My WordPress Blog
Budaya  

Niat Shalat Tarawih dan Witir serta Doa Qunut Malam ke-24 Ramadhan 1447 H

Ibadah Malam Ramadhan: Shalat Tarawih dan Witir

Setelah berbuka puasa di bulan Ramadhan, rangkaian ibadah malam akan dimulai setelah Shalat Isya. Salah satu ibadah yang dilakukan adalah Shalat Sunnah Tarawih hingga witir. Pada malam ke-24, setelah Shalat Witir, terdapat doa qunut seperti pada Shalat Subuh.

Shalat Tarawih dilaksanakan setelah Shalat Isya, dengan jumlah rakaat berkisar antara 8 hingga 20 rakaat. Namun, ada juga yang melakukan hanya sedikit rakaat. Jumlah paling umum yang dilakukan adalah 8 hingga 20 rakaat. Berikut ini adalah bacaan niat Shalat Tarawih dan witir serta doa kamilin yang tersedia dalam artikel ini.

Niat Shalat Tarawih dan Witir

Niat Shalat Tarawih Sendirian:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Tarawih Sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Tarawih Sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’mūman lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Witir:
Salat witir sebaiknya dikerjakan sejumlah 3 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat ditambah 1 rakaat) atau 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Niat Salat Witir Dua Rakaat Sendirian:
اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, sendirian karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Witir Dua Rakaat Sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Salat Witir Dua Rakaat Sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an makmūman lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Doa Qunut Witir

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man ‘afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa bariklana fi ma a‘thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik. Wa innahû la yazillu man walait. Wa la ya‘izzu man ‘adait.

Tabarakta rabbana wa ta‘alait. Fa lakal hamdu a’la ma qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Doa Qunut Tarawih

Doa Qunut dibaca sejak pertengahan puasa saat Shalat Witir setelah Tarawih. Doa ini dibaca pada rakaat terakhir pada Shalat Witir. Bacaannya sama dengan yang dibaca pada Shalat Subuh.




Selain itu, di bulan Ramadhan ini juga terdapat bacaan doa harian yang memiliki keutamaan tersendiri untuk dipanjatkan. Doa harian ini bisa menjadi bekal dalam menjalani ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *