Pekerja Migran Indonesia Diberangkatkan ke Jerman untuk Bekerja sebagai Perawat
Sebanyak 29 pekerja migran Indonesia (PMI) diberangkatkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) ke Jerman dalam program Triple Win G to G antara pemerintah Indonesia dan Jerman. Program ini bertujuan untuk menempatkan tenaga kesehatan Indonesia di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan panti lansia.
Para PMI yang diberangkatkan tidak sembarangan karena mereka telah melewati proses seleksi ketat serta pelatihan yang cukup panjang. Salah satu aspek penting dalam pelatihan tersebut adalah pembelajaran bahasa Jerman, yang menjadi syarat utama agar para pekerja dapat beradaptasi dengan baik di negara tujuan.
Proses Seleksi dan Pelatihan yang Ketat
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menjelaskan bahwa keberangkatan kali ini merupakan yang terbesar dalam satu kloter program G to G Jerman. “Tidak semua pendaftar lolos proses seleksi hingga mencapai tahap penempatan,” ujarnya saat melepas keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2026).
Proses seleksi melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran hingga pelatihan kompetensi. Para PMI juga dilatih untuk mengadaptasi kurikulum pendidikan dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman. “Mereka belajar bahasa Jerman sudah cukup lama hingga bisa menguasai dan lulus ujian untuk kemudian bisa berangkat,” tambahnya.
Penempatan di Berbagai Fasilitas Kesehatan
Setibanya di Jerman, para PMI akan ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah:
- 13 orang bekerja di Klinikum Wolfsburg
- 6 orang di Seniorentzentrum Sonnhalden Neuenburg
- 9 tenaga kesehatan di Haus Maihalden Pforzheim
- 1 orang di Seniorenwohnen Neu-Ulm Ludwigsfeld
Selain itu, puluhan pekerja migran tersebut berasal dari berbagai latar belakang pendidikan tinggi seperti universitas dan sekolah atau politeknik khusus kesehatan dari 11 provinsi di seluruh Tanah Air.
Kontribusi dari Politeknik Kesehatan
Empat Poltekkes Kementerian Kesehatan juga turut berkontribusi dalam program ini, seperti Politeknik Jakarta III, Bandung, Semarang, hingga Medan. Mereka menjadi pilot project untuk program ini.
“Para PMI ini mewakili 11 provinsi mulai dari Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Banten, dan lainnya. Ini bukti bahwa program G to G bisa diakses oleh siapa saja asalkan mau berusaha keras belajar bahasa Jerman,” jelas Christina.
Kerja Sama Internasional dan Pendekatan Baru
Program Triple Win merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jerman, termasuk lewat kolaborasi dengan GIZ Indonesia dan Goethe-Institut. Kementerian P2MI juga tengah mendorong pendekatan Extended Global Skill Partnership melalui harmonisasi kurikulum dan penguatan bahasa Jerman bagi pelajar sejak bangku pendidikan.
“Kami mengapresiasi peran lembaga pendidikan yang telah memperkuat kurikulum dengan pembelajaran bahasa Jerman, sehingga mempercepat proses penempatan dan meminimalkan risiko gagal berangkat,” kata Christina.
Pengalaman dan Manfaat yang Diperoleh
Sejak dimulai pada tahun 2023 silam, program G to G Indonesia telah berhasil menyalurkan 423 orang yang bekerja dengan fokus profesi tenaga kesehatan untuk negara berjuluk Negeri Seribu Kastil itu.
Dengan demikian, 29 pekerja migran Indonesia yang berangkat diminta menjaga profesionalisme, mengelola keuangan dengan bijak, serta menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di Jerman. Indonesia memiliki reputasi yang baik dalam sektor penyaluran tenaga kesehatan lantaran etos kerja dan komitmen yang kuat, rasa empati yang tinggi, serta kemahiran dan kemampuan nakes merawat pasien tempat mereka bekerja.
“Ketika sudah menjadi perawat profesional akan lebih banyak lagi benefit yang bisa didapat seperti membawa anggota keluarga, gaji besar serta tergolong pada jalur khusus untuk pengalaman menjadi tenaga kesehatan,” ujarnya.
“Jadi ini kesempatan yang luar biasa, kami juga bangga dan terus berkomitmen membuka lebih banyak lagi peluang kerja di negara-negara yang baik, yang memiliki pelindungan yang optimal bagi pekerjaan migran dari Indonesia,” tutupnya.









