Atta Halilintar dan Klarifikasi Terkait Larangan Pakaian Ameena
Youtuber Atta Halilintar sempat menjadi perhatian publik setelah munculnya informasi bahwa ia melarang putrinya, Ameena Hanna Nur Atta, untuk mengenakan pakaian seksi saat berlibur ke Bali. Sebagai ayah dari anak pertama mereka, Atta menjelaskan bahwa larangan ini bukanlah bentuk pembatasan yang keras, tetapi lebih kepada pemahaman dengan cara yang lembut.
Atta mengungkapkan bahwa keinginan Ameena muncul setelah sering melihat penampilan artis Korea di layar. Ia bercerita bahwa Ameena menunjukkan keinginannya untuk tampil seperti para penyanyi Korea, termasuk dengan memakai celana pendek.
“Kemungkinan dia pernah sering nonton artis Korea gitu nyanyi. Terus dia bilang, ‘Pengen dong Pa kayak gitu’ (sambil menunjuk celana pendek),” ujar Atta dalam wawancara di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melarang secara keras. Sebagai ayah, Atta memilih untuk memberikan pemahaman kepada Ameena dengan cara yang lebih lembut. “Ya bukan ngelarang gimana sih, cuman ngasih tahu kan dia masih kecil. Aku bilang, ‘Kan masih kecil’, gitu aja sih. Sebagai ayah aja lah,” jelasnya.
Selain itu, Atta juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin memaksakan aturan, terutama soal cara berpakaian atau berhijab. “Nggak harus yang kayak, ‘Kamu harus pakai hijab ya, kamu begini’, nggak juga. Yang penting ngasih tahu maknanya dan ngasih tahu rambu-rambunya aja,” tambahnya.
Meski begitu, sebagai seorang ayah, Atta merasa wajib memberi tahu putrinya tentang batasan dalam berpakaian, termasuk dalam menjaga bagian tubuh mana yang harus ditutup. “Agar bisa apa ya… bisa memberikan at least dia di hidup ini tahu mana yang baik, mana yang… mana yang harus dijaga gitu,” ujarnya.
Pendapat Buya Yahya tentang Pendidikan Anak
Mendidik anak laki-laki dan perempuan memiliki pendekatan yang berbeda meskipun keduanya harus sama-sama berlandaskan kasih sayang. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan pandangan penting bagi orang tua dalam mendidik anak dan membentuk karakter sejak dini.
Menurut Buya Yahya, kasih sayang adalah fondasi utama dalam pendidikan anak. “Mendidik anak laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama, kita mendahulukan kasih sayang. Artinya semua yang kita lakukan atas dasar kasih dan sayang kita kepada mereka,” ujarnya.
Bagi anak laki-laki, Buya Yahya menekankan pentingnya memupuk sifat sebagai pelindung. Sifat ini harus dipupuk bahkan sejak usia kanak-kanak. “Laki-laki itu, biarpun masih anak-anak, dia harus mengerti bahwa kakaknya atau adiknya adalah tanggung jawabnya. Artinya dia harus bisa melindungi dan menjaga kehormatan saudari perempuannya,” tegas Buya.
Sementara itu, untuk anak perempuan, Buya Yahya menitikberatkan pada pendidikan menjaga kehormatan diri dan rasa malu. “Anak perempuan kita ajari bagaimana dia menjaga kehormatan dirinya. Lebih kita tanamkan rasa malu. Dia harus merasa bahwasanya saat saudara laki-lakinya ingin menjaganya, itu karena dia memang mulia,” jelasnya.
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya berharap orang tua dapat konsisten dalam memberikan catatan-catatan kebaikan ini kepada anak-anak. Sinergi antara anak laki-laki yang mengayomi dan anak perempuan yang menjaga kehormatan akan menciptakan hubungan persaudaraan yang kuat dan bermartabat. “Jadilah anak laki-laki yang punya tanggung jawab mengayomi melindungi saudara perempuan. Dan anak perempuan, jagalah kehormatan dan pahami bahwa perlindungan saudara laki-lakimu adalah demi kemuliaanmu,” tutup Buya Yahya dengan pesan penuh doa.











