My WordPress Blog
Budaya  

Festival Nyepi 2026 di Bundaran HI: Pawai Ogoh-Ogoh dan Sorotan Pawang Hujan Mbak Rara

Festival Nyepi 2026 Digelar di Kawasan Bundaran HI dan Monas

Festival Nyepi 2026 akan digelar di kawasan Bundaran HI hingga Monumen Nasional dengan acara utama Pawai Ogoh-ogoh. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Jakarta untuk merayakan tradisi budaya yang khas.

Pawai Ogoh-ogoh merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, yang identik dengan simbol Bhuta Kala yang melambangkan kekuatan negatif dalam diri manusia. Melalui pawai ini, masyarakat diajak untuk merefleksikan diri sekaligus melawan energi negatif tersebut. Pawai ini biasanya diarak keliling oleh masyarakat Hindu di malam sebelum Hari Raya Nyepi, sebagai upaya membersihkan lingkungan dari hal-hal buruk sebelum memasuki suasana hening pada hari Nyepi.

Ogoh-ogoh sendiri adalah patung besar yang dibuat oleh masyarakat Hindu dan diarak keliling. Patung ini sering kali memiliki bentuk raksasa dan diperlakukan sebagai simbol perlindungan serta pengusiran kekuatan negatif. Sementara itu, penjor merupakan bambu panjang yang dihias janur, daun kelapa, serta berbagai ornamen tradisional. Penjor biasanya dipasang di depan rumah atau tempat ibadah umat Hindu sebagai simbol rasa syukur dan kemakmuran.

Rute Pawai Ogoh-ogoh akan melintasi Monas-Bundaran HI-Monas. Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan MH Thamrin untuk memastikan kelancaran kegiatan.

Pawang Hujan Rara Disorot

Kehadiran pawang hujan Rara Isti Wulandari, atau yang akrab disapa Mbak Rara, menarik perhatian warga di tengah pawai ogoh-ogoh Festival Nyepi 2026. Meskipun tidak mengikuti pawai, Rara hadir untuk melakukan ritual menangkal hujan. Mengenakan kebaya hijau dan kain batik, ia berjalan kaki dari arah Sarinah menuju Bundaran HI.

Sekitar pukul 07.20 WIB, hujan masih turun dengan intensitas sedang di kawasan Bundaran HI. Rara kemudian berhenti di depan Hotel Pullman Jakarta Indonesia di Jalan MH Thamrin. Di lokasi itu, ia memejamkan mata sambil berkomat-kamit membaca sesuatu, menempelkan tangan ke aspal, lalu mengacungkannya ke langit. Rara kemudian mengambil mangkuk emas dan alat pemukul, lalu memukul-mukulkan sambil berdoa. Aksi Rara menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Banyak dari mereka merekam momen tersebut.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran Acara

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran HI hingga Monumen Nasional (Monas). Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan agar kegiatan festival berjalan lancar.

Parade dalam rangka Festival Nyepi akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota dengan rute sebagai berikut:
– Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya (Pintu Monas sisi Barat Daya) – Start
– Jalan M.H. Thamrin sisi Timur (segmen Simpang Patung Kuda hingga Bundaran HI)
– Jalan M.H. Thamrin sisi Barat (segmen Bundaran HI hingga Simpang Patung Kuda)
– Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya (Pintu Monas sisi Barat Daya) – Finish

Dishub juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Lalu lintas dari barat (Tanah Abang) menuju timur (Gambir) dapat melalui Jalan Abdul Muis–Jalan Budi Kemuliaan–Jalan Medan Merdeka Selatan–Jalan Medan Merdeka Timur dan seterusnya. Sementara itu, lalu lintas dari timur (Tugu Tani) menuju barat (Tanah Abang) dapat melalui Jalan M.I. Ridwan Rais–Jalan Medan Merdeka Selatan–Jalan Budi Kemuliaan–Jalan Abdul Muis dan seterusnya.

Rekayasa lalu lintas juga bersifat situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

17 Lokasi Parkir untuk Pengunjung Festival

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga menyiapkan 17 lokasi parkir bagi pengunjung festival dengan total kapasitas 5.393 mobil dan 5.401 sepeda motor. “16 parkir off street dan satu parkir on street,” kata Syafrin.

Beberapa lokasi parkir yang disediakan antara lain:
* Pelataran Parkir IRTI Monas

Stasiun Gambir

Wisma Antara

Menara Danareksa

Kementerian BUMN

Gedung Telkom STO Gambir

Perpustakaan Nasional

Lemhannas

Kantor Indosat Ooredoo

Galeri Nasional

TPE Sabang

Gedung Sarinah

Gedung Djakarta Theater

Gedung Jaya Wahid Hasyim

Plaza Indonesia

* Grand Indonesia

Dishub juga menyebut operasional bus TransJakarta yang melintasi kawasan kegiatan akan mengalami perubahan pola operasi dan modifikasi lintasan. Penyesuaian tersebut bersifat situasional mengikuti jalannya parade ogoh-ogoh dalam rangka Festival Nyepi 2026.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *