My WordPress Blog
Hukum  

Ida Fauziyah Dikonfirmasi Terima Rp50 Juta Terkait Sertifikat K3 dalam Kasus Noel

Sidang Korupsi Sertifikat K3: Mantan Menaker Diduga Terima Uang Rp50 Juta dalam Bentuk Euro

Dalam sidang kasus korupsi pengurusan sertifikat K3 dengan terdakwa eks Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer, seorang saksi bernama Dayuna Ivon Muriyono memberikan kesaksian mengenai dugaan penerimaan uang oleh mantan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Dalam kesaksian tersebut, disebutkan bahwa Ida Fauziyah diduga menerima uang senilai Rp50 juta dalam bentuk mata uang Euro.

Berdasarkan keterangan Dayuna, uang tersebut berasal dari Hery Sutanto, eks Direktur Bina Kelembagaan, yang diserahkan melalui perantara ke tangan Dirjen Kemenaker Haiyani Rumondang, yang kemudian akan meneruskannya kepada Ida Fauziyah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengurusan dan pemerasan sertifikat K3 di lingkungan instansi tersebut.

Dayuna Ivon Muriyono, PPPK Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenaker, menyampaikan pernyataannya saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat (6/2/2026). Ia menjelaskan bahwa uang tersebut diminta untuk disampaikan kepada Bu Dirjen, yang kemudian akan menyerahkannya kepada Ibu Menteri.

“Uang tersebut beliau meminta saya untuk menyampaikan ke Bu Dirjen, dan nantinya akan ditujukan kepada Ibu Menteri,” ujarnya.

Proses Pemberian Uang dalam Bentuk Euro

Menurut keterangan Dayuna, uang sebesar Rp50 juta ini diberikan dalam bentuk mata uang Euro yang dimasukkan dalam amplop cokelat oleh Hery Sutanto. Proses pemberian uang ini berlangsung antara tahun 2021 hingga Februari 2025. Namun, amplop tersebut tidak diantar langsung oleh Hery, melainkan melalui perantara bernama Gunawan.

Saat menerima amplop tersebut, Dayuna memeriksa jumlah uang yang diantarkan. Amplop berisi uang euro itu tidak tertutup dan ditempeli bukti penukaran uang. Ia mengaku bahwa dirinya memeriksa isi amplop karena diamanahkan oleh Hery untuk menerima dan menyerahkan uang tersebut agar sampai ke tangan Ida Fauziyah.

“Mohon izin pak. Jadi, posisi amplop itu tidak tertutup,” katanya.

Setelah uang tersebut diserahkan ke Haiyani, Dayuna sempat menghubungi Hery untuk memberikan laporan. Dalam percakapan WhatsApp yang dibacakan jaksa, Dayuna menyampaikan bahwa amplop telah disampaikan kepada Ibu Dirjen.

Siapa Sosok Ida Fauziyah?

Ida Fauziyah lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 17 Juli 1969. Ia merupakan alumni MAN Tambakberas, Jombang, sebelum melanjutkan studi sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Satyagama dan meraih gelar Doktor dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Latar belakang akademis yang kuat ini menjadi fondasi utama keterlibatannya dalam sektor kebijakan publik. Sejak masa kuliah, Ida dikenal sangat aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya melalui Fatayat NU.

Karier Politik Ida Fauziyah

Karier politik Ida Fauziyah dimulai pada 1999 saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kepercayaan konstituen membuatnya bertahan di Senayan selama empat periode berturut-turut hingga tahun 2018.

Pada tahun 2018, Ida mengambil langkah besar dengan maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sebagai calon wakil gubernur mendampingi Sudirman Said. Meski belum berhasil memenangkan kontestasi tersebut, momen ini semakin memperkuat profilnya di panggung politik nasional.

Menjadi Menaker dan Kembali ke Parlemen

Kepercayaan besar kembali datang pada Pilpres 2019, di mana Ida dipercaya menjabat sebagai Direktur Penggalangan Suara Perempuan dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf Amin. Keberhasilan strategi tim membawanya masuk ke dalam kabinet sebagai Menteri Ketenagakerjaan periode 2019–2024.

Pada Pemilu 2024, Ida memutuskan untuk kembali mengabdi melalui jalur legislatif. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 mewakili Dapil DKI Jakarta II dengan perolehan signifikan sebanyak 76.092 suara.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *