Tradisi Puasa Ramadan di Berbagai Negara
Selama bulan Ramadan, berbagai tradisi unik dan khas muncul di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, tradisi seperti buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, dan berkirim ketupat lebaran menjadi hal yang biasa dilakukan. Namun, bagaimana dengan umat Islam di negara lain? Berikut ini beberapa tradisi puasa Ramadan yang bisa kamu ketahui.
1. Hong Kong
Di Hong Kong, selama bulan Ramadan, aktivitas keagamaan terpusat di masjid. Masyarakat setempat biasanya melakukan berbuka puasa bersama, salat berjamaah, dan saling berbagi kebutuhan. Menurut Imam Besar Hong Kong, Muhammad Arshad, situasi Ramadan di sini berbeda sejak pandemi COVID-19 melanda. Tahun 2020 lalu, masjid ditutup selama sekitar setengah bulan Ramadan. Setelahnya, masjid dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak dan mengenakan masker selama salat.
Sebelum pandemi, di Masjid Raya Kowloon, setiap malam salat tarawih diikuti sekitar 1.500 hingga 2.000 jamaah. Saat ini, hanya staff masjid yang ikut dalam salat tarawih. Selain itu, tradisi yang biasa dilakukan adalah program kampanye untuk berbagi dengan komunitas non-Islam tentang Ramadan. Di masjid-masjid akan diadakan buka puasa bersama dan ceramah agama setiap harinya.
2. Maldives

Maldives merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Tradisi Ramadan di sini cukup unik. Selama tiga puluh hari, seorang penyair akan diminta membacakan Raivari atau puisi bertema Ramadan saat menjelang buka puasa. Hal ini menjadi bagian dari ritual yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.
3. Jepang

Di Jepang, tradisi Ramadan terbilang cukup sibuk. Beberapa minggu sebelum Ramadan tiba, masjid atau Islamic Center di berbagai kota akan membentuk panitia yang bertugas selama bulan puasa. Panitia ini menyusun berbagai jadwal kegiatan keagamaan, seperti buka puasa bersama, ceramah, dan bakti sosial. Selain itu, mereka juga membuat jadwal imsakiyah dan menerbitkan buku-buku keagamaan.
4. India

Di India, Ramadan dikenal dengan nama Ramazan. Salah satu tradisi yang dilakukan oleh para pria adalah menggunakan kohl atau celak mata. Dalam hal kuliner, bihun menjadi hidangan favorit saat Ramadan. Setiap rumah pasti menyajikan bihun dengan buah-buahan manis sebagai menu buka puasa. Selain bihun, ada juga ganghui, semacam bubur dari tepung dan beras yang disajikan bersama daging.
5. Prancis

Bulan Ramadan di Prancis ditandai dengan banyaknya pedagang yang menjual pernak-pernik dan makanan khas Ramadan. Kebiasaan ini pertama kali muncul di kawasan Couronne yang didiami oleh penduduk keturunan Arab. Kemudian, kebiasaan ini berkembang ke wilayah lain, salah satunya adalah Jalan Pierre Tumbot di Paris yang menjadi tempat yang ramai selama bulan puasa.
6. Jerman

Di Jerman, saat Ramadan tiba, atmosfir Turki dapat dirasakan di berbagai wilayah. Aktivitas di masjid dan Islamic Center meningkat secara signifikan. Di berbagai restoran, tersedia menu-menu khas Ramadan yang banyak ditunggu. Contohnya adalah suus (minuman gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamruddin (jus aprikot), qata’ef (kue kering yang direndam sirup gula), dan kalladsch (adonan pilo isi kacang-kacangan).
7. Rusia

Rusia memiliki puasa yang terpanjang, yaitu selama 17 jam. Oleh karena itu, makanan menjadi hal penting bagi umat Islam. Tradisi puasa di Rusia terlihat dari hadirnya kuliner seperti khingalsh (roti berisi labu dan keju) dan galnash (roti dari gandum). Selain itu, ada juga minuman bernama kvaas yang terbuat dari fermentasi buah-buahan dan tidak mengandung alkohol.
Itulah beberapa tradisi puasa Ramadan di berbagai negara. Setiap negara memiliki cara sendiri dalam merayakan bulan suci ini. Apakah kamu tertarik mencoba tradisi mana dari negara-negara tersebut?











