MORA dan EMR akan melakukan penggabungan usaha yang akan berlaku efektif pada April 2026. Penggabungan ini bertujuan untuk mengintegrasikan infrastruktur backbone milik MORA dengan jaringan FTTH milik EMR, sehingga dapat menciptakan efisiensi operasional dan memperluas cakupan layanan.
Dalam keterbukaan informasi di BEI, manajemen menjelaskan bahwa rasio konversi saham yang disepakati adalah 1 banding 7.703,807548. Hal ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham pemegang saham MORA sebesar 50,50%. Penilaian independen menunjukkan bahwa nilai pasar 100% ekuitas MORA sebesar Rp 10,21 triliun setara dengan Rp 432 per saham. Sementara itu, EMR memiliki nilai pasar Rp 10,42 triliun atau sekitar Rp 3,33 juta per saham.
Berdasarkan rasio konversi tersebut, setiap saham EMR akan mendapatkan 7.703,81 saham baru MORA. Nantinya, MORA akan menerbitkan 24,13 miliar saham untuk pemegang saham EMR. Setelah penggabungan, modal perusahaan akan menjadi Rp 4,78 triliun yang terbagi atas 47,77 miliar saham.
Setelah penggabungan, MORA akan tetap menjadi entitas terbuka yang menerima seluruh aset, liabilitas, serta karyawan dari EMR. Status hukum EMR akan berakhir tanpa likuidasi.
Penggabungan antara MORA dan EMR saling melengkapi karena MORA memiliki infrastruktur backbone telekomunikasi dengan jangkauan luas, sedangkan EMR memiliki jaringan FTTH yang menjangkau end user dengan jumlah homepass besar dan tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Integrasi kedua perusahaan menciptakan satu kesatuan value chain yang sebelumnya dimiliki masing-masing secara mandiri. Penggabungan ini akan menghasilkan skala usaha yang lebih besar dengan struktur biaya pengembangan jaringan yang lebih efisien, serta menciptakan sinergi strategis, operasional jaringan, dan finansial yang signifikan.
Sinergi ini memungkinkan percepatan investasi jaringan, peningkatan kualitas dan cakupan layanan bagi pelanggan, serta pengembangan inovasi produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin tinggi di tengah persaingan pasar yang ketat.
Berikut adalah jadwal rencana merger MORA dan MyRepublic:
- Persetujuan dari masing-masing Direksi dan Dewan Komisaris MORA atas Rancangan Penggabungan pada 16 Desember 2025
- Persetujuan dari masing-masing Direksi dan Dewan Komisaris EMR atas Rancangan Penggabungan pada 16 Desember 2025
- Penyampaian pernyataan Penggabungan kepada OJK pada 18 Desember 2025
- Pengumuman di situs web MORA tentang rancangan penggabungan usaha, Pengumuman Rancangan Penggabungan (di 2 surat kabar) pada 18 Desember 2025
- Pemberitahuan kepada Kreditur pada 18 Desember 2025
- Pemberitahuan kepada Karyawan pada 18 Desember 2025
- Pengajuan permohonan pencatatan saham Penggabungan ke BEI pada 18 Desember 2025
- Penyampaian bukti pengumuman Rancangan Penggabungan pada 22 Desember 2025
- Tanggal Akhir Keberatan Kreditur pada 02 Januari 2026
- Pemberitahuan Agenda RUPSLB MORA kepada OJK pada 05 Februari 2026
- Tanggal Penyelesaian Keberatan Kreditur (bilamana ada) pada 11 Februari 2026
- Pengumuman RUPSLB melalui situs Bursa Efek Indonesia dan situs web MORA pada 12 Februari 2026
- Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak Hadir dalam RUPSLB MORA pada 26 Februari 2026
- Pemanggilan RUPSLB pada 27 Februari 2026
- Estimasi tanggal efektif pernyataan Penggabungan yang dikeluarkan oleh OJK pada 17 Maret 2026
- Tambahan / revisi dari pengumuman Rancangan Penggabungan pada 17 Maret 2026
- RUPSLB MORA menyetujui Rancangan Penggabungan, Akta Penggabungan, dan Perubahan Anggaran Dasar MORA, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris hasil dari Penggabungan – RUPSLB EMR menyetujui Rancangan Penggabungan dan Akta Penggabungan pada 26 Maret 2026
- Pemberitahuan hasil RUPSLB kepada OJK dan pengumuman hasil RUPSLB dalam 2 surat kabar pada 27 Maret 2026
- Periode pembelian kembali saham bagi pemegang saham yang tidak setuju dengan penggabungan usaha dan bermaksud menjual sahamnya (Periode Pembelian Kembali Saham – Mulai) pada 1 April 2026
- Penandatanganan Akta Penggabungan Usaha pada 10 April 2026
- Laporan Akta Rancangan Penggabungan Usaha dan perubahan Anggaran Dasar dan susunan Direksi dan Dewan Komisaris kepada Menteri Hukum pada 10 April 2026
- Periode pembelian kembali saham bagi pemegang saham yang tidak setuju dengan penggabungan usaha dan bermaksud menjual sahamnya (Periode Pembelian Kembali Saham – Selesai) pada 10 April 2026
- Persetujuan dan pengakuan Menteri Hukum atas pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang Menerima Penggabungan, dan susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada 22 April 2026
- Penyampaian bukti persetujuan Menteri Hukum ke BEI atas perubahan Anggaran Dasar pada 22 April 2026
- Tanggal Efektif Penggabungan pada 22 April 2026
- Notifikasi kepada KPPU setelah selesainya Penggabungan pada 22 April 2026
- Penyelesaian Pembayaran kepada pemegang saham yang berhak untuk dibeli kembali sahamnya yang telah menyampaikan formulir permohonan untuk dibeli sahamnya pada 17 April 2026
- Informasi Materi/Keterbukaan Fakta tentang Penandatanganan Akta dan Efektif Penggabungan pada 23 April 2026
- Tanggal Pencatatan dan Perdagangan saham Perusahaan Yang Menerima Penggabungan dimulai pada 23 April 2026
- Laporan kepada OJK tentang penyelesaian Penggabungan pada 29 April 2026
- Pengumuman penyelesaian Penggabungan di surat kabar pada 15 Mei 2026
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











