Liverpool Perlu Memperkuat Lini Pertahanan
Liverpool saat ini sedang berada di posisi yang cukup menantang dalam persaingan Liga Premier. Untuk menghindari persaingan ketat dan memastikan finis di empat besar, klub harus menjaga performa yang konsisten. Kegagalan untuk mencapai target ini bisa memiliki konsekuensi serius, terutama setelah pengeluaran besar-besaran sebesar £450 juta pada musim panas lalu.
Tim asuhan Arne Slot memilih untuk tidak melakukan perekrutan pemain baru pada bursa transfer Januari. Meskipun FSG yakin bahwa Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate mampu memenuhi tugas mereka selama bulan-bulan penting, keputusan ini memberi tekanan pada lini belakang yang sudah mulai terlihat rapuh.
Transfer Pemain Muda Prancis
Liverpool akhirnya menyelesaikan transfer Jeremy Jacquet dari Rennes pada hari terakhir bursa transfer. Pemain muda berusia 20 tahun itu diboyong dengan harga £60 juta. Namun, Jacquet akan tetap berada di Prancis untuk sementara waktu, sehingga Liverpool hanya memiliki beberapa opsi pemain bertahan tengah.
Giovanni Leoni yang sedang pulih dari cedera ACL juga menjadi perhatian. Hal ini membuat Liverpool harus fokus pada area lain dalam rencana transfer musim panas mendatang.
Prioritas Transfer Musim Panas
Meskipun ketidakpastian mengelilingi Mohamed Salah, yang dikabarkan akan berpindah ke Liga Pro Saudi, FSG hanya akan menyetujui kepergiannya jika ada pengganti yang tepat. Di sisi lain, lini tengah juga menjadi masalah serius, terutama dengan Alexis Mac Allister dan Curtis Jones yang dikaitkan dengan kepindahan.
Adam Wharton dari Crystal Palace menjadi solusi yang menarik. Menurut sumber Spanyol, harga jual Wharton ditetapkan sebesar €95 juta (setara £82 juta), yang membuatnya menjadi salah satu gelandang paling diminati di Eropa. Liverpool bersaing dengan Manchester United dan Real Madrid dalam perebutan pemain internasional Inggris tersebut.
Mengapa Wharton Cocok untuk Liverpool?
Slot telah dikritik karena kurang mampu memaksimalkan potensi para pemainnya. Namun, ia lebih menyukai gaya permainan berbasis penguasaan bola. Wharton bisa menjadi kunci dalam memperbaiki sistem yang kurang kreatif.
Menurut jurnalis Henry Winter, Wharton dikenal sebagai “mesin pengumpan” yang memiliki kemampuan tinggi dalam menciptakan peluang. Ia termasuk dalam 6% gelandang terbaik Liga Premier dalam hal menciptakan peluang besar dan 13% teratas untuk umpan panjang. Bakat alaminya dalam memberikan umpan tajam juga membantu dalam membangun pressing agresif.
Selain itu, Wharton memiliki kemampuan bertahan yang baik, dengan rata-rata 4,8 duel dimenangkan dan 2,4 tekel per pertandingan. Ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk memperkuat lini pertahanan Liverpool.
Performa Jacquet vs Konate
Meskipun Jacquet baru saja mencatatkan 31 penampilan senior untuk Rennes, ia telah menjadi pemain andalan di Ligue 1 musim ini. Namun, ia masih perlu meningkatkan kematangannya dalam hal kesalahan dan keputusan di lapangan.
Berikut adalah perbandingan statistik antara Jacquet dan Konate:
- Pertandingan (mulai): Jacquet 18 (18), Konate 23 (23)
- Gol + Assist: Jacquet 0 + 0, Konate 1 + 0
- Clean sheet: Jacquet 5, Konate 5
- Sentuhan: Jacquet 71,0, Konate 75,0
- Umpan akurat: Jacquet 52,5 (91%), Konate 54,8 (89%)
- Peluang tercipta: Jacquet 0,5, Konate 0,2
- Perebutan bola: Jacquet 4,2, Konate 2,8
- Tekel + intersepsi: Jacquet 2,4, Konate 2,0
- Duel darat yang dimenangkan: Jacquet 2,4 (61%), Konate 2,6 (65%)
- Duel udara dimenangkan: Jacquet 2,1 (76%), Konate 3,8 (73%)
- Kesalahan yang dibuat: Jacquet 4x, Konate 4x
Kesimpulan
Meskipun Jacquet memiliki potensi untuk menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia, Wharton mungkin akan lebih mudah beradaptasi dengan sistem Liverpool. Dengan pengalaman di Liga Premier, Wharton bisa langsung menjadi starter dan membantu klub meraih hasil yang lebih baik.










