Kehilangan yang Mendalam
Anya Geraldine mengaku terpukul atas meninggalnya sahabatnya, Vidi Aldiano, yang berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun. Ia baru mengetahui kabar duka itu setelah mendarat dari Singapura. Anya juga menceritakan sempat menangis tanpa sebab saat di pesawat. Ia pun mendoakan agar Vidi mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Anya Geraldine terlihat begitu terpukul dan sangat bersedih, karena kehilangan sang sahabat, penyanyi Vidi Aldiano yang meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal enam tahun ini. Anya Geraldine mengungkapkan dirinya kaget saat mendapatkan kabar Vidi Aldiano meninggal dunia, disaat ia baru pulang dari luar negeri. “Kalau dari aku secara pribadi, aku ikhlas. Mmm, masih nggak bisa banyak berkata-kata sih ya, aku ya,” kata Anya Geraldine ketika ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).
Anya mengakui mendapatkan kabar Vidi meninggal dunia, usai menerima kabar dari rekannya dan saat perjalanan pulang dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. “Setau aku Vidi meninggalnya sore. Aku dapat kabar buka handphone dia meninggal pukul 16.00 atau 16.30 WIB kalau gak salah,” ucap wanita berusia 30 tahun tersebut.
Anya mengungkapkan selama di pesawat dalam perjalanan pulang ke Indonesia dari Singapura, perasaannya tiba-tiba jadi sedih tanpa sebab. “Aku nggak tahu kenapa di pesawat kemarin, tiba-tiba air mata netes. Terus aku lihat awan, tiba-tiba rasanya peaceful sekali. Terus aku videoin awannya itu. Dan ternyata pas aku udah landing, dapat kabar dari teman kalau Vidi meninggal di jam sekian,” jelasnya. “Dan pas aku lihat kamera roll di handphone ya, di galeri. Ya ampun, ini jam di mana aku netesin air mata. Nggak ada sebab. Cuma ya gitu,” tambahnya.
Anya Geraldine meminta doa agar Vidi Aldiano diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT, atas semua kebaikan semasa hidupnya. “Pokoknya aku yakin Vidi sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik, yang lebih menenangkan, lebih bahagia ya mungkin di sana gitu. Maaf ya nangis lagi,” ujar Anya Geraldine.
Kondisi Vidi Sehari Sebelum Meninggal
Enzy Storia mengaku sangat kehilangan sosok sahabatnya, Vidi Aldiano yang meninggal dunia usai berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun ini. Enzy Storia membagikan kondisi terakhir Vidi Aldiano sebelum meninggal. Ia mengaku bertemu Vidi di rumah satu hari sebelum sang penyanyi menghembuskan napas terakhirnya. “Aku hampir tiap hari ya komunikasi sama Vidi jadi sebelum Vidi ngedrop juga masih komunikasi,” kata Enzy Storia ditemui usai Pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026). “H-1 Vidi pergi juga aku masih ketemu sama Vidi, masih bercanda sama Vidi,” sambungnya dengan nada bergetar.
Enzy mengaku kondisi Vidi sangat menurun dan bahkan tidak bisa bicara. Vidi hanya merespon orang-orang dengan ekspresinya saja. “Vidi gak bisa ngerepons aku tapi cuma Vidi ngasih gerakan tangan gitu yang dia tau ada aku di situ gitu. Itu udah bikin aku cukup happy dia tau aku hadir buat dia,” jelasnya. Enzy mengatakan saat membesuk Vidi sebelum meninggal, ia sudah ikhlas akan ditinggalkan oleh sahabatnya. “Jadi ketika tau kabarnya aku udah ikhlas sih. Terima kasih ya teman-teman biar aku juga mencerna semuanya juga,” ucapnya. “Vidi sekarang udah gak sakit lagi. Vidi udah bahagia kemarin juga sempat ngeliat vidi senyum lebih ke sumringah ya,” sambungnya.
Enzy Storia mengaku sangat sedih kehilangan Vidi Aldiano. Tapi, ia merasa lega karena sahabatnya sudah tidak sakit lagi, setelah berjuang enam tahun melawan kanker ginjal. “Aku sebagai sahabatnya juga ikutan senang, ikutan lega gitu. Sedih iya pasti tapi aku lebih ke bahagia sih karena Vidi tenang dipanggilnya juga di hari yang Insya Allah baik di bulan Ramadan,” ujar Enzy Storia. “Aku justru iri malah pengen nanti kayak Vidi gitu amalannya. Biar setenang Vidi lah gitu,” tambahnya.
Tangis Yura Yunita Pecah
Duka mendalam dirasakan oleh penyanyi Yura Yunita, yang sangat kehilangan atas meninggalnya Vidi Aldiano, sosok penyanyi yang sudah dianggap sebagai sahabat dan keluarganya sendiri. Yura Yunita sedih tidak ada di sisi Vidi Aldiano saat pelantun ‘Status Palsu’ itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026) sore. “Kabar meninggal (Vidi) aku tau pas lagi di Madinah, he-eh. Selepas Sholat Dzuhur di Madinah terus dapet kabar sedih banget,” kata Yura Yunita ditemui usai Pemakaman Vidi Aldiano, di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026).
Tidak pikir panjang, Yura langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia dari tanah suci, agar ia bisa melihat Vidi untuk terakhir kalinya. “Terus ya udah kita langsung pulang, terbang ke Indonesia. Alhamdulillah jadi sampai jam setengah tujuh pagi. Tadi sempet ke rumah duka, sempet ke masjid, sholatin, sholatin beb (Vidi),” ucapnya. “Alhamdulillah sempet nganterin dia sampai ke liang lahatnya. Indah sekali. Beb (Vidi) ganteng sekali,” sambungnya. Yura pun menceritakan keinginan Vidi yang belum bisa terwujud sampai meninggal dunia, yakni berangkat ke tanah suci bersama-sama. “Terakhir… mimpi kita bareng-bareng pengen Haji bareng-bareng. Terus dua hari sebelum berpulang sempet nulis sesuatu di depan Ka’bah,” jelasnya sambil menangis. Isak tangis Yura Yunita semakin kencang saat menceritakan, jadwal pertemuan mereka yang ternyata bertepatan pada pemakaman Vidi. “Emang janjian sore ini jam empat sore mau ketemu, tapi ternyata ketemunya langsung di tempat istirahat terakhir,” ungkapnya.
Selama berteman dan bersahabat, Yura Yunita mengakui kalau Vidi Aldiano adalah orang yang murah hati dan sangat baik kepada semua orang. “Pokoknya aku bersaksi beb (Vidi) orang yang sangat baik, sangat peduli sama semua orang-orang di sekitarnya,” ujar Yura Yunita. “Lebih peduli sama semua orang yang di sekitarnya daripada dia sendiri,” sambungnya. Yura Yunita sudah ikhlas dan ia kagum dengan Vidi Aldiano, yang ditakdirkan oleh Allah SWT meninggal di bulan baik atau bulan suci ramadan. “Alhamdulillah meninggalnya dengan indah, di hari yang indah, di hari turunnya Al-Quran, di bulan puasa juga. Jadi insya Allah husnul khotimah, Beb,” kata Yura Yunita.
Doa Habib Jafar di Depan Kabah
Kepergian Vidi Aldiano membawa duka bagi keluarga, sahabat dan penggemarnya. Tak terkecuali Habib Husein Al Hadar atau akrab dikenal Habib Jafar. Sesaat mendengar kabar duka, Habib Jafar mengunggah kenangan baiknya bersama Vidi lewat instagram @husein_hadar pada Sabtu (8/3/2026). Salah satunya adalah percakapannya dengan Vidi lewat whatsapp. Dalam tangkapan layar yang dibagikannya, Habib Jafar terlihat tengah berada di depan Kabah, Mekkah, Arab Saudi. 
Kepada Vidi, dirinya mengirimkan sebuah potret yang mengharukan. Potret itu berupa ponsel bertuliskan doa dengan latar belakang Kabah. Dalam ponsel tertulis. ‘Ya Allah, Aku titip Vidi Aldiano, Jaga dia’. Potret tersebut pun disambut dengan tangisan oleh Vidi. “Ya Allah habibbb, Makasih bnyk bibbb…,” tulis Vidi. Habib Jafar pun membalas pesan Vidi. Dirinya meyakinkan Vidi bahwa akan selalu ingat dan terus mendoakannya. “Pokoknya gue selalu ingat dan doain lo, Vid. Bareng2 kita doa hadapi semuanya ya,” ungkap Habib Jafar. “Bismillah bibb,” balas Vidi. Melengkapi postingannya, Habib Jafar menyampaikan merujuk sabda Nabi Muhammad SAW, setiap muslim diminta untuk menyebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal. “Sabda Nabi Muhammad, ‘Sebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal…’,” tulis Habib Jafar.
Merujuk hal tersebut, Habib Jafar mengaku memiliki kenangan baik dengan Vidi. Dirinya mengaku baru mengenal Vidi beberapa tahun belakangan, tetapi rasanya sudah sangat dekat. Vidi sering kali mengundangnya untuk belajar agam hingga menggelar kajian di rumahnya. Almarhum pun sering kali bertanya soal ibadah di tengah sakitnya. “Gue punya sedikit cerita dengan Vidi. Gue baru kenal Almarhum beberapa tahun ini saja. Tapi tiba-tiba jadi seolah sangat dekat. Dan dekatnya itu karena Tuhan,” ungkap Habib Jafar. “Dia tiba-tiba ngenalin gue ke keluarganya untuk belajar bersama soal keislaman. Lalu bikin kajian di rumahnya bersama teman-temannya. Dan aktif chat gue nanya soal agama. Hingga akhir hayatnya masih sering nanya gimana cara agar dia bisa tetap maksimal ibadah di tengah sakitnya,” bebernya.
Habib Jafar mengungkapkan, Vidi mengetahui betul sakit kanker yang diderita adalah tanda rindu Allah kepadanya. Dan setiap muslim akan kembali kepada-Nya dengan ibadah. “Innalillah Vidi. Alhamdulillah sudah nggak sakit lagi,” ungkap Habib Jafar. “Kita semua cinta dia. Tapi Tuhan jauh lebih cinta. Ia dipanggil saat dosanya sudah berguguran karena sakitnya dan dirinya semakin dekat dengan-Nya dengan ibadah-ibadahnya,” ujarnya. “Sekarang pertanyaannya, ‘Bagaimana dengan kita?’,” tanya Habib Jafar.
Habib Jafar Bersaksi Vidi Orang Baik
Habib Jafar punya banyak kenangan manis bersama mendiang Vidi Aldiano. Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) pagi. Vidi Aldiano meninggal dunia, Sabtu (7/3/2026) sore. Meski jarang bertemu, Habib Jafar sering berkomunikasi dengan Vidi Aldiano. “Komunikasi lewat WhatsApp-an sering, dia sering bertanya tentang berbagai hal soal ibadah,” kata Habib Jafat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu. Komunikasi terakhirnya, Habib Jafar banyak ditanya Vidi Aldiano mengenai proses ibadah yang harus dilakukan ditengah rasa sakit. “Waktu itu dia bertanya soal bagaimana keterbatasan untuk berwudu dan salat,” ucap Habib Jafar. Ia menyebutkan suami Sheila Dara itu terus berusaha memperbaiki diri ditengah kondisi kesehatannya yang terus menurun. “Beliau lebih memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, selalu tentang itu yang ditanyakan,” jelasnya. “Kita hanya bisa ikut menyaksikan bahwa beliau orang yang baik,” lanjut Habib Jafar. “Kita berduka wafatnya beliau, tapi kabar gembiranya bahwa beliau tidak sakit lagi,” katanya.
Sehari Sebelum Wafat
Sehari sebelum berpulang, pelantun “Nuansa Bening” itu masih sempat menggenggam tangan sahabatnya saat dijenguk di kediamannya. Kondisi terakhir Vidi diungkapkan oleh sahabatnya, penyiar radio Adhiramsyah Choesin, melalui unggahan di Instagram pribadinya, Sabtu malam. Dalam unggahan tersebut, Adhi menceritakan pertemuan mereka pada 6 Maret 2026. Saat itu, ia datang menjenguk Vidi yang tengah terbaring sakit. “06 Maret 2026, gw ke rumah lu, ngobrol-ngobrol, lu angkat dikit tangan lu, trus gw pegang, hangattt,” tulis Adhi. Ia mengungkapkan, saat itu Vidi masih merespons dan sempat mengangkat tangannya. Bahkan, Adhi membisikkan kalimat terakhir sebagai bentuk dukungan atas apapun takdir yang telah dikomunikasikan Vidi kepada Tuhan. “Apapun yang udah lu komunikasikan sama Allah, gw Aamin-in. Lu mau berjuang sembuh gw dukung, lu mau ke pelukan Allah, gw ikhlas,” tulisnya. Keesokan harinya, Sabtu (7/3/2026) atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H, Vidi mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.33 WIB.
Perjuangan Vidi Aldiano Berakhir
Dunia musik Indonesia berduka. Penyanyi sekaligus penulis lagu, Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar duka tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan musisi dan komposer Andi Rianto di akun media sosial X miliknya. Dalam unggahan singkat, ia menyampaikan pesan perpisahan untuk sahabat sekaligus rekan seprofesinya itu. “Selamat jalan Vidi Aldiano,” tulis Andi Rianto. Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada sejumlah awak media. Dalam keterangan yang beredar, Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.33 WIB dalam kondisi didampingi oleh keluarga besar. “Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16.33. Selamat jalan menuju cahaya Ilahi, Nak,” demikian bunyi pesan dari keluarga.
Kepergian Vidi Aldiano menutup perjalanan panjangnya melawan kanker ginjal yang pertama kali didiagnosis pada Desember 2019. Saat itu, penyanyi yang dikenal melalui sejumlah lagu populer tersebut segera menjalani operasi pengangkatan tumor di Singapura. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker yang diidapnya termasuk agresif sehingga membutuhkan perawatan intensif dan pemantauan berkala. Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan, Vidi sempat dinyatakan membaik pada 2020. Namun harapan tersebut kembali diuji ketika dalam pemeriksaan rutin pada 2021 ditemukan bahwa sel kanker muncul kembali di tubuhnya. Perjuangan melawan penyakit tersebut terus dijalani oleh suami dari aktris Sheila Dara Aisha itu. Pada 2023, Vidi secara terbuka mengungkapkan bahwa kanker yang dideritanya telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa bagian tubuh lain. Dalam sebuah unggahan yang menyentuh di media sosial, ia mengaku belajar menerima kondisi kesehatannya dan tetap bersyukur atas perjalanan hidup yang dijalaninya. “Mungkin banyak yang belum tahu bahwa tahun lalu, titipan Tuhan berupa kanker ini sudah menyebar ke beberapa titik, sehingga mengharuskan gue punya appointment spa day tiap tiga minggu. Seiring waktu berjalan, I learn to make peace with my condition and be grateful for whatever God has given me throughout these years,” tulisnya kala itu. Meski harus menjalani berbagai terapi dan perawatan medis secara rutin, Vidi tetap berusaha mempertahankan aktivitasnya di dunia musik dan hiburan. Ia beberapa kali masih tampil di berbagai acara dan tetap aktif berinteraksi dengan penggemarnya melalui media sosial. Pada Juli 2025, Vidi sempat kembali berbagi mengenai kondisi kesehatannya. Rangkaian perawatan yang dijalani membuat berat badannya turun drastis hingga sekitar 10 kilogram. Ia juga mengaku lebih mudah merasa lelah akibat pengobatan yang dijalani. Dalam salah satu unggahan di Instagram, Vidi bahkan sempat menceritakan perubahan warna kulit yang diduga merupakan efek dari obat kemoterapi yang dikonsumsinya. “Beberapa bulan ini somehow skin tone satu badan naik banget. Curiga obat kemo baru gue ada glutathione-nya deh… Enggak mau jadi Edward Cullen help,” tulisnya dengan nada bercanda. Ungkapan tersebut memperlihatkan bagaimana Vidi berusaha tetap menjalani hidup dengan optimisme di tengah perjuangan melawan penyakit serius. Sikap terbuka dan positifnya selama menghadapi kanker membuat banyak penggemar merasa terinspirasi. Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya di seluruh Indonesia. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu penyanyi pop yang konsisten melahirkan karya-karya populer dan memiliki karakter vokal yang khas.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











