
Setelah perayaan Lebaran, kembali hidupnya kehidupan di Pasar Gembrong Lama. Di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jakarta Timur, deretan toko mainan dipenuhi oleh pembeli, terutama orang tua yang datang bersama anak-anak mereka. Mereka memanfaatkan momen liburan dan uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mencari mainan.
Di tengah ramainya pasar, satu jenis mainan tampak mendominasi etalase dan menjadi incaran banyak pembeli, yaitu tembakan jelly. Mainan ini menjadi tren baru yang sangat diminati oleh anak-anak.
Nandang (30), seorang pedagang di salah satu toko, Leona Toys, mengatakan bahwa tren ini sudah terasa bahkan sebelum Lebaran.
“Alhamdulillah sebelum Lebaran juga sudah mulai rame karena ada mainan yang sedang trending, seperti tembakan jelly,” ujarnya saat ditemui di tokonya pada Rabu (25/3).
Menurut Nandang, momentum Lebaran menjadi puncak lonjakan penjualan. Jika biasanya ia hanya meraup omzet sekitar Rp1-2 juta, saat musim Lebaran angkanya melonjak drastis. Bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau sebelumnya kisaran kita dapat sejuta dua juta, kalau Lebaran musim kayak gini lumayan kisaran puluhan lah, sepuluh, dua puluh, tiga puluh (juta) dapat kita,” kata Nandang.

Nandang mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan ini bahkan mencapai ratusan persen.
“Hampir dua ratus, tiga ratus persen sih peningkatannya,” tambahnya.
Tren mainan yang terus berganti setiap tahun turut memengaruhi penjualan. Nandang menyebut, sebelumnya mobil remote control (RC) dan fidget spinner pernah menjadi primadona. Kini, tembakan jelly mengambil alih pasar.
“Setiap tahun itu momen-momen sama trending-trending mainan itu beda-beda dia, kalau sekarang tembakan alhamdulillah nih,” ujarnya.
Meski demikian, selain tembakan jelly, beberapa jenis mainan lain tetap diminati. Untuk anak laki-laki, mobil remote control masih menjadi favorit, sementara anak perempuan cenderung memilih boneka Barbie atau mainan sejenis.
Dari segi harga, mainan yang dijual cukup beragam dan terjangkau. Nandang menyebut, produk di tokonya dibanderol mulai dari Rp10 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Kalau kita kisaran harga paling murah sih sepuluh sampai dua puluh ribu. Kalau yang paling mahal sih kisaran enam ratus, tujuh ratus ribu kayak mainan RC yang paling besar,” jelasnya.

Kebanyakan pembeli datang bersama anak-anak mereka agar bisa langsung memilih mainan yang diinginkan.
“Ya, rata-rata bawa anak-anak, biar lebih enak milihnya dia,” kata Nandang.
Fenomena ini juga terlihat dari sisi pembeli yang memanfaatkan moment Lebaran untuk membelikan mainan. Yus (52), misalnya, datang seorang diri untuk membeli mainan bagi cucunya.
“Ini buat cucu saya, biar dia aktivitas explore-explore,” ujarnya.
Ia memilih membeli mobil-mobilan untuk sang cucu.
“Ini mobil-mobilan. 100 ribu,” kata Yus.
Ia juga menambahkan bahwa mainan tersebut memiliki fitur tambahan.
“Iya, udah keluar asap dari air,” lanjutnya.
Yus menilai Pasar Gembrong tetap menjadi pilihan karena harga yang relatif terjangkau dan banyaknya pilihan.
“Karena harganya murah, terus banyak pilihan, ya. Terus kan di sini tes tuh, kalau rusak dituker. Jadi langsung kita beres,” ujarnya.

Sementara itu, Adi (36), pembeli lainnya yang datang bersama Istri dan anaknya, mengaku awalnya tidak berniat membeli mainan tertentu. Namun, keinginan anak membuatnya akhirnya membeli tembakan jelly yang tengah tren.
“Cuma (beli) tembakan doang sih. Sebenernya sih nggak niat buat nyari tembakan. Ternyata dia kepengin ya sudah,” katanya.
Ia juga menyebut pembelian tersebut dilakukan secara spontan saat melintas di kawasan Pasar Gembrong.
“Kebetulan kita abis dari makam, lewat sini ya kebetulan aja sekalian lah mampir gitu,” ujarnya.
Mainan tembakan jelly yang dibelinya dibanderol seharga Rp150 ribu dan masih bisa ditawar.
“Ini 150 ribu bisa ditawar sih sebenernya,” kata Adi.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











