Perjalanan Hukum dan Keputusan untuk Berpisah
Setelah memutuskan untuk mengakhiri rumuh tangganya, Wardatina Mawa menyampaikan pesan terbuka kepada Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Ia mempersilakan jika keduanya ingin tetap bersama. Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan keikhlasan yang ia miliki dalam menghadapi situasi yang tidak mudah.
Keputusan untuk bercerai bukanlah hal yang mudah bagi Mawa. Ia mengaku lega setelah langkah hukum diajukan, yang menandai babak baru dalam hidupnya. Ia juga meminta doa dari publik agar proses perceraian berjalan lancar.
“Sudah ikhlas lahir batin, mohon doanya semoga prosesnya lancar. Aku sudah lega, alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui di Bogor. Ia juga menyampaikan bahwa ia hanya perlu menunggu proses di Pengadilan Agama Lubuk Pakam Medan.
Perselingkuhan dan Pernikahan Siri
Gugatan cerai yang diajukan oleh Mawa dipicu oleh dugaan perselingkuhan dan kabar pernikahan siri antara Insanul Fahmi dengan Inara Rusli. Menurut informasi yang beredar, pasangan tersebut telah menikah siri sejak Agustus 2025.
Mengetahui hal ini, Mawa melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya terkait dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Ia juga melampirkan bukti rekaman CCTV sebagai bukti. Dalam gugatan cerainya, Mawa menuntut hak asuh atas anak semata wayang mereka.
Terkait pembagian jadwal asuh putranya, Mawa menyebut akan mendiskusikannya dengan Insan. Ia mengatakan bahwa anak di bawah 12 tahun biasanya tinggal bersama ibunya. Namun, ia tidak menjelaskan secara gamblang tentang pembagian harta gono-gini.
Kehidupan Bersama Anak
Mawa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghalangi Insan untuk bertemu atau berkomunikasi dengan sang anak. Ia mengatakan bahwa Insan sering berkunjung ke rumahnya. Meskipun tidak ada komunikasi langsung antara Mawa dan Insan, Mawa yakin bahwa hubungan antara Insan dan anaknya tetap aman.
Harapan untuk Bertahan
Meski Mawa memilih untuk bercerai, Insanul Fahmi masih ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia mengaku ingin berjuang untuk tidak bercerai demi putra semata wayangnya. Bahkan, ia telah mengajukan perlindungan hukum ke Polda Metro Jaya dan meminta agar proses hukum ditunda.
Insan mengatakan bahwa ia ingin berjuang untuk mempertahankan rumah tangga karena adanya anak. Selain itu, ia juga memiliki banyak cita-cita bersama Mawa yang belum terwujud. Ia yakin masih ada kemungkinan bahwa Mawa akan mengurungkan niat gugat cerainya.
Permintaan untuk Menghargai Keputusan
Wardatina Mawa meminta Insan untuk menghargai keputusan yang telah ia ambil. Ia mengatakan bahwa ia sudah membicarakan masalah ini dengan keluarganya. Mawa meyakini bahwa keputusannya merupakan jalan terbaik yang ditentukan Tuhan.
“Aku juga udah istikharah ya, ambil keputusan ini memang harus benar-benar kita sesuai ya insyaAllah sesuai dengan apa yang udah Allah tentukan juga karena petunjuknya juga udah ada,” katanya.
Dengan begitu, Mawa tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Ia menyebut bahwa dirinya juga berhak bahagia atas kehidupan yang dijalaninya. “Ya namanya kita hidup cuman satu kali, aku berhak bahagia,” tegasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











