Kecanduan Gawai Mengubah Hubungan Keluarga
Kecanduan gawai telah menjadi masalah yang serius dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan keluarga. Dalam kasus yang dialami oleh Anastasia, hubungan antara dirinya dan kakaknya mengalami penurunan drastis. Sebelumnya, mereka memiliki ikatan yang kuat sebagai saudara, tetapi kini hubungan tersebut berubah menjadi tidak harmonis dan saling tidak peduli.
Anastasia menceritakan bahwa perubahan perilaku kakaknya dimulai beberapa tahun lalu ketika ia mulai kecanduan gawai. Sejak saat itu, komunikasi antara mereka semakin berkurang. Kakaknya lebih memilih menyendiri di dunia digital daripada berbicara atau berinteraksi dengan keluarga.
“Sejak kecanduan gawai, kakak saya jarang berbicara denganku. Bahkan untuk minta tolong mengantarkan saya ke sekolah pun tidak mau. Saya sudah memohon beberapa kali, tetapi tetap menolak,” ujarnya.
Akibat dari kebiasaan ini, Anastasia harus belajar mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan kakaknya. Hal ini membuatnya merasa sedih karena mereka hanya dua bersaudara dan seharusnya saling mendukung.
Menurut Anastasia, perubahan perilaku kakaknya dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan dan faktor keluarga. Kakaknya tumbuh dalam lingkungan yang cukup baik dan disayangi oleh orang tua serta kakek-nenek. Kondisi ekonomi yang stabil memungkinkannya untuk memperoleh apa saja yang diinginkan. Namun, karena kurangnya pengawasan, ia akhirnya kecanduan gawai.
Hari-harinya dihabiskan dengan bermain game dan judi online. Perilaku ini akhirnya menyebabkan masalah finansial. Salah satu contohnya adalah ketika admin pinjaman online menghubungi tante Anastasia untuk menagih utang yang dilakukan kakaknya. Karena takut diketahui orang tua, kakak Anastasia memberikan nomor tante tersebut ke situs pinjaman online.
Peristiwa ini menyebabkan ketegangan dalam keluarga. Anak yang belum bekerja justru meminjam uang untuk berjudi online, sehingga uangnya berputar tanpa henti. Akibatnya, Anastasia kehilangan laptop miliknya yang sempat dipinjam oleh kakaknya dan tidak dikembalikan.
“Saya tidak bertanya langsung ke kakak saya, tapi tanya ke nenek dan tahu laptop saya dijual,” katanya.
Sedihnya, Anastasia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengembalikan laptop tersebut. Ia hanya bisa menangis karena merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Perubahan yang Mulai Terjadi
Beberapa tahun kemudian, ada sedikit perubahan pada sikap kakak Anastasia. Setelah memiliki pacar, ia mulai menunjukkan sikap yang lebih baik. Anastasia melihat bahwa kakaknya kini lebih ramah dan mau membantu.
“Sekarang, dia mau mengantarkan saya. Dulu kan tidak mau sama sekali,” ujarnya.
Meski perubahan ini belum sepenuhnya sempurna, Anastasia merasa ada harapan bahwa kakaknya bisa kembali seperti dulu. Saat ini, kakak Anastasia telah memiliki pekerjaan dan mulai mengambil tanggung jawab dalam hidupnya.
Dengan adanya pekerjaan, ia berharap kakaknya bisa sepenuhnya sembuh dari kecanduan gawai dan kembali menjalani kehidupan yang sehat.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











