My WordPress Blog
Bisnis  

459 Ton Durian RI Laku Rp42,5 Miliar, China Berebut

Strategi Diversifikasi Ekspor dengan Durian

Pemerintah Indonesia sedang memperkuat strategi diversifikasi komoditas ekspor dengan fokus pada sektor hortikultura, khususnya durian. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor energi dan tambang yang selama ini mendominasi ekspor negara.

Durian memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan baru, karena permintaan global terhadap buah tropis semakin meningkat. Khususnya di Asia Timur, pasar seperti Tiongkok menunjukkan daya beli yang kuat serta preferensi terhadap produk premium. Ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar yang selama ini didominasi oleh negara lain.

Selain permintaan, kualitas produk juga menjadi faktor utama dalam persaingan global. Pemerintah mendorong penerapan standar kualitas internasional mulai dari budidaya, panen hingga distribusi. Hal ini bertujuan agar durian Indonesia mampu memenuhi harapan pasar ekspor yang ketat.

Peran petani dan pelaku usaha lokal sangat strategis dalam proses ini. Mereka tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas agar dapat bersaing di pasar global.

Infrastruktur Logistik yang Mendukung

Durian segar memiliki karakteristik yang mudah rusak, sehingga pengembangan infrastruktur logistik menjadi perhatian penting. Pemerintah terus memperkuat dukungan melalui penyediaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) serta peningkatan konektivitas antarwilayah untuk mempercepat distribusi komoditas.

Kerja sama bilateral antara Indonesia dan China di bidang perdagangan hortikultura juga diharapkan semakin diperkuat. Tujuannya adalah memperlancar akses pasar dan mengurangi hambatan non-tarif yang sering kali menghambat ekspor.

Para pelaku industri percaya bahwa jika dikelola secara optimal, durian bisa menjadi salah satu komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Dengan potensi yang besar dan dukungan kebijakan yang terus diperkuat, sektor hortikultura berbasis kawasan transmigrasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Branding Nasional untuk Memperkuat Identitas Durian

Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) meluncurkan “Volcano Durian Indonesia” sebagai identitas baru nasional untuk memperkuat posisi komoditas tersebut di pasar ekspor global. Sekretaris Jenderal Apdurin, Aditya, menyatakan bahwa branding nasional menjadi langkah strategis dalam menembus pasar internasional yang semakin kompetitif.

“Branding nasional penting dalam menembus pasar global,” ujarnya. Menurut Aditya, durian kini telah berkembang menjadi sumber ekonomi baru nasional. Sulawesi Tengah (Sulteng) memainkan peran penting sebagai daerah utama penopang ekspor durian Indonesia, khususnya ke pasar Tiongkok.

Menurutnya, Sulteng tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang ekspor durian Indonesia ke pasar dunia. Dengan potensi tersebut, Apdurin mendorong langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional melalui penguatan identitas produk.

“Indonesia memiliki ratusan varietas durian. Namun di pasar global, terlalu banyak pilihan justru membuat kita tidak memiliki satu identitas yang kuat,” ujarnya.

Konsep Volcano Durian dengan Dasar Historis dan Geografis

Dalam momentum ekspor raya durian di Kota Palu, Apdurin meluncurkan “Volcano Durian Indonesia” sebagai simbol kesiapan Indonesia bersaing dengan negara lain di pasar global. Konsep “Volcano Durian” memiliki dasar historis dan geografis yang kuat. Indonesia yang berada di kawasan cincin api dunia memiliki tanah vulkanik yang kaya mineral, sehingga menghasilkan durian dengan karakter rasa yang khas.

“Melalui brand ini, kita ingin menghadirkan wajah baru durian Indonesia di pasar dunia, sekaligus menunjukkan kekuatan alam Nusantara yang unik dan berdaya saing,” katanya.

Aditya menilai, karakter tanah vulkanik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat durian Indonesia memiliki cita rasa yang lebih kuat, kompleks, dan alami dibandingkan produk dari negara lain.

Kebersamaan dalam Membangun Kekuatan Durian

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, mengajak para pelaku usaha, khususnya pengelola packing house atau rumah kemas durian, untuk menggunakan logo “Volcano Durian Indonesia” secara bersama-sama.

“Ini bukan hanya tentang simbol, tetapi tentang kebersamaan dalam membangun kekuatan durian Indonesia agar lebih dikenal dan dihargai di pasar dunia,” ujarnya.

Menurut Faradiba, penggunaan identitas yang seragam akan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global, sekaligus meningkatkan kepercayaan pembeli internasional.

“Dengan satu identitas yang sama, kita akan lebih kuat, lebih dipercaya, dan lebih siap bersaing secara luas,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi peran pemerintah bersama Apdurin yang secara konsisten mendorong percepatan pengembangan sektor durian, baik di Sulawesi Tengah maupun secara nasional.

Peluncuran “Volcano Durian Indonesia” dinilai sebagai langkah awal gerakan nasional untuk menyatukan identitas produk, meningkatkan nilai tambah ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri durian dunia.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *