My WordPress Blog

Kondisi Balita Korban Kecelakaan Mobil MBG, Selamat dengan Luka Ringan

Balita 3 Tahun Diduga Terlindas Mobil di Indramayu, Kepanikan Warga Berlangsung

Seorang balita berusia tiga tahun dengan inisial AZH sempat memicu kepanikan warga setelah diduga terlindas mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman MI Al Itihad, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (10/4/2026). Peristiwa ini terjadi saat kendaraan sedang bergerak dan korban berada di area blind spot, sehingga pengemudi tidak menyadari keberadaannya.

Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat karena korban berada di sekitar kendaraan saat insiden terjadi. Hal ini memunculkan kekhawatiran serius dari keluarga dan warga sekitar. Menurut Kapolsek Krangkeng AKP Nandang Supriatna, kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika mobil MBG selesai mengambil ompreng kotor dan hendak kembali ke SPPG.

Saat kendaraan mulai bergerak, pengemudi tidak menyadari bahwa korban sedang jongkok di area depan mobil. “Dari olah TKP, posisi korban berada di area blind spot sehingga pengemudi mobil tersebut tidak menyadarinya, dan saat kejadian juga korban bermain sendirian,” jelas Nandang.

Meski sempat disebut terlindas ban depan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kondisi AZH tidak mengalami luka serius. Balita tersebut segera dilarikan ke RS Pertamina Klayan, Cirebon, untuk penanganan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis memastikan bahwa kondisinya stabil.

“Dalam pemeriksaan di rumah sakit, tim medis menyatakan korban hanya mengalami luka ringan, dan sudah diperbolehkan pulang bersama keluarganya,” ujar Nandang.

Namun, pemilik SPPG Yayasan Pondok Pesantren Salaf Annur, KH Farid Ashr, memberikan klarifikasi berbeda. Ia menegaskan bahwa korban sebenarnya tidak terlindas kendaraan operasional miliknya. Menurutnya, anak tersebut berada di belakang ban mobil yang sedang terparkir dan tidak terlihat oleh sopir.

“Keberadaan korban sama sekali tidak diketahui sopir mobil operasional MBG dari SPPG kami setelah mengambil ompreng,” ujar Farid Ashr. Ia juga menyebut bahwa pengemudi sempat menginjak pedal gas namun segera menghentikan kendaraan saat situasi disadari.

Kepanikan warga yang mengira terjadi kecelakaan fatal kemudian memicu beredarnya video di media sosial. Farid menambahkan bahwa pihaknya tetap membawa korban ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Dokternya memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Tidak ada patah (tulang) maupun luka, dan anaknya sehat,” katanya.

Sementara itu, ibu korban, Siti Maunah (40), mengaku sempat khawatir, namun lega setelah hasil pemeriksaan menyeluruh menunjukkan kondisi anaknya normal.

“Begitu kata dokter, hasilnya semua baik gak ada masalah apapun, tapi untuk hasil rontgen-nya katanya nanti akan dikirim. Anaknya memang aktif banget,” ujarnya.

Peristiwa ini pun diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak SPPG dan keluarga korban. Farid menyebut kejadian tersebut menjadi evaluasi penting bagi pihaknya, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan para pengemudi.

“Insya Allah, kami selalu mengedepankan SOP, termasuk memilih para driver yang kompeten, dan senantiasa memerhatikan ketertiban lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat bertugas,” ucapnya.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *