My WordPress Blog
Bisnis  

9 istilah penting sebelum investasi SBN ritel

Mengenal Surat Berharga Negara (SBN) sebagai Investasi yang Aman

Jika kamu mencari instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, Surat Berharga Negara (SBN) bisa menjadi pilihan yang tepat. SBN adalah surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai berbagai proyek atau program penting. Dengan membeli SBN, uang yang kamu keluarkan akan digunakan oleh pemerintah untuk keperluan tersebut. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan imbal hasil berupa kupon sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Istilah Penting dalam SBN

Sebelum membeli SBN, ada beberapa istilah penting yang perlu kamu pahami. Berikut penjelasannya:

  1. Kupon



    Kupon merujuk pada imbal hasil yang dibayarkan pemerintah kepada investor SBN. Kupon ini dihitung dalam persen dan dapat berupa dua jenis:
  2. Floating with floor: Kupon yang mengambang dengan batas minimal. Imbal hasil bisa berubah mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia, tetapi pemerintah menetapkan batas minimal agar kamu tetap menerima kupon yang cukup. Jenis ini tersedia pada produk SBR dan ST.
  3. Fixed rate: Kupon tetap dari awal hingga jatuh tempo. Contohnya adalah SR dan ORI.

  4. Tenor



    Tenor adalah jangka waktu investasi kamu. SBR dan ST memiliki tenor 2 tahun, sedangkan ORI dan SR memiliki tenor 3 tahun. Setelah masa tenor selesai, uang pokok kamu akan dikembalikan seluruhnya.

  5. Masa Penawaran



    Masa penawaran adalah periode di mana kamu bisa membeli SBN. Biasanya, masa penawaran berlangsung selama tiga minggu setelah rilis produk. Contohnya, SBR010 ditawarkan dari 21 Juni hingga 15 Juli 2021.

  6. Tanggal Penetapan



    Tanggal penetapan adalah saat pemerintah menentukan jumlah pesanan SBN ritel yang masuk. Misalnya, untuk ORI022, tanggal penetapan terjadi pada 24 Oktober 2022.

  7. Setelmen



    Setelmen adalah tanggal penyelesaian transaksi. Pada tahap ini, investor akan tercatat sebagai pemilik SBN. Besaran kupon baru dihitung mulai dari tanggal setelmen. Untuk ORI022, setelmen terjadi pada 26 Oktober 2022.

  8. Kuota



    Kuota mengacu pada total nilai pembelian SBN per individu. Minimum pembelian adalah Rp1 juta, dan maksimumnya adalah Rp3 miliar per individu. Kamu bisa membeli berkali-kali selama masa penawaran masih berlangsung.

  9. Tradable vs Non-Tradable



    Tradable berarti SBN bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Produk seperti ORI dan SR bisa diperjualbelikan setelah tiga bulan dari masa penawaran. Sebaliknya, non-tradable berarti SBN tidak bisa diperdagangkan, seperti SBR dan ST. Namun, SBR dan ST bisa dicairkan lebih awal melalui fasilitas early redemption.

  10. Early Redemption



    Fasilitas early redemption memungkinkan kamu untuk mencairkan SBR atau ST sebelum jatuh tempo. Maksimal pencairan adalah 50% dari total kepemilikan. Contohnya, jika kamu memiliki SBR senilai Rp10 juta, kamu hanya bisa mencairkan Rp5 juta. Pencairan dilakukan dalam kelipatan Rp1 juta.

  11. Mitra Distribusi (Midis)



    Mitra distribusi adalah saluran yang digunakan pemerintah untuk menjual SBN ritel ke masyarakat. Beberapa contoh midis antara lain aplikasi TanamDuit, Bibit, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan lainnya. Mereka menyediakan layanan pembelian SBN ritel sejak 2018.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *