Fakta-Fakta Baru dari Kesaksian Teman KKN Jokowi
Pada sidang gugatan citizen lawsuit di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Selasa (3/2/2026), beberapa fakta baru terungkap mengenai masa KKN Joko Widodo (Jokowi) di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Kesaksian yang diberikan oleh dua rekan Jokowi dan anak lurah setempat memperkuat berbagai aspek kehidupan selama KKN, namun tetap dinilai janggal oleh penggugat.
Listrik di Desa Ketoyan Saat KKN
Salah satu poin penting yang dibahas adalah adanya akses listrik di Desa Ketoyan saat Jokowi menjalani KKN. Saksi Ritje Widjaja, alumnus Biologi UGM Yogyakarta, menyampaikan bahwa ada pentas perpisahan menggunakan gitar listrik dengan bantuan genset milik kepala desa. Meski tidak terhubung dengan PLN, ia menegaskan bahwa hal ini bukan menjadi kendala karena kepala desa juga seorang pengusaha penggilingan padi yang memiliki genset.
“Ada musik, pakai listrik. Sebenarnya gampang banget, karena selain menjabat sebagai kepala desa, beliau juga pengusaha penggilingan padi dan pasti punya genset. Bisa dipakai untuk penerangan, meski tidak terus-terusan,” ujarnya di hadapan majelis hakim.
Keterangan Ritje diperkuat oleh Yohana, yang menyebut bahwa di lokasi KKN saat itu kondisinya sudah ada penerangan listrik, meskipun mati pada pukul 00.00. “(Penerangan) Menggunakan genset, kita tambahan ada petromat, ada listrik tapi bukan PLN,” katanya.
Panggilan Akrab “Jack”
Di samping itu, Ritje juga mengungkap panggilan akrab Jokowi saat KKN. Menurutnya, Jokowi sering dipanggil dengan nama Jack. “Kalau di lingkungan kami memanggil Jokowi dengan Jack. Pada waktu KKN, saya memanggilnya sebagai Jack,” kata Ritje Dwidjaja dalam persidangan.
Yohana menegaskan bahwa panggilan Jack untuk Jokowi memang berasal dari mereka sendiri selama menjalani KKN. “Ya namanya adalah Joko Widodo ya. Kalau manggil jok kan sudah biasa, pengen lain dari pada yang lain biar keren dipanggil Jack. Kami berempat yang memanggil Joko Widodo, Jack. Benar-benar Jack bukan yang lain,” kata Yohana.
Keduanya menyebut bahwa Jokowi tidak pernah mempermasalahkan panggilan tersebut dan menerimanya sebagai bentuk keakraban selama KKN.
Isu Kacamata Jokowi
Terkait isu apakah Jokowi menggunakan kacamata selama menjalani KKN, Yohana dan Ritje menyatakan secara tegas bahwa mereka tidak pernah melihatnya memakai kacamata dalam kegiatan sehari-hari. Mereka menunjukkan foto KKN yang masih disimpannya, di mana Jokowi tidak menggunakan kacamata.
Mengetahui hal itu, kuasa hukum penggugat membandingkannya dengan foto ijazah Jokowi yang menggunakan kacamata. Ritje pun memastikan kedua foto itu orang sama. “Berdasarkan ingatan saya, itu adalah Pak Jokowi,” tegasnya.
Kejanggalan dalam Kesaksian
Meski demikian, penggugat Muhammad Taufiq menilai keterangan para saksi tidak selaras satu sama lain. Ia menyebut bahwa keterangannya sangat berbeda, terutama terkait acara pentas seni. “Yang anak kandung mengatakan pentas seni itu tidak pakai gitar listrik, yang berpentas juga bukan pak Joko Widodo tetapi yang berpentas warga,” ungkap Taufiq.
Ia juga menyoroti ketidaktahuan para saksi terhadap sejumlah hal mendasar di Desa Ketoyan. Menurutnya, jika benar para saksi tinggal dan melaksanakan KKN di rumah lurah setempat, seharusnya mereka mengenal lingkungan sekitar dengan baik.
Selain itu, Taufiq juga mempertanyakan pemahaman para saksi mengenai aspek akademik pelaksanaan KKN, termasuk syarat akademik dan sertifikat kelulusan. “Dari semua saksi meskipun mereka mengatakan KKN di desa Ketoyan, tidak satupun bisa membuktikan apa syarat-syarat akademik dan kami juga sertifikat pernah KKN. Ternyata mereka tidak tahu,” jelasnya.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











