam penutupan acara tersebut. Di antaranya adalah Kadis Pemuda dan Olahraga, Wilgo Nenometa, Kadis P3A, Ardy Benu, Kepala Desa Kesetnana, Sekretaris PSSI Kabupaten TTS, tim wasit, serta perwakilan Dinas P dan K.

Direktur RSBI-NTT, Yahya Ado, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya turnamen ini. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan dari berbagai pihak.

Ia menjelaskan bahwa hadiah kejuaraan tidak berupa uang pembinaan, melainkan bentuk pengembangan karakter anak. Hadiah ini disiapkan khusus untuk 14 sekolah binaan. “Kami mengganti uang pembinaan dengan hadiah hiburan dan kegiatan youth campaign yang kami siapkan untuk masing-masing sekolah,” jelasnya.

Youth campaign merupakan bagian dari program Girls Football 3.0. Program ini akan dipimpin oleh anak-anak sendiri, mulai dari mengajukan proposal, merancang kegiatan, hingga melakukan kampanye. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kekerasan terhadap anak.

Yahya berharap melalui turnamen ini, para peserta dapat terus berkembang dan menjadi calon pemimpin masa depan. Medali yang diterima bisa menjadi motivasi untuk bermimpi dan mengharumkan nama daerah.

Project Manager Girls Football 3.0 dari Plan Indonesia, Alda Soraya, juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia berharap peserta dan masyarakat dapat menyebarkan informasi bahwa Kabupaten TTS kini memiliki 14 tim sepak bola putri.

“Kami berharap semua yang hadir dapat menggaungkan bahwa sekarang TTS punya 14 tim sepak bola anak perempuan. Anak-anak pemain dan peer educator dari 14 sekolah ini bukan hanya bisa bermain bola, tetapi juga bisa memberikan edukasi seputar kesehatan reproduksi, kepemimpinan, dan perlindungan anak,” jelasnya.

Alda mengajak semua pihak untuk terus membagi cerita tentang turnamen ini agar semakin banyak ruang-ruang yang terbuka untuk memberi akses kepada anak untuk berani bermain, belajar menjadi pemimpin, hingga mencapai kesetaraan sesuai dengan yel-yel dalam program ini.

Salah satu peserta yang berhasil menjuarai Girls Football 3.0 menyampaikan rasa senang dan terharu atas kemenangannya. Ia berharap turnamen ini dapat diselenggarakan lagi.

“Perasaan saya sangat senang dan terharu karena latihan sejak Oktober 2025 tidak sia-sia. Saya mendapatkan banyak hal dari proses latihan hingga turun tanding, seperti kerjasama tim, teknik bermain, dan komunikasi,” ungkapnya.

Ia mengaku senang bermain sepak bola meskipun lapangan di desanya tidak terlalu luas. Terkadang ada rekannya yang cedera selama latihan, termasuk dirinya. Namun, ia selalu mendapat dukungan dari guru dan sahabatnya untuk terus bermain.

Tim wasit dari PSSI Kabupaten TTS melalui Sekretaris PSSI, Erick Ataupah, menyampaikan bahwa mereka menemukan pendekatan yang cukup berbeda dalam mendukung turnamen ini. “Saya cukup terkesan dengan turnamen ini, dimana ada pendekatan yang lebih kita utamakan yaitu sosialisasi terkait teknik bermain kepada pemain. Kami berharap Plan Indonesia terus menjalin hubungan dengan PSSI, karena kami dapat memberikan catatan teknis sepak bola, dimana dapat menjadi dasar peningkatan adik-adik kedepan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Wilgo Nenometa, mewakili pemerintah Daerah menutup kegiatan ini. Ia berterima kasih kepada pihak penyelenggara karena telah menyelenggarakan turnamen yang baik ini. “Terima kasih teman-teman dari Plan Indonesia dan RSBI NTT karena program ini luar biasa. Pemerintah sangat senang karena sudah membantu pemerintah khususnya Dispora untuk kita menghidupkan olahraga di Timur Tengah Selatan sekaligus juga kita melatih adik-adik kita untuk menjadi pemimpin-pemimpin terhebat di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Turnamen Girls Football 3.0 merupakan salah satu rangkaian dari program Girls Football oleh Plan Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak perempuan untuk berani bermain sepak bola, berani memimpin hingga mencapai kesetaraan.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *