MEDAN – Sigarang Garang adalah salah satu dari 14 desa yang berada di Kecamatan Naman Teran, yaitu kecamatan dengan ketinggian tertinggi di Kabupaten Karo. Desa ini terletak pada ketinggian 1.347 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di sisi utara Gunung Sinabung, sebuah gunung berapi aktif yang berada di dataran tinggi Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).
Sebagaimana wilayah lain di sekitar lereng gunung berapi, Kabupaten Karo memiliki tanah vulkanis yang sangat subur. Hal ini membuat sektor pertanian berkembang pesat, termasuk di Kecamatan Naman Teran. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Karo, Kecamatan Naman Teran menjadi salah satu produsen utama aneka jenis tanaman hortikultura dari Karo. Produksi cabai keriting mencapai 77.408 kuintal pada tahun 2024, sedangkan produksi cabai rawit mencapai 12.688 kuintal.
Selain itu, petani di Naman Teran juga menanam berbagai jenis sayuran seperti kentang, wortel, kubis, sawi putih, tomat, dan kembang kol. Wilayah ini menjadi salah satu penyokong kebutuhan sayur mayur bagi berbagai daerah di Sumatra Utara dan sekitarnya.
Namun, erupsi Gunung Sinabung pada akhir tahun 2013 hingga awal 2014 menyebabkan kerusakan besar di wilayah-wilayah yang berada di lereng gunung berapi tersebut. Salah satu desa yang paling terdampak adalah Desa Sigarang Garang. Desa ini diselimuti abu vulkanik yang menghancurkan keasrian lingkungan. Ribuan penduduk terpaksa mengungsi karena rumah mereka tertutup abu tebal, serta lahan pertanian dan peternakan yang menjadi sumber penghidupan mereka hilang. Akibatnya, Desa Sigarang Garang tampak seperti desa mati.
Profil Desa Sigarang Garang, Video Buatan Amsal Sitepu yang Kini Berkasus
Video profil Desa Sigarang Garang yang dibuat oleh videografer asal Karo, Amsal Sitepu, diunggah melalui akun Instagram pada Jumat (27/3/2026). Dalam video tersebut, tone warna redup memperlihatkan lanskap desa setelah dihantam erupsi Sinabung. Rumah-rumah warga yang rusak dan ditinggalkan sejak erupsi, serta tumpukan batuan besar akibat letusan, semakin memperkuat kesan sedih dalam video tersebut.
Di dalam video, nyanyian bernada menyayat hati yang dilagukan oleh seorang perempuan tua menambah kesan sendu pada desa yang kini sepi. Akun Instagram Amsal Sitepu yang kini dikelola oleh istrinya, Lovia Sianipar, menyebut bahwa video profil Desa Sigarang Garang merupakan salah satu dari sekian banyak video yang diproduksi Amsal dalam proyek pembuatan video profil desa di Karo antara tahun 2019 hingga 2022. Biaya produksi untuk setiap video sebesar Rp30 juta.
Namun, sejak tahun 2025, kerja kreatif Amsal dan tim memunculkan masalah. Amsal, yang merupakan Direktur CV Promiseland, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembuatan video profil desa di Karo tahun 2019-2022. Ia diduga melakukan mark up anggaran hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp202 juta.
Dalam proposal yang diajukan kepada pemerintah desa, Amsal menawarkan harga Rp30 juta per video. Menurut akun Instagramnya, sebanyak 50 desa di Karo ditawari oleh Amsal. Namun, hanya 13 desa yang menerima penawaran tersebut. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan jasa selesai dan diterima oleh pemerintah desa.
Namun, beberapa tahun kemudian, Amsal dituduh menggelembungkan anggaran meski biaya jasa telah disepakati. Jaksa menuding Amsal menggelembungkan sejumlah pos anggaran, seperti konsep atau ide, clip on, editing video, serta dubbing. Perhitungan ahli dan auditor dari Inspektorat Kabupaten Karo menunjukkan bahwa biaya pembuatan video seharusnya hanya sekitar Rp24,1 juta per desa. Ini menyebabkan selisih anggaran sekitar Rp5,9 juta per video.
Akibatnya, Amsal didakwa atas perbuatan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp202 juta.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











