My WordPress Blog

Sembilan Negara Muslim Patahkan Serangan AS ke Iran

Perundingan Nuklir AS-Iran Kembali Berjalan

Perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berjalan setelah sebelumnya menghadapi tantangan akibat permintaan perubahan lokasi. Pembicaraan ini disebut kembali dijalankan setelah beberapa pemimpin dari kawasan Timur Tengah melakukan lobi terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump, dengan harapan agar tidak menindaklanjuti ancaman serangan terhadap Iran.

Dua pejabat AS mengungkapkan informasi tersebut kepada media AS Axios. Mereka menyatakan bahwa pembicaraan akan diadakan di Oman, seperti yang telah ditegaskan oleh Iran, meskipun awalnya AS menolak rencana pertemuan di Istanbul. Kebuntuan ini memicu kekhawatiran di kawasan bahwa Presiden Trump mungkin beralih ke tindakan militer. Namun, setidaknya sembilan negara di kawasan ini telah menghubungi Gedung Putih dan meminta AS untuk tetap melanjutkan pertemuan tersebut.

“Mereka meminta kami untuk tetap mengadakan pertemuan dan mendengarkan apa yang dikatakan Iran. Kami telah mengatakan kepada negara-negara Arab bahwa kami akan melakukan pertemuan jika mereka bersikeras. Namun kami sangat skeptis,” kata seorang pejabat AS.

Pejabat AS lainnya menyatakan bahwa pemerintahan Trump setuju untuk mengadakan pertemuan tersebut “untuk menghormati” sekutu AS di kawasan dan “untuk terus melanjutkan jalur diplomatik.”



Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan putra mahkota Saudi Muhammad bin Salman. EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS – (EPA)

Sebelumnya, AS dan Iran sepakat bertemu pada hari Jumat di Istanbul, dengan negara-negara Timur Tengah lainnya sebagai pengamat. Namun, Iran memutuskan untuk memindahkan pembicaraan ke Oman dan mengadakannya dalam format bilateral, agar fokus hanya pada masalah nuklir dan bukan isu lain seperti rudal yang menjadi prioritas AS dan negara-negara kawasan.

Para pejabat Amerika awalnya terbuka terhadap permintaan perubahan lokasi, namun kemudian menolaknya. Setelah Axios melaporkan bahwa pertemuan tersebut dibatalkan, AS kembali berubah pikiran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi melalui X bahwa pembicaraan akan diadakan di Muscat sekitar pukul 10 pagi hari Jumat. “Saya berterima kasih kepada saudara-saudara kita di Oman karena telah membuat semua pengaturan yang diperlukan,” tulisnya.

Pembicaraan akan fokus pada tiga isu utama: pengayaan uranium, kemampuan rudal balistik, dan kelompok bersenjata di kawasan yang didukung oleh Iran. Pemerintahan Trump mengatakan Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium di dalam negerinya. Teheran hanya bersedia membatasi pengayaan hingga 20 persen.

Washington juga ingin Iran membatasi kemampuan rudal balistiknya, yang saat ini mencapai jarak hingga 2.500 km, sehingga pangkalan militer Israel dan AS di wilayah tersebut dapat dijangkau. Iran mengatakan rudal-rudal ini adalah bagian dari kemampuan pertahanan negaranya, merujuk pada serangan Israel pada bulan Juni yang menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran.

Washington ingin Iran berhenti mendukung sekutu non-negara di kawasan – sebuah tuntutan yang didukung oleh Israel dan beberapa pemerintah Arab. Iran menolak argumen bahwa mendukung apa yang disebutnya sebagai “poros perlawanan” adalah tindakan yang mengganggu stabilitas.



Citra satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan situs pengayaan nuklir Natanz di Iran setelah serangan Israel pada Sabtu, 14 Juni 2025. – (Planet Labs PBC)

Lalu ada program luar angkasa strategis Iran, yang bertugas mencapai swasembada dalam desain satelit dan komunikasi. Washington, Israel, dan pemerintah Barat lainnya telah menyuarakan keprihatinan mengenai program ini dan meningkatnya kerja sama antara Teheran dan Moskow.

Teheran mengatakan perundingan harus adil dan mencakup pencabutan sanksi yang telah menghancurkan perekonomiannya. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia ingin mencapai kesepakatan, meskipun pasukan AS yang ditempatkan di kawasan siap mencari alternatif lain.

Para pemain regional berharap upaya diplomatik mereka akan membawa Teheran dan Washington mencapai kesepakatan. Sebaliknya, Israel terus menyiapkan skenario perang.



Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019. – (Dok US Navy)

Pada Selasa, utusan Gedung Putih Steve Witkoff bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekelompok pejabat senior pertahanan di Israel untuk mengoordinasikan posisi menjelang pembicaraan dengan Iran. Para pejabat Israel mengatakan Witkoff telah diberi pengarahan tentang intelijen terbaru Israel mengenai Iran, dan Netanyahu menekankan bahwa Iran tidak dapat dipercaya.

Witkoff dan menantu Trump serta penasihatnya Jared Kushner diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Qatar pada Kamis untuk melakukan pembicaraan mengenai Iran dengan perdana menteri. Dari sana, mereka akan melakukan perjalanan ke Oman untuk bertemu dengan Iran.

Para pejabat AS mengatakan bahwa mengingat perilaku Iran dalam beberapa hari terakhir, dan kurangnya terobosan dalam perundingan sebelumnya, mereka masih skeptis bahwa kesepakatan akan tercapai.

“Kami tidak naif terhadap Iran. Jika memang ada perundingan yang nyata, kami akan melakukannya tetapi kami tidak akan membuang-buang waktu,” kata pejabat AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Presiden Donald Trump memiliki beberapa opsi untuk berurusan dengan Iran, dan menekankan bahwa negaranya siap bertemu dengan Iran pada Jumat ini. Dia menekankan bahwa Washington terbuka untuk berkomunikasi langsung dengan rezim Iran, bahwa Presiden Trump siap berkomunikasi dengan pihak manapun, dan bahwa dia tidak melihat hal ini sebagai sebuah konsesi.

Menteri Luar Negeri AS berpendapat bahwa membatasi perundingan pada satu isu saja tidak lagi cukup dari sudut pandang Washington, dan menekankan bahwa setiap perundingan dengan Iran harus mencakup diskusi mengenai isu rudal balistik.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *