Rincian Pembagian Kelompok Terbang Jemaah Haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 M
Kementerian Haji dan Umrah RI telah merilis pembagian Kelompok Terbang (kloter) untuk melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Indonesia pada tahun 1447 H/2026 M. Pembagian kloter ini menjadi bagian penting dari Rencana Perjalanan Ibadah Haji (RPH) yang telah ditetapkan.
Jemaah haji mulai memasuki asrama haji di berbagai embarkasi di Indonesia pada hari Selasa, 21 April 2026, atau bertepatan dengan 4 Dzulqa’idah 1447 H. Pada tahap awal ini, jemaah akan melalui beberapa proses seperti pemeriksaan kesehatan akhir, pengecekan dokumen, pembekalan manasik, serta pendistribusian perlengkapan resmi haji.
Keberangkatan jemaah haji gelombang pertama akan dimulai pada 22 April 2026 (5 Dzulqa’idah 1447 H). Rangkaian perjalanan akan terus berlangsung hingga memasuki fase Puncak Haji, yaitu pergerakan jemaah menuju Arafah pada 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447) dan Wukuf pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447).
Setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah, fase Pemulangan Jemaah Haji akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Dalam penyelenggaraan ini, dua maskapai penerbangan resmi melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah haji, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan Saudia Arabian Airlines.
Pembagian Kloter oleh Maskapai Garuda Indonesia
Garuda Indonesia akan melayani sebanyak 277 kloter dengan total sekitar 102.502 jemaah dari 10 embarkasi. Berikut rincian pembagian kloter:
- Aceh (BTJ)
- Jumlah kloter: 14
-
Wilayah layanan: Aceh
-
Medan (KNO)
- Jumlah kloter: 17
-
Wilayah layanan: Sumatera Utara
-
Padang (PDG)
- Jumlah kloter: 14
-
Wilayah layanan: Sumatera Barat, Bengkulu
-
Jakarta (CGK)
- Jumlah kloter: 33
-
Wilayah layanan: DKI Jakarta, Banten
-
Solo (SOC)
- Jumlah kloter: 80
-
Wilayah layanan: Jawa Tengah
-
Yogyakarta (YK)
- Jumlah kloter: 26
-
Wilayah layanan: DI Yogyakarta, Jawa Tengah
-
Banjarmasin (BDJ)
- Jumlah kloter: 19
-
Wilayah layanan: Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah
-
Balikpapan (BPN)
- Jumlah kloter: 16
-
Wilayah layanan: Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara
-
Makassar (UPG)
- Jumlah kloter: 43
-
Wilayah layanan: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat
-
Lombok (LOP)
- Jumlah kloter: 15
- Wilayah layanan: Nusa Tenggara Barat
Pembagian Kloter oleh Maskapai Saudia Arabian Airlines
Saudia Arabian Airlines akan melayani sebanyak 248 kloter dengan sekitar 101.860 jemaah dari 6 embarkasi. Berikut rincian pembagian kloter:
- Batam (BTH)
- Jumlah kloter: 25
-
Wilayah layanan: Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Kalimantan Barat
-
Palembang (PLM)
- Jumlah kloter: 16
-
Wilayah layanan: Sumatera Selatan, Bangka Belitung
-
Jakarta (CGK)
- Jumlah kloter: 23
-
Wilayah layanan: DKI Jakarta (10), Lampung (13)
-
Jakarta Jabar (JKS)
- Jumlah kloter: 28
-
Wilayah layanan: Jawa Barat (sebagian)
-
Kertajati (KJT)
- Jumlah kloter: 40
-
Wilayah layanan: Jawa Barat (sebagian)
-
Surabaya (SUB)
- Jumlah kloter: 116
- Wilayah layanan: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur
Total jemaah dan petugas yang akan diterbangkan adalah sebanyak 204.362 orang melalui 525 kloter dari 14 embarkasi di seluruh Indonesia. Seluruh penerbangan akan dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari masa operasional, dengan pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang terintegrasi antara dua maskapai penyelenggara.
Penetapan dua maskapai ini menandai upaya pemerintah dalam memperkuat aspek kapasitas operasional dan keandalan layanan untuk jemaah haji Indonesia. Dengan pembagian kloter yang rinci dan terstruktur, diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jemaah haji.











