Pengembangan Cerita yang Lebih Luas dalam Sekuel “Kuasa Gelap”
Setelah suksesnya film pertama pada 2024, Paragon Pictures resmi mengumumkan sekuel bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini akan menawarkan skala cerita yang lebih luas dengan mengangkat tema pesugihan, sebuah fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Namun, kali ini, tema tersebut akan diperkenalkan melalui sudut pandang eksorsisme Gereja Katolik, sebuah pendekatan yang berbeda dari kebanyakan film horor di tanah air.
Pendekatan ini menjadi pembeda signifikan dalam industri film horor nasional yang selama ini dominan mengangkat praktik pesugihan dari latar belakang agama tertentu. Produser Prima Taufik menjelaskan bahwa penelitian mendalam telah dilakukan untuk memastikan keakuratan literatur dan praktik iman yang ditampilkan dalam film ini.
“Kami mengambil tema pesugihan yang sebenarnya sudah umum di masyarakat Indonesia. Tapi kami akan menceritakannya dari persepsi iman Katolik,” ujar Prima dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat, 27 Maret 2026.
Transformasi Beban Jadi Semangat
Rizal Mantovani, yang didapuk menjadi sutradara untuk sekuel ini, mengaku sempat merasa stres saat pertama kali menerima tawaran proyek tersebut. Menurutnya, Kuasa Gelap (2024) telah menetapkan standar horor yang sangat kreatif dengan banyak momen ikonik, sehingga melanjutkan estafet tersebut memberikan tekanan mental yang cukup besar.
“Jadi, untuk saya masuk ke dunia Kuasa Gelap yang sudah ada itu barulah satu beban,” ujar Rizal. Namun, ia memilih tidak larut dalam tekanan tersebut dan justru mengubah beban itu menjadi energi kreatif untuk mendorong kualitas sekuel ini agar tampil lebih apik.

Film Kuasa Gelap dibintangi Jerome Kurnia dan Lukman Sardi. Foto: Instagram/@paragonpictures.id
Fokus pada Masa Lalu Karakter Utama
Rizal menjelaskan bahwa jika film pertama berfokus pada ujian keimanan Romo Thomas, maka dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, penonton akan diajak menelusuri masa lalu pribadi karakter Rolf Lorenzra yang sangat personal. Masa lalu inilah yang kemudian dieksploitasi oleh iblis untuk menyerang sisi kemanusiaan dan iman sang Romo.
Eskalasi horor dalam film ini juga akan diperkuat dengan kehadiran entitas iblis yang memiliki karakteristik unik, yakni merasuki Daniel, seorang anak dari keluarga berpengaruh di Jawa Timur. “Iblis ini punya tripart chaos. Kekacauan, jadi ke mana pun dia jalan, chaos akan mengikuti dia,” ucap Rizal.
Penelitian Mendalam untuk Autentisitas
Dari sisi naskah, penulis Andri Cahyadi menekankan bahwa sekuel ini bukan sekadar ingin menampilkan kengerian secara eksternal. Fokus utama pengembangan cerita kali ini adalah kedalaman karakter dan kekuatan iman. Tim penulis berdiskusi secara intensif untuk mengeksplorasi apa yang belum tuntas di film pertama.
“Kami ingin membangun kedalaman karakter dan kedalaman iman yang digunakan, sehingga semesta dalam cerita ini tidak hanya berputar pada satu atau dua orang saja,” kata Andri.
Untuk menjaga autentisitas, tim produksi melakukan penelitian ke berbagai kota, mengunjungi gereja, seminari, hingga panti asuhan. Mereka juga berkonsultasi langsung dengan para Romo dan Suster untuk memastikan praktik eksorsisme dan penggambaran Gereja Katolik tetap berada di koridor yang benar.
Pemain yang Kembali dan Baru
Film ini kembali menampilkan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas. Selain keduanya, jajaran pemain juga diperkuat oleh aktor-aktor lintas generasi seperti Ferry Salim, Feby Febiola, Venly Kurnia, Keysha Angelica, Sisca Saras, hingga Kiki Narendra.
Proses syuting dijadwalkan akan dimulai pada April 2026 mendatang. Mengingat besarnya skala produksi dan kebutuhan pascaproduksi yang mendetail, film ini direncanakan akan menyapa penonton di bioskop pada 2026.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











