My WordPress Blog

Plt Bupati Bekasi Minta Bantuan Dedi Mulyadi Tangani Jebolnya Tanggul Citarum

Peninjauan Plt Bupati Bekasi ke Lokasi Tanggul Jebol Sungai Citarum

Pada Rabu (21/1/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul jebol Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong. Ia datang bersama beberapa pejabat terkait seperti Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, Kepala Dinas Sosial Alamsyah, dan Camat Muaragembong. Mereka ditemui oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melihat proses perbaikan tanggul serta berdialog dengan warga yang terdampak banjir.

Asep menyampaikan bahwa saat ini kondisi banjir di Kabupaten Bekasi sudah mulai surut. Dari 17 kecamatan yang terdampak sebelumnya, kini hanya tersisa 12 kecamatan yang masih terkena dampak banjir. Ia juga menekankan pentingnya penanganan secara permanen terhadap tanggul jebol tersebut.

Permintaan Perbaikan Secara Permanen

Asep meminta agar perbaikan tanggul dilakukan secara permanen menggunakan teknologi sheet pile seperti yang telah diterapkan di Kalimalang. Ia mengatakan bahwa langkah ini perlu didorong ke pemerintah pusat. Untuk itu, dirinya akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna membantu mendorong rencana tersebut.

“Saya datang ke sini dapat laporan dari masyarakat bahwa ada tanggul jebol kemarin malam. Dan antisipasi sudah dilakukan, terima kasih pak camat, pak lurah, kepala BPBD, masyarakat yang langsung tangani darurat sampai BBWS datang dan akhirnya sekarang sudah landai,” ujar Asep.

Ia menambahkan bahwa penanganan darurat telah dilakukan dengan cepat dan efektif. Namun, ia tetap menekankan perlunya solusi permanen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Proses Perbaikan Darurat dan Tindakan Warga

Di lokasi tanggul jebol, petugas dan warga setempat sedang melakukan penanganan darurat. Mereka membawa karung-karung berisi pasir dan menggunakan bambu sebagai bahan penahan. Genangan air yang tersisa hanya mencapai ketinggian 20-30 sentimeter, sehingga tidak lagi mengganggu permukiman warga.

Charli, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa rumahnya yang sebelumnya terendam hingga 50 sentimeter sudah mulai surut. Meski begitu, ia tetap berharap adanya penanganan permanen agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.

“Maunya kita permanen, kalau begini terus ya nanti bakal jebol lagi,” kata Charli.

Penanganan Darurat oleh BBWS Citarum

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Jaya Sampurna, menjelaskan bahwa penanganan darurat telah dimulai sejak kemarin dan ditargetkan selesai dalam tiga hari. Ia menilai bahwa tanah aluvial di wilayah Muara Gembong membuat penanganan lebih kompleks.

Untuk sementara, BBWS Citarum menggunakan geobag yang diperkuat dengan dolken untuk menutup titik tanggul jebol. Dalam penanganan darurat tersebut, BBWS menurunkan satu kontainer geobag dengan total sekitar 1.000 unit. Setiap geobag memiliki volume sekitar setengah meter kubik.

Jaya menegaskan bahwa diperlukan kajian dan simulasi untuk memastikan solusi permanen benar-benar andal. Ia menyarankan penggunaan teknologi seperti sheet pile dan ripetment untuk mencegah kolaps pada saat debit air besar.

Kerusakan Rumah Warga Akibat Banjir

Sebuah rumah di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, mengalami kerusakan parah akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Bagian belakang rumah ambruk, sementara tiang-tiang retak dan nyaris roboh. Seluruh peralatan rumah tangga dan elektronik ikut terbawa air.

Sarmina, pemilik rumah, menceritakan bagaimana ketika itu ia sedang salat isya dan mendengar suara dentuman keras. Suaminya langsung keluar dan menemukan air sungai meluap. Sarmina dan keluarganya harus segera mengungsi ke rumah anaknya karena rumah tidak bisa ditempati lagi.

Koordinasi dan Bantuan Darurat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 553 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum. Luapan air mencapai ketinggian 10 hingga 60 sentimeter di lima kampung terdampak.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah melakukan koordinasi dan pendataan bersama RT, kepala dusun, serta pihak pemerintah desa. Selain itu, bantuan logistik seperti bronjong, karung, terpal, pop mie, air mineral, dan paket sembako telah disalurkan ke lokasi terdampak.

Dodi Supriadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang tanggul Kali Citarum untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *