Honda Brio Listrik Siap Meluncur di Indonesia
Honda kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan mobil listrik di pasar Indonesia. Setelah sukses dengan model Brio bensin, kini giliran Honda Brio Listrik atau yang dikenal sebagai Honda Super One yang diprediksi segera meluncur di Tanah Air. Dengan estimasi harga sekitar Rp 322 juta, mobil ini berpotensi menjadi salah satu mobil listrik kompak paling terjangkau dan menjadi pesaing utama Wuling Air EV yang sudah lebih dulu populer.
Kode dan Perhitungan Harga
Honda Brio Listrik tercatat di laman Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta dengan kode JG6 A EV ZZE. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp 257 juta menjadi dasar perhitungan harga. Kehadiran kode “EV” menegaskan bahwa ini adalah kendaraan listrik murni. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa Honda benar-benar siap membawa Brio EV ke pasar Indonesia, bukan sekadar uji coba.
Berikut perhitungan harga on the road di Jakarta:
– PKB (2%): Rp 5,14 juta
– BBNKB (12,5%): Rp 32,125 juta
– PPN (12%): Rp 32,382 juta
– Biaya administrasi: Rp 818 ribu
– PPnBM: Tidak dikenakan untuk mobil listrik
Total estimasi harga mencapai Rp 322,325 juta. Meski begitu, harga final bisa lebih tinggi karena adanya margin keuntungan dan biaya distribusi dari pabrikan.
Desain dan Spesifikasi
Honda Super One pertama kali diperkenalkan di Japan Mobility Show 2025. Mobil ini memiliki dimensi kompak dengan panjang 3.589 mm, sedikit lebih pendek dari Brio bensin. Desainnya sporty dengan DNA “fun to drive” yang disebut sebagai penerus spiritual Honda Jazz. Brio EV dirancang untuk anak muda dan keluarga kecil yang membutuhkan mobil ramah lingkungan dengan gaya modern.
Persaingan dengan Wuling Air EV
Wuling Air EV saat ini menjadi mobil listrik termurah di Indonesia dengan harga mulai Rp 214 juta untuk varian Lite Standard Range hingga Rp 307 juta untuk Pro Long Range. Dengan range lebih dari 300 km sekali isi daya, Wuling Air EV sudah membuktikan diri sebagai pilihan populer. Brio EV dengan harga Rp 322 juta jelas akan bersaing ketat, terutama jika Honda mampu menawarkan jarak tempuh dan fitur yang kompetitif.
Tantangan yang Dihadapi
Meski harga Brio EV relatif terjangkau, ada beberapa tantangan:
– Subsidi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) berakhir akhir 2025, sehingga harga mobil listrik di 2026 berpotensi naik.
– Infrastruktur charging masih terbatas di luar kota besar.
– Spesifikasi resmi Brio EV seperti kapasitas baterai dan jarak tempuh belum diumumkan, sehingga konsumen masih menunggu kepastian.
Potensi dan Harapan
Keberadaan Brio EV tetap menjadi kabar baik. Pemerintah menargetkan 2 juta unit mobil listrik beroperasi pada 2030, dan model terjangkau seperti Brio EV bisa mempercepat pencapaian target tersebut. Honda Brio EV diperkirakan dijual sekitar Rp 322 juta di Indonesia. Dengan harga tersebut, mobil ini berpotensi menjadi EV kompak yang menarik, meski tetap lebih mahal dibandingkan Wuling Air EV.
Kesimpulan
Kehadiran Brio EV bisa menjadi game changer di pasar otomotif Indonesia, terutama jika Honda mampu menghadirkan range kompetitif, fitur modern, dan layanan purna jual yang kuat. Apakah Brio EV dengan harga Rp 322 juta cukup menarik untuk bersaing dengan Wuling Air EV yang mulai Rp 214 juta?
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











