My WordPress Blog
Budaya  

Kisah Risal Dukun Sinjai: Ilmu dari Nenek Misterius Muncul Saat Khutbah Jumat

Nama Risal Jadi Perbincangan Setelah Video Ritual Pengobatannya Viral

Nama Risal kini menjadi perbincangan hangat setelah dua video ritual pengobatannya viral di media sosial. Ia diduga berprofesi sebagai dukun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Dalam video pertama yang berdurasi 59 detik, Risal terlihat mengajarkan mantra kepada sejumlah ibu-ibu untuk mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Namun, isi mantra tersebut menuai kritik karena mengandung kata-kata tidak pantas dalam bahasa Bugis.

Sementara itu, dalam video kedua yang berdurasi 1 menit 27 detik, Risal kembali melakukan ritual serupa. Ia tampak berkomat-kamit di depan baskom berisi air dengan gerakan menyerupai tata cara salat, seperti mengangkat tangan hingga rukuk. Terlihat pula seseorang memegang ayam jantan di dekatnya.

Menanggapi viralnya video tersebut, Risal menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia menegaskan tidak memiliki niat lain selain membantu dalam pengobatan. “Mengenai video saya yang viral, saya minta maaf. Tidak ada tujuan lain kecuali khusus dalam pengobatan saja,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur di rumahnya di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Rabu (1/4/2026).

Desa Era Baru berjarak sekitar 28 kilometer dari ibu kota Sinjai dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit. Risal juga mengisahkan awal mula dirinya mengaku memiliki kemampuan pengobatan sejak usia tujuh tahun. Ia menyebut pengalaman itu terjadi saat duduk di teras rumah ketika khutbah Jumat berlangsung di masjid. Saat itu, ia mengaku didatangi seorang nenek misterius yang tiba-tiba muncul dan menyapanya.

Nenek kemudian memegang kepalanya hingga ia tidak bisa bergerak, lalu pergi dan disebut menghilang secara tiba-tiba. Pengalaman serupa, lanjut Risal, kembali terjadi pada Jumat berikutnya di lokasi berbeda. Ia kembali didatangi sosok yang sama dengan pakaian putih yang melakukan hal serupa sebelum akhirnya menghilang. “Saya sempat ketakutan karena mengira sosok tersebut adalah makhluk halus,” katanya.

Risal bahkan berlari kepada orang tuanya untuk meminta pertolongan. “Saya sebenarnya kaget karena saya kira makhluk halus,” ujarnya. Ia juga menceritakan pengalaman spiritual lain, seperti diminta mandi wajib dan mengalami mimpi menulis sesuatu meski saat itu belum bisa membaca dan menulis. Tulisan tersebut, menurut Risal, muncul di tubuhnya saat terbangun. “Setelah saya bangun, lembaran kertas itu berada di dada saya,” katanya.

Sebelumnya, Risal juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia kembali menegaskan tidak memiliki tujuan lain selain membantu proses pengobatan alternatif. “Mengenai video saya yang viral, saya minta maaf. Tidak ada tujuan lain kecuali khusus dalam pengobatan saja,” ujarnya.

Risal yang didampingi istrinya menjelaskan praktik pengobatan alternatif tersebut telah dilakukan sejak lama, namun baru rutin dijalankan dalam tujuh tahun terakhir. “Sekitar tujuh tahun mulai pengobatan,” ujarnya. Ia menyebut, dalam sehari Risal dapat menangani sekitar 25 pasien yang mendaftar melalui admin.

Terkait tarif, ia mengaku tidak mematok harga tertentu dan bergantung pada kondisi pasien. “Tidak ada tarif khusus, tergantung penyakit pasien,” katanya. Menurutnya, metode pengobatan yang dilakukan beragam, mulai dari menggunakan air, bawang merah, hingga ritual mandi, disertai pembacaan mantra. Ia juga mengklaim sebagian besar pasien yang datang mengalami penyakit nonmedis.

Meski demikian, beberapa pasien disebut datang dengan keluhan medis seperti sakit lambung, sakit kepala, dan pusing. “Pengobatan yang kita lakukan untuk medis dan nonmedis,” ujarnya. Ia juga mengaku sering menerima pesan ucapan terima kasih dari pasien yang merasa terbantu setelah menjalani pengobatan.

“Bahkan salah satu pasien asal Makassar memberikan klarifikasi karena merasa bersyukur telah sembuh dari penyakit gula,” katanya. Proses pengobatan biasanya dilakukan mulai pukul 11.00 Wita hingga selesai. Risal mengaku kerap mengalami efek samping setelah melakukan pengobatan, terutama untuk kasus yang dianggap nonmedis.

“Saya sering mengalami mimpi aneh hingga gangguan saat beristirahat,” katanya. Ia menceritakan pengalaman saat mengobati pasien dari Parepare. “Saya mendengar suara batu di atap rumah, rumah bergoyang, hingga suara bayi menangis pada malam hari,” ujarnya.

Ketua I MUI Sinjai, Fadhlullah Marzuki, menilai konten tersebut tidak pantas dan tidak seharusnya disebarluaskan di ruang publik. “Yang disampaikan dalam video tersebut tidak etis, apalagi mengaitkan asma Allah dengan kata-kata yang tidak senonoh. Hal seperti ini tidak dibenarkan,” kata Fadhlullah kepada Tribun-Timur, Selasa (31/3/2026). Ia menyebut praktik yang ditampilkan dalam video tersebut telah menyimpang dari ajaran Islam dan berpotensi melanggar syariat.

Fadhlullah mengungkapkan, setelah video tersebut viral, yang bersangkutan telah mendatangi pihaknya untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. “Kami sudah menyarankan agar yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan bertaubat,” ujarnya. Ia menegaskan Indonesia adalah negara hukum, sehingga jika ada pihak yang melaporkan kasus tersebut, proses hukum tetap harus dijalani.

“Dalam Islam ada pengobatan yang sesuai syariat dan ada yang menyimpang,” katanya. Fadhlullah juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan dan tidak mudah tergiur praktik yang tidak sesuai dengan syariat. “Masyarakat harus bisa memilah agar tidak terjebak pada praktik yang bertentangan dengan ajaran agama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan pengobatan medis di fasilitas kesehatan, serta memilih metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan ajaran agama. “Kami tetap percaya bahwa ikhtiar melalui pengobatan medis dan doa adalah jalan yang benar. Penyakit datang dari Allah, dan kesembuhan juga dari-Nya,” katanya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *