My WordPress Blog

7 Juta Warga Indonesia Mengalami Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Penemuan Kritis tentang Kesehatan Masyarakat Indonesia

Hasil skrining kesehatan terhadap 33 juta masyarakat Indonesia menunjukkan adanya masalah serius terkait berat badan. Dari jumlah tersebut, sekitar 7 juta orang diketahui mengalami kelebihan berat badan. Data ini mencakup 4 juta orang dengan kondisi obesitas dan 3 juta lainnya yang berada dalam kategori overweight.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat yang menjalani pemeriksaan masih berada dalam rentang berat badan normal. Tercatat sekitar 24 juta orang memiliki berat badan ideal, sedangkan sekitar 1,3 juta orang justru tergolong kekurangan berat badan. Meski demikian, angka kelebihan berat badan menjadi perhatian utama karena potensi risiko kesehatan yang tinggi.

Risiko Kesehatan yang Mengancam

Menurut Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan, obesitas tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga menjadi faktor pemicu munculnya berbagai penyakit kronis. “Kita tahu obesitas, hipertensi, diabetes itu ibunya penyakit,” ujarnya dalam kegiatan media briefing bertema “Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas” yang diselenggarakan oleh Nutrifood di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Nadia menjelaskan bahwa risiko kesehatan akan semakin besar apabila obesitas sudah terjadi sejak usia anak-anak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung maupun stroke pada usia yang lebih muda.

Tren Penyakit Tidak Menular yang Meningkat

Nadia juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Indonesia, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara perlahan dalam jangka waktu panjang.

“Kita tahu penyakit tidak menular itu umumnya bukan terjadi saat ini. Dia adalah sebuah proses,” katanya. Proses tersebut biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, termasuk konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik.

Sejak dekade 1990-an, tren penyakit tidak menular di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Bahkan saat ini, penyakit jenis tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam pembiayaan layanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional.

Perhatian Terhadap Obesitas Sentral

Selain obesitas yang diukur melalui indeks massa tubuh, pemerintah juga menyoroti fenomena obesitas sentral atau penumpukan lemak di bagian perut. Dari sekitar 34 juta orang yang menjalani pemeriksaan, sekitar 8 juta orang diketahui mengalami obesitas sentral.

Isu ini sempat menjadi perhatian publik ketika ukuran celana nomor 34 disebut sebagai salah satu indikator risiko obesitas sentral. Menurut Nadia, pendekatan tersebut digunakan untuk mempermudah masyarakat memahami risiko kesehatan yang mungkin muncul. Ia menjelaskan bahwa istilah medis seperti obesitas sentral sering kali sulit dipahami masyarakat. Karena itu, penggunaan contoh yang lebih sederhana seperti ukuran celana dianggap lebih mudah diterima publik.

Obesitas sentral sendiri kerap disebut sebagai “mother of disease” karena berhubungan dengan berbagai penyakit serius, mulai dari stroke, serangan jantung, gagal jantung, diabetes, hingga hipertensi. Selain itu, kondisi tersebut juga berkaitan dengan gangguan kesehatan lain seperti masalah tidur serta gangguan kesuburan, termasuk sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome pada perempuan.

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Program pemeriksaan kesehatan gratis yang menyediakan sekitar 18 hingga 20 jenis skrining setiap tahun dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Namun, Nadia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Padahal, pemeriksaan sederhana seperti mengukur berat badan, lingkar perut, serta tekanan darah setidaknya sekali dalam setahun dapat membantu mendeteksi risiko kesehatan lebih awal. Dengan ditemukannya sekitar 7 juta orang yang mengalami kelebihan berat badan dari total 33 juta yang diperiksa, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Indonesia.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *