Kekhawatiran terhadap Cadangan BBM Nasional
Sejumlah pengamat menyatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya cukup untuk 20 hari dianggap “sangat riskan” mengingat situasi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran serta meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri. Pemerintah dinilai perlu serius membangun fasilitas penyimpanan minyak skala besar seperti yang dilakukan oleh negara-negara seperti AS, Jepang, China, dan negara-negara Uni Eropa—yang memiliki cadangan minyak minimal 90 hari.
Sebelumnya, warga Aceh Tengah mengalami antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok BBM nasional hanya sampai 20 hari. Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan agar mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan cadangan minyak guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, mengapa Indonesia tidak memiliki banyak fasilitas penyimpanan cadangan minyak?
Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz
Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berdampak pada ratusan kapal tanker yang kini terjebak di pintu masuk Selat Hormuz. Menurut data MarineTraffic yang dianalisis RIA Novosti, jumlah kapal yang tertahan di jalur pelayaran sempit di Teluk Persia mencapai 300 kendaraan. Dari ratusan itu, ada dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping.
Jenderal Sardar Jabbari dari Iran sebelumnya menyatakan Teheran “tidak akan membiarkan setetes minyak pun meninggalkan wilayah tersebut”, yang mengindikasikan pemblokiran salah satu rute terpenting di dunia dan titik krusial untuk transit minyak itu. Namun, belakangan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan pemerintah Iran tidak menutup Selat Hormuz.
“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka,” ujarnya. Sebagai negara yang bertanggung jawab atas selat tersebut, sambungnya, Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas selama masa perang. Dan, pihak-pihak yang mematuhi protokol bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz.
Boroujerdi menjelaskan bahwa Selat Hormuz telah dijaga Iran selama ratusan tahun. Keamanan di sana berlaku untuk semua negara termasuk Iran. “Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” bebernya.
Cadangan Minyak Indonesia Hanya 20 Hari
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut cadangan bahan bakar minyak atau BBM nasional masih cukup di tengah konflik di Timur Tengah. “Masih cukup (untuk) 20 hari,” ucap Bahlil di Istana Kepresidenan. Ia bahkan berkata, meski situasi di Timur Tengah memanas belum berdampak pada pasokan energi nasional. “Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu,” katanya. Namun begitu, pemerintah akan terus memantau perkembangannya, apalagi jika konflik berlangsung lama.
Sebagai langkah antisipasi tertahannya kapal-kapal tanker di Selat Hormuz, pemerintah berencana mengalihkan impor migas nasional dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. “Atau ke negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” sebutnya. Bahlil kemudian menjelaskan kemampuan stok BBM nasional yang hanya cukup untuk 20 hari itu dikarenakan kapasitas tangki penyimpanan yang dimiliki Pertamina tidak lebih dari 21 sampai 25 hari alias belum mencukupi untuk menampung cadangan lebih besar.

Perbandingan Cadangan Minyak Negara Lain
Jika merujuk pada aturan internasional, cadangan minyak Indonesia masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA), yang menetapkan negara anggotanya harus memiliki cadangan minyak minimal untuk 90 hari. Alasannya, tak lain, untuk memberi waktu kepada pemerintah setempat mencari sumber impor baru, mengatasi krisis pasokan, dan menstabilkan harga selama konflik.
Sejumlah negara seperti Jepang, misalnya, mengklaim punya cadangan minyak mentah yang mencukupi untuk 254 hari. Kemudian Australia disebut memiliki cadangan bensin untuk 36 hari, diesel untuk 34 hari, dan bahan bakar jet untuk 32 hari. India, juga punya cadangan minyak mentah untuk 75 hari apabila arus pasokannya terganggu. Adapun China menyimpan cadangan minyak untuk 200 hari impor. Sedangkan Filipina disebut punya cadangan energi untuk 51,5 hari dan Thailand diklaim memiliki cadangan minyak mentah dan BBM untuk 60 hari pasokan.

Mengapa Cadangan Energi Penting?
Pengamat energi, Khomaidi Notonegoro, mengatakan stok cadangan BBM nasional untuk 20 hari itu merupakan persediaan operasional milik Pertamina yang disimpan jika suplai mereka habis terjual. Dan, selama bertahun-tahun kapasitas penyimpanan stok cadangan BBM tersebut tidak pernah bertambah.
Ia menilai ada beberapa faktor mengapa pemerintah tak juga membangun fasilitas penyimpanan cadangan minyak yang lebih besar. Pertama, karena ongkos yang tak sedikit. “Kalau kita bandingkan dengan Jepang, kenapa Jepang bisa punya cadangan begitu besar? Ini berkaitan dengan uang, karena satu hari (menyimpan minyak) setara dengan Rp3 triliun,” jelas Khomaidi kepada BBC News Indonesia, Jumat (06/03). “Seandainya pemerintah ingin (menyimpan cadangan minyak) selama 90 hari, berarti paling tidak harus mengeluarkan uang Rp270 triliun.”

Antrean BBM di Aceh Tengah
Terlepas dari persoalan minimnya fasilitas penyimpanan yang dimiliki Indonesia, Khomaidi menilai pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok cadangan BBM nasional “aman” untuk 20 hari ke depan tidak membuat publik tenang. Justru, katanya, memicu kekhawatiran baru. “Beberapa orang bertanya pada saya, ‘betul enggak setelah 20 hari, BBM habis?’. Itu kan mengindikasikan bahwa memang penafsiran masyarakat begitu,” ungkapnya.
Di sejumlah wilayah di Aceh Tengah, antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terjadi sejak beberapa hari terakhir. Resi yang merupakan warga Empus Talu, Kecamatan Bebesen, salah satu yang mengantre di SPBU Tan Saril. Pada Jumat (06/03) sore, perempuan 22 tahun ini mengaku sudah seminggu tidak mengisi BBM motornya. Tapi, gara-gara pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dia buru-buru ke SPBU terdekat.
“Katanya ada perang, terus kata Pak Bahlil beberapa minggu ke depan langka,” imbuhnya. Hampir sebagian besar warga di dataran tinggi Gayo, yang meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah, mengalami panic buying atau membeli barang dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Di SPBU Tan Saril nampak antrean kendaraan roda dua mengular hingga tiga kilometer dalam dua hari terakhir. Sedangkan antrean kendaraan roda empat memanjang sampai satu kilometer. Bahkan ada yang mengaku sudah berjam-jam menunggu.
Supervisor SPBU Tan Saril, Afri Nuzuli Ilham, menuturkan antrean panjang di tempatnya sudah mulai sejak Rabu (04/03) hingga sekarang. Saban hari, antreannya bisa mencapai 2-3 kilometer, persis setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa stok cadangan BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari ke depan. “Warga panik, informasinya Menteri Bahlil kemarin penyampaiannya stok BBM cuma sampai 20 hari ke depan,” ujar Afri.
Faktor lain, ungkapnya, lantaran masyarakat Aceh Tengah trauma akibat bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam wilayah tersebut pada November tahun lalu. Pada saat itu, sambungnya, terjadi krisis BBM dan pangan lebih dari satu bulan pascabencana. “Mereka sudah pernah merasakan bagaimana rasanya ada uang, tapi BBM tidak ada, mau pergi kemana?” katanya.
Afri mengatakan, stok BBM di SPBU Tan Saril berjalan normal alias tidak ada kendala apa pun. BBM jenis Solar dan Pertalite dipasok setiap hari oleh Pertamina. Tidak ada penambahan kuota maupun pengurangan. “Stok untuk kita Pertalite 15 ton, Pertamax 8 ton. Terkadang, kalau Pertamax enggak setiap hari kita pesan baru datang. Terkadang seminggu sekali, terkadang seminggu dua kali,” terang Arfi. Meski diserbu warga, ia bilang pihaknya tetap menjual BBM dengan harga normal dan tanpa batasan. “Kita terus melayani masyarakat tidak ada membatasi. Dari pusat tidak ada pembatasan BBM. Bahkan biasanya, beberapa hari minus lebaran, akan ada penambahan kuota.”
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











