Antrean Nasabah Bank Jambi Masih Berlangsung
Antrean nasabah Bank Jambi masih terjadi di berbagai kantor cabang, terutama di wilayah kabupaten. Kondisi ini terjadi sejak peretasan yang terjadi pada 22 Februari 2026 lalu, yang menyebabkan layanan ATM dan m-banking Bank Jambi dinonaktifkan sementara.
Hingga Sabtu (14/3/2026), banyak nasabah masih antre untuk mengambil gaji atau THR yang telah ditransfer ke rekening mereka. Kondisi ini terlihat jelas dari unggahan media sosial, termasuk di Kota Sungai Penuh. Akun Yori Dharta Wijaya membagikan foto yang menunjukkan nasabah memenuhi depan kantor cabang Bank Jambi. Parkiran kendaraan juga penuh oleh kendaraan nasabah yang sedang menunggu antrian.
Kondisi serupa juga dibagikan oleh akun Mit Kincay melalui video yang menampilkan nasabah Bank Jambi, terutama para PNS, yang berebut nomor antrean. Sementara itu, akun Pak Dan membuat lelucon dengan menyindir apakah Bank Jambi sedang bagi-bagi THR menjelang lebaran karena antrean yang panjang.
“Menjelang lebaran apakah bank jambi lagi bagi bagi THR? Dari pada penasaran ikutan juga lah,” tulisnya.
Bank Jambi membuka layanan teller dan CS pada Sabtu dan Minggu (14-15/3/2026). Namun, layanan kantor cabang akan ditutup pada 17 Maret 2026, bertepatan dengan libur dan cuti bersama Nyepi dan Idul Fitri. Oleh karena itu, nasabah hanya memiliki kesempatan untuk mengambil uang sebelum batas akhir tersebut. Setelahnya, layanan kantor cabang Bank Jambi akan libur cukup lama.
Proses Asesmen oleh Bank Indonesia
Sementara itu, terkait kondisi Bank Jambi pasca-peretasan, pihak bank masih diminta untuk melengkapi asesmen yang diminta oleh Bank Indonesia (BI) agar transaksi tetap aman. Kepala BI Jambi Tedy Arif Budiman mengatakan bahwa asesmen dilakukan langsung oleh Kantor Pusat BI di Jakarta.
“Yang melakukan asesmen BI Kantor Pusat secara sentral. Detail asesmen ada di Jakarta,” kata Tedy saat ditanya soal asesmen yang harus dipenuhi Bank Jambi, Kamis (13/3/2026). Ia tidak menyebutkan kapan akses Mobile Banking dan ATM akan dibuka kembali.
Janji Gubernur Jambi
Gubernur Jambi, Al Haris, berjanji bahwa dalam dua hari, layanan ATM dan M-banking Bank Jambi bisa digunakan kembali. Ini disampaikannya pada Kamis (12/3/2026). Sebelumnya, gangguan layanan telah terjadi selama lebih dari dua minggu sejak 22 Februari 2026 lalu, dan hingga hari ini belum bisa digunakan.
Selama gangguan tersebut, sekitar 6.000 rekening nasabah Bank Jambi kehilangan saldo dengan total kerugian mencapai Rp143 miliar. Menurut Al Haris, layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi sudah memasuki tahap pengujian. Pihak Bank Jambi telah melakukan pergantian server sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI).
Setelah menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Sosialisasi Program Prioritas Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi Tahun 2026 di Hotel Aston Jambi, Kamis (12/3/2026), Al Haris menyatakan bahwa pergantian server menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi Bank Jambi untuk memastikan keamanan sistem dan stabilitas layanan perbankan.
“Bank Jambi sudah mengikuti seluruh syarat dari Bank Indonesia, salah satunya pergantian server. Sekarang sudah masuk tahap uji coba,” ujar Al Haris.
Al Haris juga menyebut bahwa pemulihan sistem dikerjakan oleh pihak vendor sejak terjadinya gangguan layanan. Hingga Rabu (11/3/2026) malam, pihak vendor telah melakukan serangkaian pengujian teknis.
“Semalam kita sudah melihat langsung pola-pola pengetesannya,” katanya.
Setelah tahapan uji coba, Al Haris berharap layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi dapat kembali digunakan secara normal dalam waktu dekat.











