Kehilangan yang Mendalam atas Wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat
Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim Sayyid Mengga, meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Makassar pada hari Sabtu (31/1/2026). Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Sulawesi Barat, dan berbagai kalangan yang mengenal perjalanan hidup dan pengabdiannya.
DPP Garda Satu menilai almarhum sebagai seorang pejuang masyarakat bawah, terutama dalam hal pendidikan dan ketidakadilan sosial. Ia juga aktif dalam mendukung organisasi masyarakat (ormas), termasuk Garda Satu Sulbar, sebagai pembina. Duka cita disampaikan oleh Sekjen Garda Satu, Solihin Pure, yang mendoakan almarhum husnul khotimah dan keluarga diberi ketabahan.
Peran dan Kepedulian Almarhum
Menurut M. Afiat Haripai, tokoh masyarakat Sulawesi Barat sekaligus Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Garda Satu, kepribadian almarhum sangat luar biasa. “Innalillahi wainnalillahi rojiun, kami masyarakat Sulbar sangat kehilangan beliau (Salim Sayyid). Beliau salah seorang pejuang masyarakat bawah,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.
Afiat menjelaskan bahwa almarhum sangat peduli terhadap kehidupan sosial dan ketidakadilan di masyarakat bawah. Jika menemukan ketidakadilan, Wagub Salim sangat marah. “Beliau ini sangat peduli kepada pendidikan di masyarakat bawah, apalagi jika menemukan ketidakadilan, beliau sangat marah. Almarhum sangat peduli kepada masyarakat bawah, terutama masalah pendidikan,” jelasnya.
Dukungan terhadap Organisasi Masyarakat
Almarhum juga sangat peduli kepada beberapa ormas yang ada di Sulbar, termasuk Garda Satu. Menurut Afiat, Wagub Salim mendorong Garda Satu Sulbar untuk menjadi aspirasi masyarakat bawah. “Kebetulan almarhum sebagai pembina Garda Satu Sulbar, beliau sangat merespons baik adanya Garda Satu di Sulbar. Bahkan beliau sangat antusias saat dimasukkan menjadi pembina,” kenangnya.
Sekjen Garda Satu Solihin Pure juga menyampaikan rasa duka atas wafatnya Pembina DPW Garda Satu Sulbar yang juga Wagub Sulbar. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, di lapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Insya Allah husnul khotimah. Aamiin,” ucap Pure.
Rencana Pemakaman
Wakil Gubernur Sulawesi Barat Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Siloam, Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 06.40 Wita. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka.
Suhardi Duka menyampaikan ucapan berduka cita atas meninggalnya wakil yang telah menemaninya memimpin Sulbar setelah dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. “Saya Gubernur dan seluruh rakyat Sulbar sangat kehilangan sosok teladan, pemimpin yang istikamah, pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya. Selamat jalan kakanda, sahabat sekaligus orang yang kami tuakan. Kami doakan Allah SWT menempatkanmu di tempat yang mulia,” kata Gubernur Suhardi Duka.
Jenazah Salim S Mengga akan diterbangkan ke Jakarta dan disemayamkan di rumah anak pertamanya di Jalan Taman Cilandak, Cilandak Barat, Jakarta Selatan sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Profil Lengkap Wakil Gubernur Sulawesi Barat
Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga dilantik sebagai Wakil Gubernur terpilih Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada 20 Februari 2025. Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulbar 2024, Salim mendampingi Suhardi Duka sebagai wakil calon gubernur.
Pasangan nomor urut 3 ini keluar sebagai pemenang setelah memperoleh suara terbanyak 337.512 atau 46,18 persen dari total pemilih. Nama Salim S Mengga tak asing bagi warga Sulawesi Barat, terutama di Kabupaten Polewali Mandar.
Salim S Mengga merupakan anak dari Sayyid Mengga Alattas, Bupati Polewali Mamasa periode 1980-1990. Ia lahir di Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada 24 September 1951. Salim menyelesaikan pendidikan SD pada 1964, diikuti SMP pada 1967, dan SMA pada 1970.
Setelah tamat SMA, Salim memilih melanjutkan pendidikan militer di Akabri pada 1974, kemudian Susarcab Kavaleri (1975), Sus Paharsat (1977), Sustar Danki (1979), Tarkor Bantem (1981), Suslapa Kavaleri (1984), Suagumil (1985), Seskoad (1981), Tarpers Gati (1991), Susdandim (1993), Susgati Sospol (1995), Suspaharsat (1997), dan Lemhanas (2001).
Karir militer Salim dimulai pada 1975, dengan menjabat sebagai Komandan Peleton Detasemen, Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV Hasanuddin ketika masih berpangkat Letnan Dua. Saat menempuh pendidikan militer di Akabri, Salim merupakan teman satu angkatan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











