Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua kota besar Indonesia telah resmi ditetapkan. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara Indonesia, mengumumkan mitra terpilih untuk menggarap proyek tahap pertama. Proyek WtE ini akan dijalankan di Bekasi dan Denpasar, dengan masing-masing kota dikelola oleh perusahaan asing yang memiliki pengalaman luas dalam teknologi pengelolaan limbah.
Mitra Terpilih untuk Proyek WtE di Bekasi dan Denpasar
Di Bekasi, operator fasilitas WtE akan dikelola oleh Wangneng Environment Co., Ltd. Sementara itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. akan bertanggung jawab atas proyek di Denpasar. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program WtE yang bertujuan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan serta mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, proyek ini juga selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. Dalam implementasinya, para operator wajib membentuk konsorsium bersama badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia untuk mendukung transfer teknologi.
Proses Seleksi dan Kandidat Lainnya
Sebelumnya, sebanyak 9 perusahaan telah mengajukan proposal untuk proyek WtE tahap pertama. Namun, hanya dua kota yang diumumkan secara resmi, yaitu Bekasi dan Denpasar. Dua kota lainnya, Bogor dan Yogyakarta, masih dalam proses finalisasi dan akan diumumkan kemudian.
Profil Wangneng Environment Co., Ltd.
Wangneng Environment Co., Ltd. adalah perusahaan asal Tiongkok yang berbasis di Huzhou, Zhejiang. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak 2012 dan bergerak dalam berbagai bidang pengelolaan lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah, serta daur ulang karet.
Dalam bisnis Waste-to-Energy (WtE), Wangneng Environment mengubah limbah padat menjadi energi listrik atau panas melalui proses seperti pembakaran, gasifikasi, hingga teknologi biologi. Saat ini, perusahaan ini memiliki 98 anak perusahaan, termasuk lima anak usaha di luar negeri yang berlokasi di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura.
Dengan sejumlah proyek instalasi pengolahan limbah yang telah dibangun, Wangneng Environment mengklaim mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun. Jika diasumsikan konsumsi listrik rumah tangga kecil-menengah di Indonesia, produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 2,53 juta rumah tangga setiap tahun.
Profil Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. bukanlah pemain baru di pasar Indonesia. Sebelumnya, perusahaan ini telah masuk dalam daftar penyedia sebagai salah satu pemasok atau calon mitra untuk proyek lingkungan Waste-to-Energy (WtE). Melalui anak usahanya, Weiming Equipment, perusahaan asing ini pernah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan perusahaan Indonesia seperti Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park.
Di Tiongkok, Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasi WtE. Bisnisnya mencakup desain, investasi, pembangunan, serta pengoperasian fasilitas WtE, termasuk manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pembangkit listrik dari pengolahan sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW).
Pada 2023, Weiming Environment menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, sebagian besar berasal dari pembangkit berbasis WtE. Selain itu, perusahaan ini juga pernah menawarkan investasi sekitar US$ 225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dan skema Build-Own-Operate (BOO) WtE.
Weiming juga sempat menjajaki penggunaan teknologi insinerasi di rencana proyek TPPAS Cirebon Raya serta melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.











