Cerita Nyata: Bagaimana Dana Darurat Bisa Menyelamatkan Kehidupan
Di sebuah rumah yang nyaman di pinggiran kota, hidup pasangan muda, Ardi dan Sari (bukan nama sebenarnya), bersama putra pertama mereka Rizky (bukan nama sebenarnya), yang baru berusia enam bulan. Kehidupan terlihat sempurna. Ardi bekerja sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan teknologi, sementara Sari, meski baru saja memulai karir sebagai desainer interior, dapat bekerja dari rumah sambil merawat Rizky. Kebahagian mereka sederhana tapi menyertai langkah mereka.
Namun, semua orang tidak pernah mengetahui apa yang terjadi di depan. Suatu pagi, Ardi merasakan sakit tak biasa, dan dia menemukan benjolan di dekat lengannya. Awalnya, dia menganggap sebagai kelelahan setelah bekerja keras. Dia menunda untuk pergi ke dokter. Akhirnya, dia tak kuat lagi menahan sakit dan dia memeriksakan diri ke rumah sakit. Ternyata hasil diagnosa dokter sangat mengejutkan Ardi divonis kanker limfoma stadium lanjut.
Ardi dan Sari terdiam sejenak, semua mimpi masa depan yang sudah disusun kini terasa rapuh. Ardi tampak kuat meskipun terpuruk bagaimana cara menghadapinya. Mereka berdua tak punya dana darurat untuk menanggulangi masa-masa sulit. Ardi tak bisa bekerja selama dalam perawatan karena kemoterapi itu menyebabkan dirinya lemah dan tak berdaya.
Uang untuk mondar-mandir rumah sakit, belum lagi pengobatan yang mahal, membuat Ardi ikut pusing memikirkannya. Itulah salah satu dari cerita bagaimana peristiwa yang terduga dapat terjadi terhadap siapa pun, kapan pun dan dimana pun.
Mengapa Dana Darurat Penting?
Ketika kita sebagai pekerja, baik yang masih jomblo maupun yang sudah berkeluarga mendapatkan musibah, entah itu sakit, terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau kecelakaan, kita sering lupa menyiapkan dana darurat untuk apa yang terjadi esok hari. Berbagai musibah datang tanpa diundang, jika kita tak siapkan diri apa yang akan terjadi?
Realita yang kita hadapi saat ini, pendapatan tetap sebagai pekerja formal, tidak selalu naik gaji, tetapi semua kebutuhan rumah tangga baik untuk makan, transportasi, cicilan yang merupakan kebutuhan primer pun naik meningkat. Beban menjadi makin berat karena hilangnya keuangan atau pendapatan keluarga oleh tulang punggung keluarga yang sedang kena PHK, sakit dan lain-lain.
Solusi: Siapkan Dana Darurat
Solusinya adalah kita harus memiliki dana darurat yang dikelola dengan baik. Ketika kita sudah memiliki dana darurat, pastikan segala rintangan itu dapat dihadapi dengan lebih baik. Jadi sebelum terlambat, siapkan dana darurat itu dari awal.
Apa Itu Dana Darurat?
Dana darurat adalah sejumlah dana yang dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi keadaan yang tidak diharapkan misalnya sakit serius yang mendadak, perbaikan rumah karena bencana, terancam PHK. Dengan persiapan dana darurat, kita mampu menghadapinya sehingga kondisi finansial kita tidak “morat marit”.
Berapa Jumlah Dana Darurat yang Ideal?
Tidak ada panduan spesifik yang mengatakan jumlah dana yang dibutuhkan untuk dana darurat. Hal ini bergantung kepada gaya hidup, situasi dari masing-masing keluarga dan tanggung jawabnya. Berikut ini panduan menghitung dana darurat ideal:
-
Hitung pengeluaran bulanan
Apabila Anda seorang “single” belum berkeluarga, maupun Anda yang telah berkeluarga, pastikan Anda memiliki anggaran pengeluaran tiap bulan. Anggaran pengeluaran terdiri dari biaya primer seperti biaya makan, transportasi, cicilan rumah/kendaraan, listrik, uang sekolah anak, kesehatan dan biaya lainnya. Seluruh pengeluaran ini dapat dihitung dengan mesin kalkulator atau aplikasi yang menyediakan fitur belanja bulanan. -
Jumlah besar dana darurat
Dengan menghitung secara cepat anda dapat menentukan bagi yang masih jomblo, sebaiknya anda memiliki dana darurat sebesar 6 -9 kali pengeluaran atau biaya pokok, misalnya biaya hidup sebesar Rp.4 juta per bulan artinya Anda harus mengumpulkan dana Rp.24 juta untuk enam bulan. Sementara bagi yang sudah berkeluarga Anda harus punya biaya darurat 12 kali-14 kali. Misalnya pengeluaran/kebutuhan sebesar Rp.12 juta per bulan, kebutuhan dana darurat yang perlu dipersiapkan sebesar Rp.144 juta setahun. -
Evaluasi secara berkala
Seiring dengan perubahan pengeluaran setiap tahun, Anda juga harus cek ulang berapa kebutuhan pengeluaran yang paling uptodate. Jika pengeluaran bertambah, artinya jumlah dana darurat juga berambah.
Tips Mengatur Dana Darurat dengan Bijak
Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, penting bagi Anda untuk mulai menabung untuk dana darurat. Cobalah berbagai cara untuk menetapkan tujuan keuangan, utamakan Tabungan dan manfaatkan submer daya yang Anda miliki.
- Mulai tetapkan tujuan: Berapa jumlah dana darurat yang ingin Anda capai, dan buat rencana bulanan untuk mencapainya. Buat secara konsisten meskipun sesulit apa pun.
- Sisihkan penghasilan tiap bulan: Coba menyisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan, meskipun hanya sekitar Rp.200.000 per bulan, lama kelamaan akan terkumpul.
- **Untuk menghindari godaan menggunakan dana darurat yang sedang Anda kumpulkan, sebaiknya buka rekening terpisah, rekening dana darurat terpisah dengan rekening opersional. Dengan demikian uang untuk kebutuhan sehari-hari tidak akan tercampur dengan dana darurat yang seharusnya disimpan untuk keadaan mendesak.
- Gunakan aset: Jika ada barang atau aset yang tidak digunakan, coba jual atau manfaatkan untuk menambah dana darurat.
- Manfaatkan produk Tabungan: Pilihlah produk Tabungan atau deposito (pastinya bunga tidak tinggi, tetapi aman) untuk dana darurat. Meskipun tumbuh sedikit, jangan andalkan rekening biasa Dimana menabung dana darurat?
Di Mana Menabung Dana Darurat?
Pilihlah bank atau lembaga keuangan yang terpercaya, yang menawarkan produk tabungan atau deposito yang aman. Cari juga fitur yang memungkinkan Anda untuk mentransfer uang secara otomatis dari rekening utama ke rekening dana darurat setiap bulan. Dengan begitu, Anda tak akan lupa untuk menabung dan dana darurat bisa terus terkumpul tanpa terasa.
Dana darurat bukan hanya soal tabungan, pelipur saat kita terpuruk. Ketika hidup menguji kita dengan hal tak terduga, persiapan finansial bisa jadi penyelamat, memberi ruang untuk bernafas, tanpa kehilangan arah.











