Perjalanan Spiritual Angelina Sondakh: Dari Cinta Dunia ke Ketenangan Iman
Angelina Sondakh, yang akrab disapa Angie, adalah seorang aktris sekaligus mantan politisi yang dikenal dengan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Dalam sebuah tayangan, ia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk memeluk agama Islam awalnya bukanlah dari panggilan hati, melainkan karena cintanya kepada almarhum Adjie Massaid. Proses pernikahan mereka tidak mudah, dan bahkan terjadi beberapa kali penolakan dari keluarga Adjie.
Awal Kehidupan Beragama yang Tidak Penuh Makna
Pada masa awal menjadi mualaf, Angie hanya mengikuti proses tanpa benar-benar memahami makna spiritual dari agama yang ia jalani. Ia mengakui bahwa ibadah yang dilakoninya saat itu masih sebatas mengikuti sang suami. Namun, perubahan besar dalam hidupnya terjadi setelah Adjie Massaid meninggal dunia.
Ujian Berat dan Titik Balik Hidup
Tidak lama setelah kematian Adjie, Angie harus menghadapi ujian berat ketika tersandung kasus hukum yang membuatnya menjalani hukuman penjara selama hampir 10 tahun. Empat tahun pertama di dalam penjara belum sepenuhnya mengubah dirinya. Ibadah yang dilakoninya masih sekadar formalitas tanpa perenungan mendalam.
Namun, seiring waktu, rasa marah, kecewa, dan putus asa yang dirasakannya perlahan berubah menjadi perenungan. Angie menyadari bahwa kemarahan dan tangisannya tidak mengubah keadaan. Dari titik itulah ia mulai mendekatkan diri kepada Allah secara lebih sungguh-sungguh. Proses hijrah yang dijalaninya perlahan membentuk pribadi baru yang lebih tenang dan ikhlas menerima takdir.
Perjalanan Menuju Kedekatan dengan Allah
Di tengah kondisi terpuruk, Angie mulai merenungi hidupnya. Ia menyadari bahwa kemarahan dan kesedihan tidak akan mengubah keadaan. “Terus duit makin hari makin habis, Keanu (anaknya) semakin hari semakin mengerti. Nah, kayaknya di situ akhirnya saya Alhamdulillah ditaruh di sel besar. Saya mulai belajar tahajud,” katanya.
Pertemuan dengan teman satu sel menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Ia mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan benar dan lebih sungguh-sungguh. “Saat saya tahajud ternyata ada seseorang teman kamar yang bilang ‘Mbak Angie pengin baca Al-Quran yang benar enggak?’ jadi alhamdulillah ada yang ngajarin, ada yang nuntun,” lanjutnya.
Kedekatan dengan Allah dan Pengalaman Hidup
Pertolongan Allah sungguh dekat dan ia merasakan bahwa Allah tuh dekat banget. Akhirnya, ia merasa bahwa kalau saya dekat Allah juga dekat. Di situlah mungkin akhirnya benar-benar Cahaya itu datang. Sejak saat itu, ia merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia mulai menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang dan penuh kesadaran.
Keinginan untuk menghafal Al-Quran pun tumbuh perlahan. Ia memulainya dari kebiasaan membaca setiap hari. “Awal menghafal (Al-Quran) ketika di sel, saya baca tiba-tiba pas lagi one day one juz ‘kok saya udah bisa enggak ngeliat Al-Quran’. Bahwa ternyata Al-Quran itu untuk memberi petunjuk, kalau kita jalanin petunjuknya, Allah Rahmati dan Allah kasih kabar gembira,” tutupnya.
Kesimpulan
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Ia percaya bahwa kedekatan dengan Allah menjadi sumber kekuatan terbesarnya. Kisah Angelina Sondakh menjadi pengingat bahwa hidayah bisa datang melalui berbagai jalan, termasuk melalui ujian hidup yang berat sekalipun.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











