My WordPress Blog

Ekspor Sumatera Barat Melonjak 42 Persen di Awal 2026, Kimia dan CPO Jadi Incaran India

Kenaikan Ekspor Sumatera Barat di Awal Tahun 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kenaikan signifikan pada angka perdagangan luar negeri di awal tahun 2026. Nilai ekspor Sumatera Barat pada periode Januari–Februari 2026 menembus angka US$607,95 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada bulan Februari 2026, nilai ekspor Sumatera Barat mencapai US$295,32 juta atau naik 8,54 persen dibanding Februari 2025. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan sejumlah komoditas utama yang menjadi andalan ekspor daerah tersebut.

Produk Kimia Mengalami Peningkatan Terbesar

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan terbesar adalah berbagai produk kimia (HS 38). BPS Sumbar mencatat bahwa golongan ini mengalami kenaikan sebesar 135,98 persen atau US$16,92 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi perhatian utama dalam struktur ekspor daerah.

Selain itu, komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekspor. Nilainya mencapai US$532,35 juta atau naik 53,41 persen. Produk turunan kelapa sawit seperti crude palm oil (CPO) dan refined palm oil menjadi komoditas utama dalam kelompok ini.

Komoditas Lain yang Turut Meningkat

Komoditas lain yang turut mengalami peningkatan antara lain karet dan barang dari karet sebesar US$16,89 juta serta ampas atau sisa industri makanan sebesar US$7,56 juta. Namun, tidak semua komoditas mencatat pertumbuhan. BPS Sumbar melaporkan penurunan terjadi pada bahan-bahan nabati yang turun 47,42 persen atau sebesar US$10,18 juta. Penurunan juga terjadi pada komoditas garam, belerang, dan kapur, serta kopi, teh, dan rempah-rempah.

Struktur Ekspor dan Pasar Utama

Selama Januari–Februari 2026, sepuluh komoditas utama menyumbang 99,83 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat. Kelompok ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 42,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pasar, ekspor Sumatera Barat didominasi oleh negara-negara di Asia. India menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$178,61 juta atau 29,38 persen dari total ekspor. India merupakan negara tujuan ekspor terbesar, dengan komoditas utama berupa crude palm oil.

Selain India, Pakistan dan Tiongkok juga menjadi pasar utama. Ekspor ke Pakistan tercatat sebesar US$121,84 juta, sedangkan ke Tiongkok sebesar US$80,90 juta. Ketiga negara ini menyumbang 62,73 persen dari total ekspor Sumatera Barat.

Pertumbuhan Sektor Ekspor

Dari sisi sektor, ekspor industri pengolahan mencatat kenaikan signifikan sebesar 48,75 persen. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati. Sementara itu, sektor pertambangan mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor komoditas seperti garam, belerang, dan kapur.

Di sisi lain, sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 40,67 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor bahan-bahan nabati dalam periode tersebut.

Untuk Februari 2026, ekspor industri pengolahan tercatat naik 11,78 persen dibanding Februari 2025. Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan dan pertanian mengalami penurunan pada bulan tersebut.

Aktivitas Ekspor Melalui Pelabuhan

BPS Sumbar juga mencatat sebagian besar aktivitas ekspor dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Sumatera Barat. Nilainya mencapai US$575,26 juta atau naik 45,73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, nilai impor Sumatera Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar US$82,24 juta.

Ekspor Sumatera Barat menunjukkan peningkatan pada awal 2026 dengan dorongan utama dari produk kimia dan minyak kelapa sawit, serta dukungan pasar ekspor utama seperti India.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *