Kementerian Pertanian Melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di Cetak Sawah Rakyat
Kementerian Pertanian melalui Gerakan Tanam Serempak telah dilaksanakan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berada di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis (9/4/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta didampingi Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok, dan Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli.
Gerakan tanam serempak ini dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat, Kementerian Pertanian berupaya memastikan produksi pangan tetap stabil meskipun menghadapi tantangan iklim seperti El Nino.
Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan. Data ini tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR. Secara keseluruhan, program CSR Tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim. “Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan. Turut hadir juga gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak. “Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan CSR yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional.”
Ia menambahkan bahwa percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar tidak kehilangan momentum. “Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.
Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.
Sebaran Realisasi Tanam di Lokasi CSR
Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR pada pelaksanaan hari ini:
- Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
- Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
- Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
- Papua Selatan: 816 ha
- Bengkulu: 10 ha
- Sulawesi Selatan: 112.5 ha
- Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
- Sulawesi Tengah: 457.33 ha
- Kalimantan Barat: 379.59 ha
- Riau: 51 ha
- Jambi: 52.50 ha
- Kalimantan Timur: 97 ha
- Kalimantan Utara : 35.00
- Papua: 5 ha
- Nusa Tenggara Timur: 72 ha
- Sulawesi Barat: 13 ha
- Gorontalo: 63.75 ha
Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











