My WordPress Blog

Mudik Mewah 2026: Jadi Sultan dengan Lexus LM 350h Rp3,4 Miliar

Lexus LM 350h: Mobil Mewah yang Menemani Perjalanan Mudik ke Jawa Timur

Lexus LM 350h menjadi salah satu mobil paling mahal yang terdapat dalam acara Mudik In Style 2026. Harganya mencapai Rp 3,4 miliar dan digunakan oleh Damar, seorang crew, untuk mudik kembali ke kampung halamannya di Jawa Timur. Pemilihan mobil ini didasari oleh beberapa alasan yang membuatnya sangat cocok untuk perjalanan jauh.

Mobil ini memiliki dimensi yang sangat besar, sehingga kabin terasa sangat luas. Konfigurasi jok 4 seater pada tipe Lexus LM yang paling tinggi memberikan kenyamanan ekstra, terutama ketika dibawa untuk perjalanan keluarga. Kebutuhan akan ruang dan kenyamanan memang sangat penting dalam perjalanan mudik yang bisa berlangsung selama berjam-jam.

Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan mesin hybrid yang bertenaga. Mesin 2.400cc turbocharged yang dipadukan dengan teknologi hybrid menghasilkan tenaga sebesar 271 hp dengan torsi 460 Nm. Performa mesin ini tidak hanya responsif, tetapi juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan mobil-mobil lain.

Dengan dimensi yang besar, yaitu panjang 5.125 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.940 mm, mobil ini tetap mudah dikendarai. Meski berdimensi besar, kemudahan dalam pengoperasian tetap terjaga. Banyak fitur canggih yang disematkan untuk memudahkan pengemudi, seperti adaptive cruise control yang bisa digunakan bahkan saat jalanan macet. Selain itu, kamera 360 derajat siap membantu ketika parkir atau melewati jalanan sempit.

Fitur lain yang menarik adalah adanya pengaturan mode berkendara dari Eco, Rear Comfort, hingga Sport. Mode setir, pengereman, dan suspensi juga bisa disesuaikan sesuai gaya mengemudi masing-masing pengemudi. Mesin 2.400 CC turbonya yang bertenaga juga sangat effortless ketika ingin berakselerasi atau menyalip, meskipun mobil ini memiliki dimensi bodi yang lebih besar dibanding Alphard.

Tujuan Damar dalam mudik tahun ini adalah menuju Lamongan, Jawa Timur. Rute yang ia lalui sebagian besar adalah jalan tol. Ia memilih jalan tol karena merasa lebih aman dibanding jalan non-tol yang dinamikanya lebih tinggi, seperti jalan berlubang dan tidak rata. Mengingat ia membawa Lexus LM 500h lengkap dengan bodykitnya, ground clearance mobil tersebut tidak terlalu tinggi, yakni hanya 152 mm.

Yang menyenangkan lainnya adalah istri dan anaknya bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan yang memakan waktu 18 jam. Di bagian kabin belakang, suasana terasa seperti kabin first class pesawat. Pengaturan kursi yang sangat lengkap, termasuk reclining yang bisa seperti posisi tidur, layar entertainment besar yang mendukung konektivitas Miracast serta HDMI, pengaturan suhu individual, sun shade elektrik, sampai gordyn untuk menambah privasi, semuanya membuat perjalanan lebih nyaman.

Yang menarik, mobil ini punya kaca tambahan di bagian tengah seperti partisi yang bisa dibuka tutup dari sisi penumpang belakang dan sisi driver. Hal ini membuat mobil ini makin terasa spesial ketika seseorang duduk di bagian belakang.

Untuk pengemudi, fitur ADAS yang sangat canggih seperti adaptive cruise control yang bisa beroperasi ketika macet sekalipun, kamera 360 yang membantu visibilitas ketika parkir dan memasuki area sempit, serta fitur parkir otomatis yang membantu mobil saat parkir di posisi sempit, semua ini sangat membantu.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang rasanya perlu ditingkatkan agar mobil ini semakin sempurna. Misalnya, layar besar di bagian belakang seharusnya mendapat dukungan konektivitas hotspot dan menggunakan sistem operasi yang lebih canggih. Sehingga layar tersebut bisa langsung digunakan untuk menonton YouTube atau berselancar di internet, bukan hanya mirroring dari gadget kita. Saat ini, fitur tersebut belum tersedia.

Selama perjalanan ke Lamongan, total biaya yang dihabiskan untuk mengisi bensin Ron 98 adalah Rp 2,1 juta. Sementara mobil ini mencatatkan hasil konsumsi BBM 10,8 selama perjalanan mudik.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *