JAKARTA — Perum Bulog menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman, bahkan di tengah ancaman gangguan produksi akibat fenomena El Nino pada tahun ini.
Kadiv Humas Perum Bulog Tomi Wijaya menyampaikan bahwa posisi stok beras yang dikelola oleh Bulog saat ini sudah sangat mencukupi untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Stok beras saat ini sudah mencapai 4,5 juta ton. Penugasan penyaluran SPHP tahun ini sebesar 828.000 ton, sehingga stok kita sangat aman,” ujar Tomi kepada Bisnis, Senin (6/4/2026).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya menyatakan bahwa ketebalan stok beras menjadi fondasi dalam mendorong swasembada pangan. Selain menjaga stok, Rizal juga menekankan bahwa Bulog memastikan harga gabah petani tetap sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar kesejahteraan petani meningkat dan nilai tukar petani (NTP) tetap terjaga.
Rizal juga optimistis bahwa target penyerapan beras sebesar 4 juta ton dapat tercapai melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga aparat TNI/Polri serta pelaku pertanian. Menurutnya, penyerapan tersebut menjadi bagian dari mandat strategis Bulog dalam menjaga kesinambungan stok dan produksi nasional.
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun demikian, dia menyatakan pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tetapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Dia menambahkan bahwa stok beras pemerintah saat ini telah mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026 dan berpotensi meningkat dalam waktu dekat. Selain stok di gudang Bulog, Amran menambahkan ketersediaan pangan dari sektor lain seperti hotel, restoran, kafe/katering (Horeka) serta potensi panen yang sedang berlangsung dengan total sekitar 23 juta ton.
Dengan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka panjang dan melampaui periode kekeringan akibat El Nino.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.
Adapun untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga telah menjalankan berbagai strategi seperti pompanisasi, perbaikan irigasi, serta optimalisasi lahan rawa.
Strategi Pemerintah dalam Menghadapi El Nino
Pemerintah telah melakukan beberapa langkah penting untuk menghadapi tantangan El Nino:
- Pompanisasi: Teknik ini digunakan untuk mengalirkan air dari sumber yang lebih tinggi ke area yang membutuhkan, terutama di daerah rawan kekeringan.
- Perbaikan Irigasi: Memperbaiki sistem irigasi agar air dapat didistribusikan secara merata dan efisien ke lahan pertanian.
- Optimalisasi Lahan Rawa: Meningkatkan produktivitas lahan rawa dengan teknik-teknik pertanian modern dan pengelolaan air yang lebih baik.
Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca dan memperkuat koordinasi antar lembaga serta instansi terkait untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil.
Dengan kombinasi strategi dan persiapan yang matang, pemerintah yakin bahwa Indonesia akan mampu menghadapi tantangan El Nino tanpa mengganggu stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.










