My WordPress Blog
Budaya  

Sejarah Es Pisang Ijo: Kuliner Makassar yang Kini Jadi Favorit Buka Puasa di Solo

Sejarah dan Perkembangan Es Pisang Ijo

Es pisang ijo adalah salah satu hidangan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini telah menjadi pilihan populer di berbagai daerah, termasuk Solo. Rasanya yang segar dan menyegarkan menjadikannya hidangan favorit, terutama sebagai menu buka puasa selama bulan Ramadan. Meski tampilannya sederhana, es pisang ijo memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan tradisi dan budaya Makassar.

Asal-Usul Es Pisang Ijo

Es pisang ijo diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 di Makassar. Hidangan ini awalnya disajikan dalam acara-acara penting masyarakat Bugis-Makassar. Es pisang ijo terbuat dari pisang raja yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau, menggunakan daun pandan atau suji sebagai pewarna alami. Warna hijau pada adonan ini tidak hanya memberikan daya tarik visual, tetapi juga melambangkan kesuburan, harmoni, dan melimpahnya sumber daya alam Sulawesi. Makanan penutup ini diciptakan untuk menyegarkan tubuh di tengah iklim tropis yang panas, dan sejak saat itu, es pisang ijo menjadi simbol kebersamaan yang sering disajikan dalam acara keluarga. Kini, meskipun telah mengalami beberapa modifikasi, es pisang ijo tetap menjadi sajian yang melambangkan tradisi budaya Makassar.

Sejarah Pisang dan Es dalam Kuliner Nusantara

Pisang, bahan utama dari es pisang ijo, memiliki sejarah yang panjang. Menurut buku Pisang: Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar, pisang telah ada sejak awal peradaban manusia dan sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Asia Tenggara. Indonesia, dengan Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah penghasil pisang terbesar, memanfaatkan pisang dalam berbagai kuliner, termasuk es pisang ijo. Es, bahan pelengkap dalam es pisang ijo, mulai dikenal di Nusantara pada akhir abad ke-19. Es semula merupakan simbol kemewahan bagi keluarga kaya di Batavia, namun seiring perkembangan industri pembuatan es, konsumsi es pun meluas. Pengaruh dari perdagangan antara Makassar dan Jawa pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20 turut memperkenalkan es ke Makassar, yang kemudian diolah dalam hidangan es pisang ijo.

Inovasi dan Modifikasi Es Pisang Ijo

Meski es pisang ijo dimulai sebagai hidangan tradisional, inovasi tetap hadir untuk menyesuaikan dengan selera zaman. Dahulu, kuah es pisang ijo terasa hambar karena menggunakan tepung beras dan santan. Kini, sirup dan tepung maizena ditambahkan untuk meningkatkan rasa. Kehadiran es dalam budaya konsumsi harian di Makassar mendorong masyarakat untuk berinovasi, menjadikan es pisang ijo lebih nikmat dan menarik.

Es Pisang Ijo: Hidangan yang Meluas ke Seluruh Indonesia

Kini, es pisang ijo tak hanya bisa ditemukan di Makassar, tetapi juga di banyak kota besar, termasuk Solo. Kehadirannya di Solo menjadikannya hidangan yang sering dicari sebagai menu berbuka puasa, berkat rasanya yang menyegarkan. Es pisang ijo juga menjadi favorit di berbagai warung kaki lima, restoran, hingga hotel berbintang. Popularitas es pisang ijo juga semakin meluas berkat media sosial, yang memperkenalkan sajian ini ke kalangan yang lebih luas. Inovasi dan adaptasi dalam penyajian menjadikannya tetap relevan di tengah tren kuliner modern.

Cara Membuat Es Pisang Ijo

Membuat es pisang ijo di rumah tidaklah sulit. Berikut adalah bahan-bahan dan cara pembuatannya:

Bahan-bahan:
* Pisang Ijo:
* 6 buah pisang raja, kapok, atau tanduk
* 150 gram tepung beras
* 50 gram tepung sagu
* 50 gram tepung terigu
* 200 ml santan
* 10 helai daun pandan
* 10 helai daun suji
* Garam secukupnya

  • Kuah Es Pisang Ijo:
  • 150 gram tepung beras
  • 80 gram gula pasir
  • 10 helai daun pandan

  • Bahan Pelengkap:

  • Sirup cocopandan atau rose
  • Es serut
  • Santan secukupnya

Cara Membuat:

  • Membuat Adonan Kulit Pisang Ijo:
  • Kukus pisang hingga matang, angkat, dan sisihkan.
  • Blender daun suji dengan air hingga halus, lalu saring airnya.
  • Campurkan air daun suji dengan tepung beras, sagu, terigu, santan, dan garam. Aduk hingga kalis.
  • Bentuk adonan menjadi lembaran tipis, letakkan pisang di atasnya, lalu gulung hingga pisang tertutup rapat.
  • Kukus pisang yang sudah dibungkus adonan hingga warnanya berubah menjadi hijau.

  • Membuat Kuah:

  • Blender daun pandan hingga halus, lalu saring airnya.
  • Campurkan air pandan dengan tepung beras dan gula pasir, aduk hingga rata.
  • Masak campuran di atas api kecil hingga mengental. Angkat dan dinginkan.

  • Penyajian:

  • Potong-potong pisang yang sudah dikukus.
  • Letakkan potongan pisang di mangkuk saji.
  • Tambahkan es serut, siram dengan kuah, santan, dan sirup cocopandan atau rose.
  • Es Pisang Ijo siap disajikan.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *