Perjalanan Iptu Fitri: Dari Kegagalan Menjadi Polisi hingga Menjadi Kapolsek
Kisah sukses seorang polisi tidak selalu mulus. Bagi Iptu Fitri S Ali, jalan menuju kesuksesan di dunia kepolisian penuh dengan tantangan dan perjuangan. Sebelum menjadi Kapolsek Telaga Biru, ia sempat mengalami kegagalan empat kali saat mendaftar TNI. Namun, ketekunan dan doa orang tua akhirnya membawanya ke titik yang diinginkan.
Iptu Fitri lahir di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo pada 7 Juli 1986. Setelah lulus dari SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo, ia memiliki cita-cita untuk menjadi prajurit TNI. Sayangnya, nasib berkata lain. Ia gagal empat kali dalam proses seleksi TNI. Meskipun begitu, ia tidak menyerah dan mencoba peruntungan di institusi Polri. Kali ini, ia langsung dinyatakan lulus hanya dalam satu kali tes.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi keluarganya. Ternyata, Iptu Fitri sedang menuntaskan mimpi masa lalu sang ayah yang juga pernah gagal menjadi anggota polisi. Ayahnya pernah mencoba masuk polisi beberapa kali, tetapi tidak berhasil. Kini, keberhasilan Iptu Fitri menjadi bukti bahwa mimpi ayahnya akhirnya terwujud.
Perjalanan Karier di Dunia Kepolisian
Setelah lulus dari SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo, Iptu Fitri memulai kariernya di Korps Brimob. Selama lebih dari 16 tahun, sejak Desember 2005 hingga Agustus 2021, ia mengabdikan diri di satuan tersebut. Berbagai jenjang pangkat dilalui, dari Bintara Bripda hingga menjadi Perwira Ipda. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kasi Provos Brimob Polda Gorontalo.
Selama masa itu pula, ia menempuh pendidikan perwira serta melanjutkan pendidikan akademik hingga S1 dan S2. Pada 2021, ia mendapat amanah baru sebagai Kanit 1 Paminal Bid Propam Polda Gorontalo. Empat tahun bertugas di Propam menabalkan pengalaman baru sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polsek Telaga Biru.
“Saya empat tahun di Propam Polda Gorontalo, dan bulan Maret 2025, saya diberikan amanah menjadi Kapolsek Telaga Biru,” ujarnya.
Keluarga yang Berkontribusi pada Kesuksesannya
Kisah inspiratif Iptu Fitri tidak hanya datang dari dirinya sendiri. Tiga dari lima bersaudara di keluarganya kini menjadi anggota polisi. Ia menyebut, “Dari lima kami bersaudara, tiga orang polisi.” Perjalanan adik-adiknya juga tidak mudah. Salah satu di antaranya bahkan pernah bekerja sebagai sekuriti sambil terus mencoba menjadi polisi.
Sebagai kakak, Iptu Fitri selalu menanamkan pesan moral kepada adik-adiknya. Terutama karena profesi polisi saat ini berada di bawah sorotan publik. Ia kerap mengingatkan mereka dengan pesan sederhana namun bermakna. “Ketika kalian pulang ke kampung ini, ingat bahwa orang-orang yang di kampung ini dulu adalah orang-orang yang pernah mendoakan, jadi jangan nanti mereka buat masalah, kalau buat masalah, saya sendiri yang akan menangani,” tegasnya.
Kini, kesuksesan lima bersaudara itu masih dapat disaksikan langsung oleh kedua orang tua mereka yang hingga kini masih sehat.
Peran di Dunia Pendidikan
Selain aktif sebagai polisi, Iptu Fitri juga menjalani peran lain di dunia pendidikan. Istrinya merupakan tenaga pendidik sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gorontalo, sementara ia sendiri menjadi dosen praktisi sejak 2021.
Dalam aktivitas mengajar, ia berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum dan kewarganegaraan. “Kalau saya materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), hukum. Saya dari 2021 sudah mengajar,” tutupnya.











