My WordPress Blog

Pemerintah Targetkan 30% Jalan Nasional Pakai Aspal Buton, Hemat Rp 4 T



Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menetapkan target penggunaan aspal Buton atau yang dikenal sebagai asbuton dalam konstruksi jalan nasional sebesar minimal 30 persen. Asbuton adalah jenis aspal alami yang terdapat dalam deposit batuan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kebutuhan aspal nasional saat ini mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan diperkirakan meningkat menjadi 1,5 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang. Namun, hingga saat ini sekitar 80 persen dari kebutuhan tersebut masih bergantung pada aspal berbasis minyak bumi maupun impor.

“Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk mendorong swasembada aspal nasional melalui pemanfaatan aspal Buton,” ujar Dody dalam wawancara di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).

Indonesia memiliki cadangan aspal Buton yang sangat besar, namun pemanfaatannya saat ini baru mencapai sekitar 4 persen dari total kebutuhan nasional. Menurut Dody, peningkatan pemanfaatan aspal Buton bisa menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian material konstruksi jalan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum akan mendorong pemanfaatan aspal Buton dalam konstruksi jalan nasional hingga mencapai minimal 30 persen.

Beberapa manfaat dari kebijakan ini antara lain:

Penghematan devisa negara: Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 4 triliun.

Penambahan penerimaan pajak: Kebijakan ini juga diyakini mampu menambah penerimaan pajak sebesar hampir Rp 2 triliun.

Selain itu, kebijakan swasembada aspal juga diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri melalui penciptaan rantai pasok baru, peningkatan kebutuhan industri aspal domestik, serta penguatan struktur industri nasional.

Dody menjelaskan bahwa kebijakan ini akan mendorong kebutuhan industri aspal dengan menciptakan rantai pasok baru di dalam negeri dan memperkuat struktur industri nasional.

Dia juga menilai bahwa aspal Buton seharusnya bisa dimanfaatkan lebih luas di dalam negeri, mengingat selama ini material tersebut justru lebih banyak dipakai oleh negara lain seperti China.



Penggunaan aspal Buton juga diharapkan dapat memperbaiki tata kelola pengadaan dan standar mutu pada penyelenggaraan jalan, produsen, asosiasi, hingga penyedia jasa konstruksi.

Di sisi lain, pengembangan industri aspal Buton diperkirakan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp 23 triliun serta membuka ribuan lapangan kerja baru.

“Pengembangan industri aspal Buton diperkirakan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi hingga kurang lebih Rp 23 triliun sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Dody.

Meski demikian, Dody mengakui bahwa pengembangan penggunaan aspal Buton bukan hal mudah karena teknologinya belum sepenuhnya berkembang secara masif di Tanah Air.

“Kita memang harus diakui tidak sedang memilih yang mudah karena teknologinya belum terlalu masif tapi kita lebih memilih untuk berdiri lebih mandiri,” ujarnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *