Dampak Bencana Hidrometeorologi pada Kehidupan Harian Masyarakat
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Tanah Gayo, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah, telah berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu aspek yang terkena dampak adalah harga kebutuhan pokok, termasuk makanan harian seperti nasi guri atau nasi pagi yang biasa menjadi pilihan utama warga.
Di kawasan Kota Takengon, harga beberapa menu makanan di sejumlah warung mengalami penyesuaian. Misalnya, nasi guri dengan lauk telur yang sebelumnya dijual seharga Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 15 ribu. Sementara itu, menu nasi dengan gulai ayam yang biasanya dijual Rp 18 ribu kini meningkat menjadi Rp 20 ribu per porsi. Hal ini disampaikan oleh seorang penjual nasi guri di kawasan Terminal Takengon, yang menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku dan distribusi pasca-bencana.
“Iya semuanya naik bang,” ujar salah satu penjual nasi guri yang warungnya selalu ramai pelanggan setiap pagi.
Penyebab Kenaikan Harga
Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada makanan harian, tetapi juga melibatkan sektor transportasi. Dampak bencana hidrometeorologi masih terasa hingga kini, terutama pada jalur distribusi dan transportasi. Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan menyebabkan gangguan dalam pengangkutan barang dan orang, sehingga memengaruhi biaya operasional.
Aryadi, seorang pengusaha angkutan Taradita sekaligus pemilik Ortega Coffee, mengungkapkan bahwa tarif angkutan rute Takengon–Banda Aceh yang sebelumnya sebesar Rp 180 ribu kini naik menjadi Rp 200 ribu. Sementara itu, tarif rute Takengon–Medan juga meningkat dari kisaran sebelumnya menjadi Rp 300 ribu hingga Rp 330 ribu per penumpang.
Selain kenaikan tarif, waktu tempuh perjalanan juga mengalami perubahan akibat kerusakan jalan di sejumlah titik. “Perjalanan ke Bireuen yang biasanya sekitar dua jam sekarang bisa mencapai tiga jam. Bahkan kalau kondisi macet bisa sampai empat jam,” kata Aryadi.
Perlu Keberlanjutan dan Stabilitas
Para pedagang dan pengusaha berharap kondisi distribusi bahan kebutuhan pokok dapat segera kembali normal, sehingga harga makanan harian masyarakat dapat kembali stabil dan terjangkau. Selain itu, mereka juga berharap infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak dapat segera diperbaiki agar aktivitas transportasi kembali lancar.
Dampak pada Sektor Kopi
Sektor produksi komoditas kopi juga terganggu akibat bencana hidrometeorologi. Harga bahan pendukung usaha kopi dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Hal ini terkait dengan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya pulih. Pengusaha kopi dan pengangkut barang harus menanggung biaya tambahan untuk mengangkut produk mereka ke pasar.
Upaya Pemulihan
Meski situasi saat ini masih menantang, masyarakat dan pelaku usaha terus berupaya untuk memulihkan kondisi ekonomi dan sosial. Beberapa pihak juga mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur serta memberikan dukungan finansial bagi para pelaku usaha yang terdampak.











