Peran Elnusa dalam Mendukung Pertumbuhan Industri Energi Nasional
PT Elnusa Tbk, sebuah perusahaan jasa energi terintegrasi yang berada di bawah Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat upaya pengembangan usaha untuk menangkap peluang bisnis seiring dengan pertumbuhan industri energi nasional. Langkah ini juga semakin memperkuat peran Perseroan dalam mendukung target produksi migas nasional menuju 1 juta barel oil per day (BOPD).
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan hulu migas, Elnusa mengembangkan strategi bisnis adaptif yang fokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas, yaitu:
- Routine Work Program: Fokus pada aktivitas rutin yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi.
- Acceleration from Reserve to Production: Meningkatkan kecepatan pengembangan cadangan menjadi produksi.
- Enhanced Oil Recovery (EOR): Teknik untuk meningkatkan hasil minyak dari lapangan yang sudah matang.
- Exploration: Pencarian sumber daya baru yang dapat dimanfaatkan.
Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi industri hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang penemuan sumber daya baru.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menyampaikan bahwa implementasi setiap pilar tersebut memiliki tantangan tersendiri, mulai dari meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya resiko subsurface yang berpengaruh terhadap penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.
“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan,” ujar Arief.
Kolaborasi dalam Pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR)
Dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR), Elnusa berkolaborasi dengan Pertamina Persero dan Subholding Upstream untuk mengembangkan Chemical EOR (CEOR) dan teknologi Vibroseis EOR yang dirancang untuk membantu meningkatkan perolehan minyak pada lapangan mature. Selain itu, Perseroan juga mendorong pengembangan fasilitas blending dan meningkatkan penggunaan material domestik guna mengurangi kebutuhan material impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.
Solusi Operasi Berbiaya Rendah
Pada aspek acceleration cadangan menjadi produksi, Elnusa menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah (low-cost operation) yang memungkinkan pengembangan lapangan non ekonomis agar dapat dimonetisasi serta berproduksi secara lebih ekonomis. Sementara pada routine work program, Perseroan mengoptimalkan kekuatan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Portofolio Bisnis yang Diversifikasi
Strategi ini didukung oleh portofolio bisnis Elnusa yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu:
- Jasa Hulu Migas Terintegrasi
- Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi
- Jasa Penunjang Migas
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi & konstruksi, marine vessel & barge, hingga layanan distribusi energi.
Pertumbuhan di Segmen Distribusi Energi
Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa juga mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. Perseroan juga terus memperluas layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.
Diversifikasi Portofolio Usaha
Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, antara lain melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Arief menambahkan bahwa strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak Perseroan sepanjang 2025 yang tetap kuat di tengah dinamika industri, hingga tahun 2026.
“Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta kebutuhan layanan distribusi energi. Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” tutup Arief.











