Umi Kalsum Viral karena Penampilan yang Gemerlap di TikTok
Video singkat yang menampilkan Umi Kalsum, ibu dari penyanyi dangdut Ayu Ting Ting, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan penampilannya yang penuh dengan perhiasan emas dan berlian, yang membuat banyak netizen merasa terkesan.
Penampilan yang Mencuri Perhatian
Dalam video TikTok yang diunggah oleh akun @momayting, Umi Kalsum duduk di dalam mobil yang sedang melaju. Ia direkam oleh seseorang yang ikut dalam perjalanan menuju acara buka puasa bersama (bukber). Caption yang ditulisnya hanya menyebutkan “Bukber di mana kita,” tanpa memberikan informasi lebih lanjut tentang lokasi kegiatan tersebut.
Sementara itu, Umi Kalsum membuat konten dengan iringan lagu religi berjudul Siti Fatimah Ya Allah, yang sedang tren pada bulan Ramadhan. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan kedua tangannya yang dipenuhi dengan gelang dan cincin berkilau, bahkan beberapa di antaranya terlihat mengandung berlian. Gerakan tangan yang dilakukannya menimbulkan kilatan cahaya yang mencolok, seolah ingin memperlihatkan kemewahan yang ia kenakan.
Selain itu, leher Umi Kalsum juga dihiasi dengan beberapa kalung yang semakin menambah kesan mewah. Penampilannya semakin lengkap dengan abaya hitam yang elegan. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah aksesoris emas yang menjuntai di kepalanya, seperti mahkota mini yang memancarkan aura glamor.
Tanggapan Netizen
Tindakan Umi Kalsum ini langsung mendapat respons dari netizen. Banyak dari mereka mengingatkan agar ia tidak terlalu pamer harta. Beberapa komentar menunjukkan kekecewaan terhadap tindakan Umi Kalsum yang dinilai kurang pantas.
Beberapa netizen menulis:
* @Sintia Laudje: “termasuk riya gak sih?? maaf”
* @nadhirashanum: “kirain yg kek gini cuma diparodiin sama miskah doang ternyata beneran ada”
* @nadiya park: “dia kenapa sih”
* @Bubu: “jaga sikap bu..kasian ayu yg d hujat..”
* @Shabill: “bu.. jgan kelewatan.. banyak orang susah bu kasian.. jgan buat kecemburuan sosial kasihan orang yg buat makan aja susah”
* @rett: “astaga”
* @balabala: “seperti disengaja biar yang pada julid bingung mau julitin apalagi”
* @ritasaputri: “gak prnh saling kenal, tp kenapa hati ini brisik sekali”
Pandangan Islam Mengenai Perhiasan
Perhiasan umumnya sangat diminati oleh wanita. Bahkan, bisa dikatakan bahwa perhiasan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan perempuan. Baik itu emas, perak, permata, atau jenis lainnya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan bahwa perhiasan (hilyah) merupakan bagian dari sifat-sifat kaum Hawa. Dalam Surah Az-Zuhruf ayat 18, Allah berfirman, “Dan Apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan beperhiasan, sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.”
Ustadz H Abdurrahman Ridha Anshari, anggota MUI Balangan, menjelaskan bahwa bagi seorang muslimah, memakai perhiasan dihalalkan. Sementara itu, bagi laki-laki, hal ini diharamkan. Ketentuan ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, di mana Nabi Muhammad SAW pernah mengambil sutra di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu berkata, “Sesungguhnya kedua benda ini (sutra dan emas) diharamkan bagi laki-laki dari umatku. Halal bagi perempuan mereka.”
Menurut ustadz Ridha, boleh memakai perhiasan, tetapi tidak boleh berlebihan, terutama jika tujuannya untuk kesombongan. Dalam Surah An-Nur ayat 31, Allah melarang seorang muslimah membunyikan perhiasannya yang bertujuan menarik perhatian orang lain, khususnya lawan jenis.
Prinsip yang Harus Dipatuhi
Islam telah mengatur segala sesuatunya, termasuk cara mempercantik diri, tata cara berpenampilan, cara berpakaian, dan tata cara berhias. Dalam hal ini, perhiasan boleh digunakan sebagai bentuk usaha untuk mempercantik diri selama masih dalam batasan wajar.
Wajar dalam artian sesuai kebiasaan masyarakat sekitar. Jadi, sangat terlarang jika wanita memakai perhiasan hanya untuk pamer atau membanggakan diri. Satu hal yang harus dijaga saat memakai perhiasan adalah prinsip untuk tidak berlebihan.
Aturan ini ditetapkan dengan hikmah yakni untuk menghindari penyakit hati, seperti iri dan dengki terhadap nikmat yang dimiliki orang lain. Kaum muslim wajib bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sesuai porsinya, yakni ketetapan Allah yang diatur dalam Lauhul Mahfuzh.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











