Strategi Dividen Interim yang Menarik Perhatian Investor
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menunjukkan tanda-tanda akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali dalam tahun 2026. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, yang menyatakan bahwa pembagian dividen interim lebih dari sekali dalam setahun merupakan inovasi baru bagi perseroan. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan arus kas bagi para pemegang saham yang selama ini mendukung perusahaan.
“Pembagian dividen interim setiap kuartal ini diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang selama ini senantiasa bersama kami. Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris,” ujar Hendra dalam keterangan resmi.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas cabang Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai bahwa rencana BBCA membagikan dividen tiga kali dalam setahun bisa menjadi sentimen positif dan menarik minat investor terhadap saham perbankan swasta raksasa ini. Menurutnya, hal ini karena akan memberi arus dividen yang lebih rutin bagi investor.
“Ini biasanya cukup menarik, terutama bagi investor yang mencari kombinasi antara dividen dan pertumbuhan,” kata Elandry.
Proyeksi Investasi dan Kinerja Keuangan
Mengenai proyeksi investasi ke saham BBCA, dia menilai secara fundamental BBCA masih sangat solid. Dengan harga saham yang saat ini berada di kisaran Rp 6.875 pada perdagangan intraday hari ini, koreksi yang terjadi justru membuat valuasinya relatif lebih menarik untuk akumulasi jangka menengah hingga panjang.
Menurut dia, ke depan prospeknya masih cukup positif dengan potensi pergerakan menuju kisaran Rp 7.300 – Rp 7.700 jika sentimen pasar mendukung. Selain itu, kinerja intermediasi perbankan BBCA juga masih cukup stabil dengan pertumbuhan kredit yang konsisten dan kualitas aset yang terjaga. Hal ini membuat BBCA tetap menjadi salah satu saham perbankan yang defensif di tengah dinamika pasar.
“Selama fundamental tetap kuat dan kondisi makro mendukung, saham BBCA masih berpeluang melanjutkan tren penguatan secara bertahap,” ujarnya.
Pandangan dari Analis Lain
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, rencana pembagian dividen tiga kali yang dilakukan oleh BBCA tentunya diharapkan bisa meningkatkan minat dari para pelaku investor. “(Apalagi) harga saham BBCA itu sudah terdiscount ya kan,” ujar Nafan.
Merujuk riset Mirae Asset Sekuritas, prospek saham BBCA masih menarik hingga akhir tahun. Nafan memproyeksikan target harga tertinggi hingga ke level 9.750. Menurut dia, likuiditas dan dana murah (CASA) yang kuat serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang selalu berada di bawah rata-rata industri menjadi penopang kinerja BCA.
Selain itu, strategi ekspansi CASA nonritel, peningkatan pendapatan berbasis komisi serta investasi teknologi dinilai mampu menjaga profitabilitas. “BBCA tetap dianggap sebagai salah satu bank besar paling stabil di Indonesia, untuk investor jangka panjang yang mencari kombinasi stabilitas dan imbal hasil dividen, BBCA tetap menarik,” ujar Nafan.
Pembagian Dividen Tunai Sebesar Rp 41 Triliun
Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 41 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3).
Para pemegang saham menyetujui dividend payout ratio (DPR) sebesar 72%. Angka ini meningkat dibandingkan DPR tahun sebelumnya yang sebesar 67,4%. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 281 per saham. Angka ini mencerminkan dividend yield sekitar 4% berdasarkan harga saham BBCA pada perdagangan intraday di kisaran Rp 6.950 per saham pada Kamis (12/3).
Sebelumnya, BCA juga telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 55 per saham pada Desember 2025. Alhasil, untuk tahun buku 2025, BBCA membayarkan dividen kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp 336 per saham.
Apabila melihat kinerja keuangannya, BBCA membukukan laba bersih Rp 57,5 triliun tahun buku 2025 atau naik 4,9% year on year (yoy). Sepanjang Januari–Desember 2025, BCA dan entitas anak membukukan total kredit 7,7% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 993 triliun per Desember 2025.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











