My WordPress Blog

Wamenkes Periksa Transplantasi Hati dengan Donor Anak Sendiri di RSUP Fatmawati



Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melakukan peninjauan terhadap hasil pelaksanaan transplantasi hati di Rumah Sakit Umum Fatmawati, Jumat (10/4). Dalam kunjungannya, Dante melihat kondisi pasien sirosis hati yang baru saja menjalani transplantasi dengan donor dari anak kandungnya.

Transplantasi organ menjadi langkah penting dalam penanganan sejumlah penyakit kronis yang tidak dapat ditangani dengan terapi lain. Dante menjelaskan bahwa beberapa penyakit memerlukan transplantasi sebagai solusi terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien. Contohnya adalah transplantasi ginjal, kornea, dan hati.

Di RSUP Fatmawati, ini merupakan kasus ketiga transplantasi hati yang dilakukan oleh rumah sakit pemerintah. Sebelumnya, dua rumah sakit lain yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Sardjito telah berhasil melakukan prosedur serupa.



Harapan Terakhir Pasien Sirosis

Dante menjelaskan bahwa kebanyakan pasien yang menjalani transplantasi hati adalah penderita penyakit hati kronis seperti hepatitis atau kerusakan hati akibat alkohol yang berkembang menjadi sirosis.

Sirosis adalah kondisi di mana hati mengeras dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya, termasuk membersihkan racun dari tubuh. Dante menekankan bahwa jika racun tersebut tidak dikeluarkan, maka akan berdampak fatal bagi pasien.



Bahaya Sirosis

Menurut Dante, sirosis hati menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyebab utamanya adalah infeksi hepatitis B. Dalam kasus yang ia tinjau, pasien pria berusia 52 tahun menjalani transplantasi hati dengan donor dari anaknya sendiri yang berusia 26 tahun.

Saat ini, kondisi pasien dinilai stabil dan masih dalam observasi intensif. Dante juga mengunjungi sang donor, yang dalam kondisi baik pascaoperasi dan sudah sadar serta bisa berkomunikasi dengan baik.



Transplantasi Sukses

Pasien penerima transplantasi masih dirawat di ruang ICU untuk pemantauan lebih lanjut. Dante menegaskan bahwa prosedur transplantasi dilakukan dengan teknik laparoskopi, sehingga sayatan operasi relatif kecil.

Ia memastikan bahwa donor tidak akan mengalami gangguan kesehatan serius selama kondisi hatinya sehat sebelum operasi. Hati memiliki kemampuan regenerasi, sehingga bagian yang diambil dapat tumbuh kembali.



Biaya Ditanggung BPJS

Dante menekankan bahwa biaya transplantasi hati yang mencapai ratusan juta rupiah sudah ditanggung oleh negara melalui BPJS Kesehatan. Biaya sekitar Rp 600 juta tersebut sepenuhnya dicover oleh BPJS.

Transplantasi hati di RS Fatmawati dilakukan bekerja sama dengan Seoul National University Hospital di bawah supervisi Profesor Kwang Woong Lee. Proses ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *